Selasa, 13 Mei 2014

Menanti PDAM Tirta Mayang Berbenah


AIR BAHAN BAKU PDAM TIRTA MAYANG JAMBI. (BUTEK BANGAT YA)

 Masyarakat pengguna sarana air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kota Jambi hingga kini masih mengeluhkan pelayanan. Karena beberapa kawasan masih kerap mengeluh akan kekurangan air bersih. Beberapa kawasan tersebut seperti di kawasan Mayang, Paal Merah lama, Kenali Asam Atas dan Buluran Kota Jambi.Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk diJambi, semakin besar pula tuntutan kepada PDAM Tirta Mayang Kota Jambi untuk melengkapi kebutuhan air bersih masyarakat Jambi. 

Dari sekitar lima ribu lebih masyarakat Jambi sebagai pengguna sarana air bersih PDAM Tirta Mayang Jambi, sebagian diantaranya masih kerap kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Beberapa kawasan krisis air, memerlukan sentuhan PDAM untuk mendapatkan perhatian lebih. Saat ini, PDAM Kota Jambi hanya memiliki jaringan pipa penyaluran air, sebanyak 50 persen dari luas Kota Jambi.Inilah yang mengakibatkan, tidak maksimalnya pelayanan air bersih ke daerah-daerah tetentu, terutama di daerah ujung pipa.

PDAM Kota Jambi berencana untuk
melakukan pembenahan, agar air bersih dapat tersalurkan ke semua daerah di Kota Jambi. Sehingga, masyarakat Jambi secara merata dapat memanfaatkan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyambungan Pipa Baru

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Firdaus belum lama ini mengatakan,  pihaknya telah merencanakan pelayanan, berupa penyambungan pipa ke pelanggan yang baru. Untuk tahap awal, program ini akan dilakukan di Kecamatan Telanaipura dan Kecamatan Kotabaru.

“Penyambungan pipa memang belum merata. Semua itulah yang mengakibatkan kurang maksimalnya pelayanan didaerah tertentu atau daerah ujung pipa. Selain itu, PDAM Tirta Mayang juga masih merencanakanpelayanan untuk penyambungan ke pelanggan baru.Pertama ini, untuk di daerah Kecamatan Telanaipura dan Kecamatan Kota Baru,” ujarnya.

Kata Firdaus, bahwa saat ini, pelanggan PDAM Tirta Mayang Kota Jambi telah mencapai 61.702 pelanggan. Menurutnya, hal ini telah mencapai 67 persen dari target yang diinginkan.

Disebutkan, PDAM terus berupaya untuk pembenahan, untuk melayani pelanggan yang sekarang sudah mencapai 61.702 pelanggan, yaitu berkisar 67 persen. Sedangkan dari targetMillennium Development Goals(MDGs) yaitu sebesar 78 persen hingga tahun 2015 mendatang.

Selanjutnya Firdaus juga menjelaskan, bahwa Instalasi Pengelolaan Air (IPA) minum PDAM Tirta Mayang Kota Jambi ini mencakup beberapa tempat. Diantaranya, instalansi yang berada di Tanjung Sari yang memiliki kapasitas 100 liter perdetik. Hal ini disalurkan ke daerah Kecamatan Jambi Timur. Sebagian diantaranya, juga disalurkan keKecamatan Jambi Selatan. 

“Di Tanjung Sari itu memiliki kapasitas 100 liter per detik. Disalurkan ke Jambi Timur dan Jambi Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, instalansi tersebut diperoleh dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, yang sudah beroperasi satu tahun. Dalam hal ini, instalasi tersebut mampu melayani 2.500 pelanggan.

“2.500 pelanggan itu baru memasang 2013 lalu. Kalau untuk Kecamatan Jambi timur, PDAM masihmembuka pelayanan, untuk pemasangan pelanggan yang baru,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk instalasi di wilayah tengah Kota Jambi yakni kawasan Broni dan Benteng, PDAM menyalurkan air bersih ke Kecamatan Pasar, Kecamatan Jelutung dan sebagian dari Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Jambi Selatan dan Kecamatan Telanaipura.

Disebutkannya, bahwa IPA yang diBroni,memiliki kapasitas 500 liter perdetik.Sedangkan instalasi di Benteng, memiliki kafasitas 200 liter perdetik. Selanjutnya, untuk wilayah instalasi yang berada di Aurduri, memiliki kapasitas 100 liter perdetik.

“Untuk meningkatkan pelayanan diwilayah tengah, yang mencakup di tempat kecamatan tersebut, harus ditingkatkan produksinya.Agar bisa melayani pelanggan di daerah tersebut dengan maksimal. Untuk penambahanya, itu baru direncanakan pada tahun 2015 mendatang.Akan tetapi untuk tahun 2014 ini, hanya  lebih fokus untuk merehap instalansi yang ada,” ujarnya.

Kemudian, untuk wilayah barat instalasinya terletak  di Aurduri. Kapasitas di instalasi ini adalah 100 liter per detik. Menurut Firdaus, di wilayah barat tersebut, juga baru dilakukan penambahan kapasitasnya. 

“Instalasi ini juga baru diuji dua bulan yang lalu, yang sudah memiliki kafasitas 200 liter perdetiknya. Air yang dari wilayah barat,rencananya akan disalurkan untuk membatu kekurangan di wilayan tengah,” ujarnya.(*/lee)
***
PDAM Atasi Pasokan dengan Tambah IPA


PENGOLAHAN AIR MINUM DI PDAM TIRTA MAYANG JAMBI

Untuk mengatasi kekurangan Instalasi Penyaluran Air (IPA), PDAM Tirta Mayang Kota Jambi akan menambah beberapa instalasi. Salah satunya untuk kawasan Seberang Kota Jambi.

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi,Firdaus, untuk wilayah seberang Kota Jambi,PDAM akan menambah instalansi yaitu didaerah Tanjung Johor. Karena ia mengakui, bahwa kawasan Tanjung Johor saat ini belum maksimal pelayanannya.Karena dalam hal ini, air bersih di Tanjung Johor masih disuplai dari Pasir Panjang, yang memiliki kapasitas 40 liter perdetiknya.

“Untuk meningkatkan pelayanan pada tahun 2014 ini, kami akan menambah instalasi yang baru. Salah satunya didaerah Tanjung Johor, yang memiliki kapasitasnya 20 liter perdetiknya.Selain itu, kami akan kosentrasi kepada yang sudah menjadi pelanggan kami, yang airnya sampai sekarang masi kritis.Jadi kami mau mengatasi itu dulu,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa beberapa kawasan yang masih rawan kekurangan air tersebut, meliputi kawasan Mayang, Pal Merah lama, Kenali Asam Atas, serta Buluran. 

Menurutnya, kekurangan air di kawasan tersebut, disebabkan oleh minimnya kapasitas produksi air di daerah tersebut.

“Pipadidaerah tersebut juga sudah tua.Sehigga tranmisi yang mengarah ke boster (pompa tekan) di Jalan, M Kuku Kota Baru, itu yang sering mengakibatkan bocor dan tersendatnya pendistribusi air kepelanggan.Tetapi semua itu sudah diganti.Hanya saja belum beroperasi, karena pengerjaanya baru mau finishing,”ujarnya.


PENGOLAHAN AIR MINUM DI PDAM TIRTA MAYANG JAMBI

Selain itu dia mengungkapkan, bahwa kendala lain yang mengakibatkan tidak maksimalnya penyaluran air bersih tersebut, disebabkan karena pipa penyaluran air yang kerap bocor dan mati lampu.

“Kendala lain juga bisa diakibatkan dari seringnya mati lampu di masing- masing rayon atau daerah. Misalnya di Telanai hidup,tetapi di Kotabaru Mati.Itu juga menjadi kendala.Ketika ada pipa bocor atau gangguan lain, PDAM langsung mengumumkan gangguan tersebut melalui media elektronik dan media cetak,” ungkapnya.

Kedepannya, Firdaus berharap kepada pelanggan, agar memiliki kesadaran untuk membayar tagihn tepat waktu. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk kepentingan dan kebaikan bersama.

“Agar pihak PDAM bisa menggunakan dananya untuk operasional perbulannya. Meliputi pembayaran tagihan listrik, untuk bahan kimia dan sebagainya. Agar kedepannya pelanggan tidak kekurangan air lagi,” ujarnya.(lee)

Tidak ada komentar: