Jumat, 12 Agustus 2011

Pengembangan Bandara Sultan Taha Segera Dimulai

Bandara Sultan Taha Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus minta agar pembangunan Bandara Sultan Taha Jambi agar segera dimulai secepatnya. Pasalnya saat ini proses pembebasan lahan dan pengalihan jalan yang terpakai untuk perluasan wilayah Bandara sudah berjalan hampir 80 persen.

Gubernur Jambi didampingi Kadis PU Provinsi Jambi, Ketua Bappeda, Kadis Perhubungan Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan MM, Sekda Kota Jambi dan Kepala Bandara Sultan Taha Jambi melakukan peninjauan sejumlah jalan yang bakal ditutup karena bakal digunakan untuk perluasan wilayah Bandara, Rabu (11/8/11).

Usai melakukan pertemuan dengan pihak PT Angkasapura II Jambi yang diwakili oleh Kepala Bandara Abiyoso, kepada wartawan Gubernur mengatakan pihaknya segera memulai pembangunan dengan melakukan peletakan batu pertama.

“Pemda akan mensosialisasikan masalah penutupan jalan kepada masyarakat, harap pengertiannya, bukan tidak ada solusi, bukan ditutup tidak ada jalan, ada jalan yang akan diurus oleh Walikota dan Pak Sekda Kota Jambi hadir juga saat ini dan itu merupakan resiko pembangunan,”katanya.

Pemda Provinsi Jambi dan Kota Jambi akan mensosialisasikan masalah pembebasan lahan yang sudah berjalan 80 persen, agar masyarakat memahami pentingnya pengembangan Bandara Sultan Thaha ini, sebab bandara yang ada ini sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan perekonomian masyarakat di Jambi.
Bandara Sultan Taha Jambi

“Menurut target kita tahun ini 800 penumpang perhari ternyata melebihi angka 1400 orang perhari. Cargo meningkat 1000 persen. Artinya hal ini adalah suatu yang positif bagi peningkatan pembangunan ekonomi di Jambi. Artinya Jambi semakin dilihat oleh para investor,”katanya.

Kepala Bandara Sultan Taha Jambi Abiyoso mengatakan seharusnya bulan Juli 2011 sudah dimulai, tetapi karena ada perubahan diharapkan bulan September 2011 akan dimulai.

Dalam pemaparannya Abiyoso mengatakan tender sempat terhenti akibat masalah jalan belum ditutup yang terlebih dahulu perlu sosialisasi melalui media massa, dan mengenai pembebasan lahan masih ada sejumlah kepala keluarga yang masih mempertahankan lahannya, sekitar (20%) dan saat ini masih dilakukan upaya negosiasi yang dibantu oleh pemda.

Mengenai penutupan Jalan di sekitar Bandara dan sebagian jalan di Kompleks Taman Rimba, dalam minggu ini akan segera dilakukan rapat koordinasi baik dari pemda kota Jambi, kepolisian dan perhubungan, untuk segera disosialisasikan.

Sementara itu menyinggung soal tiket pesawat pada Idul Fitri 1432 H yang dinilai naik cukup tinggi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Perhubungan Darat Anwar Harminto, menjelaskan bahwa tidak ada istilah kenaikan tuslah lebaran.
Bandara Sultan Taha Jambi

Karena sudah diatur dalam KM Perhubungan No. 26 tahun 2010, ada beberapa variable untuk menentukan besaran tiket, salah satunya jarak tempuh, semakin dekat semakin mahal.

Misalnya jarak Jambi-Jakarta sekitar 667, paling mahalnya 1.450.000 batas atasnya untuk kelas ekonomi, sedangkan untuk kelas bisnis atau yang bukan ekonomi tidak diatur dalam KM Perhubungan tersebut, diserahkan kepada mekanisme pasar, contoh untuk Garuda hari ini tiket seharga 2.500.000. ruk

Tidak ada komentar: