Jumat, 26 Juni 2015

Jelang Mudik, Belasan Alat Berat Ditempatkan di Jalur Rawan Longsor


Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Amsyarnedi (kanan). Foto Asenk Lee Saragih

Dishub Provinsi Jambi Siapkan Ribuan Armada

Jambi-Jelang dan selama mudik lebaran Idul Fitri 1436H/2015M, sebanyak 11 unit alat berat ditempatkan di jalur rawan longsor. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi akan menyiapkan sebelas alat berat di 11 posko sebagai antisipasi arus mudik lebaran tahun ini. Sebelas posko berada di ruas jalan Jambi-Sengeti-Simpang Tuan-Merlung-batas Riau.

Kemudian di jalur mudik Tempino-Muarabulian, ruas jalan Muaratembesi-Sarolangun, ruas jalan Simpang Pelawan-Pekan Gedang dan ruas jalan Pulau Rengas-Ranah Alai. Kemudian selanjutnya di ruas Jalan Pulau Tamiang-Simpang Logpon.

Selanjutnya di ruas Jalan Lubuk Kambing-Simpang Niam, ruas Jalan Bungo-batas Sumatera Barat, ruas Jalan Bangko, ruas Jalan Sanggaran Agung-Sungai Penuh dan terakhir di ruas Jalan Sungai Penuh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi, Ir PB Panjaitan MM kepada Media Regional, Jumat pekan lalu mengatakan, pendirian posko alat berat tetap dilakukan oleh pihak PU Provinsi Jambi. Terutama di titik-titik ruas jalan yang rawan longsor.



“Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor yang mengakibatkan arus lalu lintas saat mudik lebaran terganggu. Kita tetap siapkan posko alat berat. Nanti bidang Alkal bekerjasama dengan rekanan,” katanya.

Menurut PB Panjaitan, pihaknya menargetkan 90 persen ruas jalan di Provinsi Jambi, baik yang berstatus jalan provinsi maupun jalan nasional sudah bisa fungsional sebelum Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah/2015 Masehi.

“Saat ini Dinas PU terus menggenjot perbaikan ruas-ruas jalan tersebut. Kita optimis jika 90 persen jalan baik provinsi dan nasional bisa ungsional sebelum lebaran. Apalagi, saat ini kondisi jalan di Provinsi Jambi sudah 75 persen dalam kondisi fungsional,”ujarnya.

Disebutkan, pihaknya tetap meminta kepada seluruh rekanan yang ada di Dinas PU, menyiapkan alat-alat pendukung seperti alat berat pada ruas-ruas jalan yang masih rusak atau rawan longsor.

Dikatakan, pihaknya membuat tim penanganan kelancaran ruas jalan menghadapi lebaran tahun ini. Juga telah dilakukan kerjasama dengan balai jalan nasional untuk penanganan ruas jalan jelang lebaran tahun ini. 

Dinas PU Provinsi Jambi sudah mempunyai tim swakelola untuk penanganan darurat. Bahkan alat-alat berat beserta mandor-mandor jalan yang disiapkan pada ruas-ruas jalan provinsi sudah dianggarkan satu tahun. Begitu juga untuk perbaikan dan minyak alat berat itu.

Siapkan 1222 Armada

Guna mengantisipasi angkutan mudik Idul Fitri 1436 H dari Provinsi Jambi keberbagai tujuan di Indonesia, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi telah mempersiapkan armada sebanyak 1222 unit. Jumlah itu meliputi Armada Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Demikian dikatakan Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Amsyarnedi kepada Media Regional, Jumat (19/6/2015). Menurutnya, kesiapan sarana transportasi darat dalam mengantisipasi arus penumpang telah disiapkan Armada AKDP sebanyak 742 kenderaan dengan ketersediaan 9.089 tempat duduk.

Kemudian armada AKAP dan Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) berjumlah 480 kenderaan dengan ketersediaan 11.120 tempat duduk. Sementara kesiapan transportasi sungai dengan 19 kapal dengan 923 tempat duduk.

Menurut Amsyarnedi, kesiapan sarana transportasi udara dalam mengantisipasi arus penumpang telah disediakan 15 penerbangan (flight) dengan jumlah 2.715 tempat duduk (seat). 

Pemudik Diprediksi Mencapai 237.501 Jiwa 

Sementara Dishub Provinsi Jambi memprediksi jumlah total pemudik Idul Fitri 1436 H dari Provinsi Jambi berjumlah 237.501 jiwa dengan menggunakan Moda Transportasi Darat, Sungai, Laut dan Udara. Jumlah pemudik lewat Moda Transportasi darat diprediski 187.989 jiwa, Sungai 14.174 jiwa, Laut 1.599 jiwa dan Moda Udara mencapai 33.739 tahun 2015 ini.

Menurut Amsyarnedi, prediski jumlah pemudik dengan Moda transportasi darat naik 1 hingga 2 persen. Datang 160.977 orang pada tahun 2013 menjadi 162.586 orang tahun 2014 dan berangkat 186.128 tahun 2013 menjadi 187.989 orang tahun 2015.

Kemudian Moda transportasi sungai, datang 16.852 orang pada tahun 2014 menjadi 17.189 tahun 2015 dan berangkat 13.897 orang pada tahun 2014 menjadi 14.174 orang pada tahun 2015.
Selanjutnya pemudik menggunakan Moda transportasi laut diprediksi meningkat 3 hingga 4 persen. Datang 2.762 orang pada tahun 2014 menjadi 2.845 orang tahun 2015 dan berangkat 1.553 orang naik menjadi 1.599 orang tahun 2015.

Menurut Amsyarnedi, peningkatan tajam hingga 11 hingga 12 persen terjadi pada Moda transportasi udara. Kedatangan penumpang 28.554 orang tahun 2013 naik menjadi 31.694 orang tahun 2014. Sementara keberangkatan 30.396 orang tahun 2013 naik menjadi 33.739 tahun 2014 lalu. (Lee)

Tidak ada komentar: