Rabu, 06 Agustus 2014

MOS Modus Sekolah Cari Untung


Penerapan MOS kepada siswa baru di SMA 10 Muarojambi


Satu Siswa Keluarkan Biaya HIngga Rp 200 Ribu

JAMBI-Masa Orientasi Siswa (MOS) yang kerap dilakukan kepada siswa-siswa baru ternyata dianggap hanya pemborosan dana. Bahkan ada sejumlah sekolah menjadikan MOS ini sebagai modus mencari keuntungan dari orang tua siswa. Setidaknya setiap siswa harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 200 ribu selama MOS berlangsung.

Sajidan, salah satu orang tua murid di sekolah di Jambi kepada Harian Jambi, Selasa (5/8) mengatakan, dari keterangan beberapa wali murid kelas satu, pihaknya memprediksikan anggaran MOS tersebut hampir mencapai Rp 200 ribu guna membeli peralatan untuk persyaratan MOS.

“Saya selaku orang tua merasa keberatan dengan anggaran MOS sebanyak itu. Padahal tujuan MOS tersebut hanya untuk pengenalan sekolah, guru-guru, sama kegiatan belajar mengajar. Jadi kalau anggaran MOS mencapai Rp 200 ribu, hal tersebut  sangat memberatkan. Masa cuma memperkenalkan sekolah sama kegiatan sekolah dan guru-guru harus menghabiskan uang Rp 200 ribu per siswa,” keluh Sajidan.


Kata Sajidan, selama MOS yang dibawa anaknya seperti, Pop Mie 4 buah, ada Beng-Beng 8 buah pada hari pertama MOS. Kemudian bawa kaos kaki bola 4 warna, ada wafer Tango, ada buah pir sama topi caping yang dibawa saat mengikuti MOS.

“Selain itu ada Pulpy Orange, ada permen lolipop. Yang mahal itu kan kaos kaki bola 4 pasang, topi caping, Pop Mie 4 buah, buah pir, bola plastik yang dijadikan topi. Permen Kis satu bungkus, empeng, kopi luwak 10 bungkus itu baru untuk hari pertama, kedua dan seterusnya. Itu kan tidak mendidik dan malah menghambur-hamburkan dana untuk kegiatan ini," katanya.

Terpisah, Ketua Panitia MOS SMAN 10 Muarajambi Pramawijaya mengatakan, MOS dilakukan selama 3 hari. MOS adalah masa pengenalan sekolah yang dilakukan oleh pengurus OSIS untuk memperkenalnkan budaya sekolah kepada semua siswa baru.

“MOS adalah masa pengenalan seluk-beluk sekolah kepada siswa baru agar siswa dapat mengetahui seluk-beluk sekolah sebelum masuk sekolah,” katanya.

Pramawijaya dan Juli Efendi
Dikatakan, yang terlibat dalam kepanitian MOS di SMAN 10 Muarojambi adalah para guru dan pengurus OSIS. Sementara guru-guru hanya mengawasi. Sementara yang mententukan apa yang menjadi perlengkapan MOS adalah dari pihak OSIS tanpa campur tangan guru-guru.

Sementara Ketua OSIS  SMAN 10 Muarojambi Juli Efendi mengatakan, tujuan MOS adalah untuk mendidik siswa untuk berani serta tampil di depan orang serta belajar kreatif. Mos juga memperkenalkan lingkungan sekolah, mengenal budaya sekolah, menanamkan kedisiplinan agar tidak telat datang sekolah.

Dalam MOS ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan siswa baru seperti, makanan ringan, gelang kaki, tutup botol, gelang tangan dari sumbu kompor, topi dari bola plastik, tali pinggang dari tali rafia yang dirumbai-rumbai.

Kemudian kaos kaki bola kaki sepatu hitam polos. “Setiap siswa baru diharuskan membawa peralatan yang telah diperintahkan oleh panitia dan jika tidak membawa siswa tersebut akan dihukum,” katanya.

Tujuan membawa alat-alat MOS untuk melatih kedisplinan mereka. Dengan mematuhi perintah panitia maka hal tersebut  nantinya dapat mengikuti peraturan yang diterapkan di sekolah.

Makanan yang dibawa akan dijadikan hadiah dalam perlombaan. “Siswa baru harus mengikuti semua perintah dari panita untuk melatih kedisiplinan mereka sebelum mereka masuk ke sekolah ini,” ujarnya.

Dalam sahari siswa bisa menghabiskan uang sekitar Rp 75 ribu untuk untuk membeli peralatan yang diperintahkan oleh panitia. Dalam pembiayaan menurutnya tidak komplain dari orang tua murid karena pada waktu pendaftaran setiap siswa yang mendaftar diberikan selebaran berisi peralatan MOS. “Tidak protes dari orang tua siswa dengan peralatan yang akan gunakan oleh peserta MOS," katanya.

Sementara Pengamat Pendidikan di Jambi Dr Samsu mengatakan, MOS merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan setiap sekolah setiap menerima siswa baru. “MOS itu sudah ada sejak dulu. Namun MOS yang sekarang dikemas lebih rapi,” katanya.

Dikatakan, dengan adanya biaya yang dikeluarkan dalam melakukan MOS, memang tidak ada yang mengatur. Namun jika memberatkan siswa sebaiknya jangan dilakukan. Karena jika hanya ingin memperkenalkan kebudayaan sekolah dan guru-guru beserta lingkungan sekolah tidak perlu mengeluarkan dana yang berlebihan.

“Saya setuju dengan adanya MOS tapi saya tidak setuju dengan adanya pungutuan dana peralatan MOS yang memberatkan wali murid," katanya.

Disebutkan, sebaiknya MOS dilakukan dengan cara sederhana saja. Karena orientasi dari MOS tersebut adalah memperkenalkan seluk beluk sekolah kepada siswa baru.

“Saya tidak setuju dengan adanya aturan dari sekolah yang memberatkan orangtua siswa dalam hal biaya MOS. Karena orang tua siswa penghasilannya bervariasi dan tidak semua orang tua siswa merupakan orang yang mampu. Kita kan tahu penghasilan orang tua siswa berbeda-beda. Jadi kalau bisa jangan membuat aturan untuk memberatkan orang tua murid," katanya.(KAHARUDDIN, Jambi/lee)

1 komentar:

YENI NURLINA mengatakan...

Anda akan mendapatkan Ramalan angka “super jitu” apabila anda sudah terlebih dahulu : mengirimkan SMS Nama,alamat,pekerjaan,no HP yg bisa dihub, serta sudah men-transfer mahar untuk pembelian alat ritual sesuai kesepakatan.
Pembayaran mahar untuk mendapatkan ramalan dari Aki dapat dilakukan melalui Transper ke No rekening
AKI RORO: http://www.dukuntogelakiroro.com
Rekening tanyakan langsung Dengan AKI RORO
Konsultasi lebih lanjut,Hub/SMS :
085 330 001 769