.

.
.

Rabu, 22 Oktober 2014

Mantan Wartawan Itu, Kini Jadi Ketua Dewan

M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 .Foto-foto Asenk Lee Saragih
H. Muhammad Nasir SE : Fungsi Sosial Jurnalis Sekarang Semakin Menipis

Perjalanan hidup seseorang memang tak bisa diterka. Ibarat roda pedati, hidup terus berputar, tinggal kita mengarakkannya ke mana. Seperti halnya Joko Widodo, dirinya tak pernah bermimpi jadi Presiden RI ke 7, namun garis tangan membawanya ke sana. Begitu juga seorang wartawan era 1996-2003 di Jambi ini, tak pernah bermimpi jadi Ketua DPRD Kota Jambi, namun nasib perjuangan meraih jabatan itu.

ROSENMAN MANIHURUK, Jambi

Siang itu, Selasa 21 Oktober 2014, tepatnya pukul 11.15 WIB, tampak seorang pria mengenakan kemeja putih motif batik dengan celana bahan warna hitam tengah berbincang-bincang dengan lima orang lainnya. Teman seperbincangan itu ternyata ada wartawan, fotografers amatiran hingga rekan sesama Anggota DPRD Kota Jambi.

Satu dari enam orang itu, ternyata H Muhammad Nasir SE, yakni calon Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 yang akan dilantik Rabu (22/10). Dengan ramah M Nasir menyambut kedatangan Harian Jambi dan mempersilahkannya duduk disampingya.

Tampak sekilas, tak ada yang berubah cara bertutur kata seorang M Nasir saat dia masih berstatus wartawan era 1999-2003. Berbicaranya yang tenang dan bersahabat, tidak tersirat kalau dirinya bakal menjabat Ketua DPRD Kota Jambi. Itulah sosok seorang M Nasir, mantan wartawan yang kini menjadi politisi muda.

Perjalanan politik M Nasir tergolong sudah cukup lumayan. Saat masih berprofesi sebagai wartawan di Koran Independen tahun 1996-1999 dan tahun 1999-2003 di Koran Jambi Ekspres, dirinya sudah dekat dengan dunia politik karena kerap meliput berita tentang politik.
M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 .Foto-foto Asenk Lee Saragih

Berkat pengalaman wartawan yang selalu berhadapan dengan politikus dan pejabat publik, dirinya terdorong untuk menguji karier di dunia politik. Saat itu, tepatnya tahun Pemilu 2004-2009 dirinya ikut mencalonkan sebagai Anggota DPD Perwakilan Provinsi Jambi. M Nasir berhasil meraih suara dan duduk sebagai Anggota DPD RI Periode 2004-2009.

“Sejak menjadi Anggota DPD RI, saya banyak pengalaman di Jakarta dan melobi sejumlah Kementerian dan Banggar DPR RI untuk menyuntikkan alokasi APBN untuk Jambi. Seperti pembangunan Jembatan Batanghari II Jambi, saya bersama Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin saat itu, tak segan-segan bersilaturahmi dengan pejabat tinggi di Jakarta agar bisa mendapatkan kucuran dana APBN,” ujar suami dari Hj Suhaila ini kepada Harian Jambi, Selasa (21/10/2014).

Menurut M Nasir, terjun di dunia Politik sudah daya tarik tersendiri baginya. Kini M Nasir menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Jambi. Dia juga ingin berbuat untuk pembangunan Jambi dengan masuk ke dunia politik.

“Saya mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kota Jambi karena anjuran Partai, bukan kemauan sendiri. Tapi ini patut saya syukuri karena dipercaya masyarakat Kota Jambi sebagai wakilnya di legislatif lewat Partai Demokrat,” ujar ayah dari M Zahran Nasir, Nasywa Nasir dan Reyhan Nasir ini.

Tidak mudah bagi M Nasir menggeluti dunia politik. Setelah gagal mencalonkan kembali sebagai Caleg DPD RI Provinsi Jambi Pemilu 2009 lalu, dia berbalik profesi sebagai pengusaha gas elpiji dengan PT Bin Daud Karya Maju. Hingga Pemilu 2014, dia disarankan Partai Demokrat untuk Caleg DPRD Kota Jambi. Pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu, dia terpilih dan hari Rabu (21/10) dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Jambi.

Pers Kini Dimata M Nasir


Menurut M Nasir, dunia jurnalis kini semakin fleksibel dalam industri pers. Pertumbungan industri pers kini semakin maju, khususnya media online. Sehingga rasa sosial jurnalis kini semakin menipis akibat mudahnya mendapatkan sesuatu dengan label status wartawan.

“Lihat perkembangan dunia pers dan jurnalis sekarang. Kalau jaman saya dulu, sebuah karya tulis jika naik dalam koran kita, rasanya cukup bangga. Dulu untuk membuat suatu berita cukup selektif bagi wartawan. Namun kalau sekarang, kalau ada duit semua bisa diberitakan, walaupun itu tak layak dikonsumsi publik,” kata anak ke 6 dari 9 bersaudara dari H Daud H Ali (Alm) dengan Hj Alawiyah H Husin (Alm) ini.

Kemudian, pendidikan dasar jurnalis sekarang cukup lemah dan bahkan minim sekali. Sehingga seorang wartawan tidak menempatkan profesinya sebagai profesi yang mulia dan intelektual. Namun sebaliknya banyak kalangan wartawan memposisikan diri dan profesinya sebagai “buruh” industri pers.

“Inilah dunia pers sekarang. Ingin jadi wartawan cukup mudah bagi sebagian media tertentu. Tiba-tiba seseorang jadi wartawan, namun tak ada bekal dasar jurnalisnya. Sementara pemilik industri pers itupun tak membekali wartawan dasar jurnalisnya. Ini yang membuat dunia Pers sebagai Pilar Demokrasi ke 4 Indonesia semakin samar-samar,” ujar pria kelahiran Olak Kemang, Kota Jambi 21 Agustus 1976 ini.

Namun demikian, M Nasir masih berkeyakinan kalau dunia pers akan maju dan akan bertumbuh mengikuti jaman. Jurnalis yang profesional akan tetap bertumbuh dan tetap eksis dengan profesinya. Sementara bagi wartawan yang hanya menjadikan status wartawan sebagai tameng, sendirinya akan tenggelam.

“Terkait soal pemberitaan, kita harapkan media menseleksi berita-berita advertorial pemerintah yang laik untuk dikonsumsi publik. Berita advertorial pemerintah juga harus diseleksi, pantas tidaknya berita itu untuk dijadikan berita advertorial atau tidak,” kata mantan Senator (DPD) termuda era 2004-2009 ini.

Dirinya juga meminta pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Jambi agar memperhatikan pers di Jambi dan tetap bermitra dengan media sebagai corong informasi penyempaian kebijakan-kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas.

Bermitra dengan Eksekutif

Menurut M Nasir, setelah dirinya dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Jambi, dia akan mengajak semua anggota DPRD Kota Jambi untuk mendukung dan mengawasi program Walikota Jambi Syarif Fasya. Dia juga akan menjadikan Pemerintah Kota Jambi sebagai mitra dalam pembangunan Kota Jambi kedepan.

“Saya bersama teman-teman anggota dewan akan bersama-sama untuk mendukung program Walikota Jambi. Kita sarankan apa yang ada pada program Presiden Jokowi, agar dijadikan sebagai pilot projek di Kota Jambi. Hal itu perlu agar dana-dana APBN bisa mangucur ke Pemkot Jambi,” katanya.

Dikatakan, dibutuhkan pendekatan-pendekatan emosional, personal atau lembaga kepada Pemerintah Pusat. Hal itu penting agar program-program Pemerintah Pusat bisa juga berjalan di daerah.

Dia juga mendukung rencana Walikota Jambi untuk membangun perkantoran Pemerintah Kota Jambi di daerah baru. Sehingga dana bantuan APBN bisa diharapkan. Terjadinya singkronisasi program pusat dengan daerah akan membantu dan menambah kucuran dana seperti DAK, DAU dari Pusat ke Kota Jambi.
Sementara pelantikan unsur Pimpinan DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 akan dilaksanakan Rabu 22 Oktober. Empat parpol telah menyampaikan surat usulan mengenai pimpinan dewan definitif. Nama calon pimpinan dari PDIP, Demokrat, PAN, dan Gerindra.

Demokrat mengusulkan pimpinan dewan definitif adalah H. Muhammad Nasir SE, PAN mengusulkan Sartono, Gerindra mengusulkan Absor Hasibuan, dan PDIP mengusulkan MA Fauzi.
Terpisah, Ketua Forum Jambi Bangkit (FJB), Nasroel Yasir mendukung penuh keputusan Partai Demokrat memberikan kepercayaan kepada H. Muhammad Nasir SE diusung menjadi calon Ketua DPRD Kota Jambi.

Menurut Nasroel Yasir, pihaknya optimis seluruh fraksi di DPRD Kota Jambi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di bawah kepemimpinan Walikota H Syarif Fasha dan Wakil Walikota H Abdullah Sani akan mendukung Nasir.

“Dengan duduknya Nasir yang pernah menjadi anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) utusan Provinsi Jambi itu, dia yakin akan terjalin harmonisasi antara lembaga eksekutif dan legislatif di Kota Jambi,” katanya.

Nasroel mengungkapkan, pencalonan Nasir yang merupakan kader terbaik Partai Demokrat Kota Jambi di bawah kepemimpinan H AS Budianto disambut positif banyak pihak. Dia yakin Nasir akan mendukung penuh program Pemkot Jambi menuju “Tiga Tahun Jambi Bangkit” dan Jambi Emas 2015.

Disebutkan, M Nasir yang merupakan putera asli Seberang Kota Jambi (Sekoja) itu punya pengalaman lima tahun duduk sebagai anggota DPD RI.

“Nasir itu kan pernah menjadi anggota DPD RI. Itu sudah level nasional. Dia pasti tahu betul bagaimana tata kerja, tugas dan wewenang anggota dewan. DPRD Kota Jambi harus memiliki ketua yang seperti itu demi kemajuan Kota Jambi,” kata Nasroel.(*Asenk Lee Saragih-HP 0812 747 7587)

Biodata Singkat
Nama : H. Muhammad Nasir SE
Tempat/Tgl Lahir: Jambi, 21 Agustus 1976
Ayah : H Daud H Ali
Ibu : Hj Alawiyah H Husin
Istri : Hj Hj Suhaila
Anak: - M Zahran Nasir
           -Nasywa Nasir
         -Reyhan Nasir

Pendidikan
-SD No 45 Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi
-Madrasah Istidaiyah As”ad
-SMPN 3 Kota Jambi
-SMAN 7 Kota Jambi
-Universitas Borobudur Jakarta

ORGANISASI
-Sekretaris DPC PD Kota Jambi
-Ketua Kwarcap Pramuka Kota Jambi
-Pengurus Hiswana Mogas Jambi

  
M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi bersama Anggota DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 .Foto-foto Asenk Lee Saragih

M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 & Keluarga.Foto-foto Asenk Lee Saragih

M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 & Keluarga.Foto-foto Asenk Lee Saragih

Ucapan Selamat Kepada M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019.Foto-foto Asenk Lee Saragih

Ucapan Selamat Kepada M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019.Foto-foto Asenk Lee Saragih

M Nasir SE Ketua DPRD Kota Jambi Periode 2014-2019 .Foto-foto Asenk Lee Saragih

             


Tidak ada komentar: