.

.
.

Thursday, 22 August 2013

Pasar Angsoduo Terbakar, Relokasi Segera Dipercepat


Larang Permukiman Warga di Lokasi Pasar


Jambi , Bute Ekspres

Terbakarnya Pasar Induk Tradisional Angsoduo Kota Jambi, Rabu (21/8/2013) membuat rencana relokasi pasar tersebut segera dilakukan. Pasar tradisional terbesar di Jambi ini terbakar sejak pukul 10.00 WIB diduga karena arus pendek listrik. Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar juga menekankan kepada pedagang agar jangan membangun kios secara permanen karena bakan segera ala relokasi.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, Fahri kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (21/8) menyebutkan, sedikitnya, 15 unit bangunan yang dijadikan permukiman oleh warga hangus terbakar. “Kami sudah mengerahkan 4 mobil pemadam kebakaran, tiga dari Dinas Damkar, satu unit dari Pos Damkar Jambi Timur,”katanya.

Jalan Sultan Thaha yang ada di dekat Pasar Angsoduo sempat  macet karena para pengendara menghentikan kendaraan untuk melihat kebakaran ini. Lokasi kebakaran juga menyambar kios pedagang pakaian bekas. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan ratusan juta Rupiah.

Sementara Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan los Pasar Angsoduo yang terbakar agar tidak dibangun kembali secara permanen. “Jangan dibangun lagi secara permanen, kan nanti Pasar Angsoduo akan direlokasi,”kata Fachrori Umar.

Disebutkan, jika dibangun yang sifatnya sementara, pihaknya tidak mempermasalahkan. Ketika ditanya wartawan apakah pedagang yang losnya terbakar akan dipindah, Fachrori menolak berkomentar. “Soal pemindahan itu lain soal, yang pasti Pasar Angsoduo ini harus direnovasi,”katanya.

Kebakaran hebat pagi itu, Rabu (21/8), sekitar pukul 10.00 WIB, terjadi di kawasan Pasar Angso Duo, tepatnya di dekat kantor Dinas Pengelola Pasar Kota Jambi. Sedikitnya, 15 unit bangunan yang dijadikan permukiman oleh warga hangus terbakar.

Menurut petugas Dinas Pengelola Pasar Jambi,  Muchlis mengatakan, yang terbakar itu permukiman, yang ditempati pedagang. Pantauan Bute Ekspres menunjukkan, sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Dalmanto, mengatakan pihaknya telah juga menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan pendampingan kepada BPBD Kota Jambi.

Menurut Dalmanto, 9 unit mobl damkar dari markas komando, pos Jambi Timur, dan Jambi Selatan, juga telah diturunkan dengan menghabiskan sekitar 100 ribu liter air.

Walikota Jambi, dr Bambang Priyanto, langsung meninjau lokasi permukiman warga yang terbakar di kawasan Pasar Angso Duo, bersama Kadis Pasar, Duria Sunita, Kadis Sosnaker, Kaspul, dan Kadis Damkar, A Ridwan. Selain itu, Dandin 0415/Batanghari, Letkol Heru, juga turun meninjau lokasi kejadian.

Sementara Walikota Jambi terpilih, Sy Fasha, juga langsung meninjau lokasi permukiman warga yang terbakar di kawasan Pasar Angso Duo. Di lokasi kebakaran, Fasha juga sempat berdialog dengan beberapa orang korban.

Salah seorang korban yang mengaku bernama Ita (34), bahkan menangis dihadapan Fasha. Sambil menggendong anaknya yang masih mengenakan seragam Taman Kanak-Kanak (TK), Ita menangis mengadukan nasibnya kepada Fasha. “Rumah saya semuanya terbakar,”ucap Ita  yang sehari-hari bekerja menjual sayuran.

Menanggapi pengaduan Ita, Fasha mengatakan akan ada bantuan yang diberikan. “Nanti akan ada bantuan. Saya turut prihatin atas musibah ini,”katanya.

Secara terpisah, Anggota DPRD Kota Jambi justru heran dengan adanya permukiman warga di lahan pasar. “Kita pertanyakan kenapa dalam pasar ada permukiman. Pedagang seharusnya tak boleh berdomisili di areal pasar,”kata Anggota Komisi D DPRD, Zayadi.

Menurut Zayadi, pasca kejadian ini tidak ada lagi permukiman di dalam pasar. Zayadi juga meminta agar permukiman di dalam kawasan Pasar Angso Duo ditertibkan. “Pemerintah harus tegas, tertibkan permukiman di dalam pasar itu,”ujarnya.

Anggota DPRD Kota Jambi Fraksi PDIP, Bachtiar Chan juga senada dengan Zayadi. Menurutnya, harus ada ketegasan mengenai pemanfaatan fasilitas umum, jangan sampai ada permukiman dilokasi pasar. srg

No comments: