.

.
.

Jumat, 17 Oktober 2014

Selama 9 Bulan, Laba Danamon Tergerus 30% Jadi Rp 2,1 Triliun

   
Henry Ho, Presiden Direktur Danamon
JAKARTA-PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengumumkan kinerja keuangan kuartal III-2014. Laba bersih setelah pajak perseroan pada periode tersebut tercatat Rp 617 miliar, hanya naik tipis dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu Rp 614 miliar.

Sementara dalam 9 bulan pertama 2014, laba bersih setelah pajak adalah Rp 2,11 triliun. Turun 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 3 triliun.

“Kuartal ketiga tahun ini adalah masa yang menantang bagi perekonomian Indonesia, dengan turunnya harga komoditas dan lemahnya kinerja ekspor yang membatasi ruang untuk ekspansi bisnis. Hal ini berdampak pada turunnya permintaan kredit, sehingga industri perbankan mencetak pertumbuhan yang konservatif," kata Henry Ho, Presiden Direktur Danamon, dalam siaran tertulis yang diterima Kamis (16/10).


Pada kuartal III-2014, Bank Danamon menyalurkan kredit sebesar Rp 138,68 miliar. Turun 1% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 140,65 miliar.


Untuk rasio pinjaman terhadap kredit (Loan to Deposit Ratio), pada kuartal III-2014 adalah 91,3%. Turun dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 98,9%.

Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) Danamon pada kuartal III-2014 adalah 2,4%. Naik dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 2,1%.

Sedangkan untuk tingkat kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio), pada kuartal III-2014 tercatat 17,9%. Naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 17,7%.


Kredit usaha mikro Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) tetap stagnan Rp 19,7 triliun pada kuartal III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) naik 11% menjadi Rp 22,5 triliun. 

Secara total, kredit UKM berkontribusi 30% dari seluruh kredit Danamon. Kredit untuk segmen komersial tumbuh sebesar 15% pada kuartal III-2014 dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 17 triliun. Kredit korporasi tumbuh 7% menjadi Rp 18 triliun pada kuartal ketiga III-2014. 

Pada kuartal ketiga III-2014, kredit otomotif melalui Adira Finance tumbuh 4% dibandingkan kuartal III-2013 menjadi Rp 49,5 triliun. Pada 9 bulan pertama tahun ini, Adira Finance berhasil menyalurkan Rp 25,5 triliun pembiayaan baru di mana Rp 15 triliun adalah pembiayaan kendaraan roda dua dan Rp 10,5 triliun pembiayaan kendaraan roda empat.

"Kompetisi yang semakin ketat dalam segmen mass market, terutama dalam segmen kredit mikro, menghasilkan lingkungan operasional yang menantang. Untuk memaksimalkan peluang dan meningkatkan efisiensi pada segmen ini, Danamon telah melakukan beberapa inisiatif, termasuk pengkajian model operasional unit kredit mikro kami," papar kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon.(dtk/lee)

Tidak ada komentar: