Minggu, 06 Mei 2012

Dari Tradisi Mandi Rupang Hingga Aksi Sosial Kemasyarakatan

 Jelang Waisak 2556/BE


Mandi Rupang : Mandi Rupang adalah salah satu ritual Umat Buddha di Vihara Sakyakirti di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Mandi rupang itu sebagai ritual jelang Perayaan Waisak. Foto batakpos/rosenman manihuruk
Jambi, BATAKPOS

Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak yang jatuh pada Minggu (6/5), para penganut agama Buddha Jambi mulai melakukan mengikuti ritual pemandian rupang Buddha serta mempercantik Vihara di Jambi.

Berbagai kegiatan pun diselenggarakan demi memeriahkan datangnya bulan suci Waisak 2556/BE. Jumat (4/5) misalnya, umat Buddha yang mayoritas usia uzur telah mendatangi Vihara Sakyakirti di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Bhiksu Y.M. Nyana Sukha mengatakan, kedatangan mayoritas wanita kaum uzur itu guna mengikuti ritual pemandian rupang Buddha, ritual yang rutin digelar menjelang perayaan Tri Waisak. Ritual ini digelar sebagai prosesi  memperingati hari kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada hari purnama bulan Waisak 623 SM.

Disebutkan, makna tradisi ritual dari prosesi ini adalah saat Ratu melahirkan Pangeran Siddharta, para dewa menyirami Bodhisatva dengan air surgawi. Ini dimaksudkan agar seluruh umat Buddha selalu ingat ajaran sang Buddha dan selalu membersihkan diri kita seperti Pangeran Sidharta Gautama.

Menurut Bhiksu Y.M. Nyana Sukha, sebelum prosesi pemandian dilaksana, para jamaah terlebih dahulu membaca doa yang dipimpinnya bersama Bhiksu Y.M. Giri Ksanti. Setelah itu baru dilangsungkan pemandikan rupang yang diawali oleh bhiksu Y.M. Nyana Sukha, disusul Y.M. Giri Ksanti dan umat.

Mandi rupang adalah kegiatan rutin umat Buddha menjelang Waisak. Rupang adalah sebuah patung kecil yang wujud fisik-nya adalah  Buddha.

Ketua Majelis Budhayana Indonesia (MBI) Cabang Jambi, Balamitha Songo mengatakan, ada banyak kegiatan postif yang digelar jelang Waisak. Seperti Puja Bakti, Mandi Rupang, kegiatan social dan hiburan.

Hal itu sebagai penghormatan dan mengingatkan kembali momen saat Pangeran Siddartha dilahirkan di dunia sebagai calon Buddha. Saat ini Vihara di Jambi lebih banyak melakukan ritual keagamaan daripada aksi social lainnya.

Menurut Balamitha Songo, aksi social yang dilakukan umat Budha di Jambi yakni melakukan pengobatan gratis, donor darah serta pemberian bahan pokok kepada warga sekitar Vihara yang ada di Kota Jambi. RUK
Vihara Sakyakirti di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Foto Rosenman Manihuruk

Tidak ada komentar: