Menyapa Orang Tua Lewat Video Call Bersama Anak Dan Pahompu
Kamis, 7 Mei 2026.
JAMBI-Di era modern saat ini, perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, termasuk cara menjaga hubungan keluarga. Jika dahulu kerinduan kepada orang tua hanya bisa ditahan berbulan-bulan sambil menunggu waktu pulang kampung atau surat balasan datang, kini semuanya dapat terobati hanya lewat sebuah panggilan video.
Ironis juga sebenarnya, manusia berhasil menembus batas jarak ribuan kilometer, tetapi tetap sering lupa menghubungi orang tuanya sendiri. Teknologi canggih ternyata tetap kalah oleh kesibukan dan alasan yang dibuat manusia.
Namun hal berbeda ditunjukkan anak-anak dari almarhum St. Berlin Manihuruk dan Anta Br. Damanik (Hutaimbaru). Meski hidup berjauhan di perantauan (Canada, Singapura, Jambi, Bandung) dengan kesibukan masing-masing, rasa kasih sayang kepada sang ibu tidak pernah putus.
Di sela aktivitas dan tanggung jawab yang padat, mereka tetap menyempatkan diri untuk melakukan Video Call WhatsApp demi menanyakan kabar ibunda tercinta, Anta Br. Damanik, yang kini telah berusia 84 tahun dan tinggal di Pamatangsiantar.
Bagi mereka, panggilan video itu bukan sekadar komunikasi biasa. Ada rasa rindu yang tersimpan di balik layar telepon genggam. Ada kerinduan untuk mendengar suara ibu yang mulai melemah dimakan usia, melihat senyum hangatnya, serta memastikan kondisinya tetap sehat.
Meski hanya lewat layar kecil, kebersamaan itu menjadi sangat berarti bagi seorang ibu yang merindukan perhatian anak-anaknya.
Setiap percakapan sederhana menjadi pengobat hati. Tawa kecil, sapaan penuh kasih, hingga nasihat seorang ibu yang tetap sama seperti dahulu, menghadirkan suasana haru yang sulit digantikan apa pun. Jarak memang memisahkan tubuh, tetapi kasih sayang keluarga tetap mampu mendekatkan hati.
Di usia senjanya, Anta Br. Damanik tentu tidak lagi mengharapkan kemewahan dari anak-anaknya. Perhatian kecil, sapaan hangat, dan kabar sederhana justru menjadi kebahagiaan terbesar. Kehadiran anak-anak lewat video call menjadi penyemangat tersendiri agar tetap kuat dan sehat menjalani hari-hari.
Kisah keluarga ini menjadi pengingat bahwa teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, tetapi juga menjadi jembatan kasih sayang dalam keluarga. Sebab pada akhirnya, orang tua tidak pernah menuntut banyak. Mereka hanya ingin diingat, disapa, dan dirindukan oleh anak-anak yang mereka besarkan dengan penuh cinta sejak kecil.
Kecanggihan teknologi komunikasi saat ini memudahkan silaturahmi dan menayakan kabar Orang Tua dan saudara lewat Video Call GWA. Kini tak ada lagi alasan untuk tidak menyapa Orang Tua dan Saudara hanya karena perbendaan jarak. Kini lewat VideoCaal semuanya secara dekat. Hal itulah yang dilakukan anak dari St Berlin Manihuruk (Alm)/ Anta Br Damanik.
Guna menayakan kabar Ibunda Anta Br Damanik yang kini sudah usia 84 tahun, anak-anaknya diperantauan tetap menyempatkan diri untuk VC GWA meski masing-masing dalam kesibukan masing masing. Hal ini guna memberikan semangat kepada Ibunda Anta Br Damanik dan tetap sehat-sehat.
Brandon: Mami mirif semua Tulang ku ya kata nya. VCG dengan Oppung dan Tulang nya biar sehat sehat ya amang ya!! 💕💕💕. (AsenkLeeSaragih)
![]() |
| VC GWA Kamis 7 Mei 2026 Pagi. |
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




0 Komentar