Kamis, 24 Mei 2012

Polisi Mulai Ungkap Pelaku Pengrusakan Polsek Tanah Sepenggal

Jambi, BATAKPOS

Jajaran Polres Muarabungo mulai mengungkap para pelaku kerusuhan dan pengrusakan Mapolsek Tanah Sepenggal Lintas Barat Sumatera serta pembakaran ruko milik Aiptu Asmawi, Selasa (15/5). Polisi juga hingga kini masih menyelidiki motif kerusuhan tersebut dan baru berhasil mengamankan dua pelaku.

Reskrim Polres Bungo berhasil mengamankan dua pelaku salah satunya dalang kerusuhan, yaitu Muhamad alias Mat Loging (55) warga Desa Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo dan Muhamad Heri alias Mat Kaleng (30) warga Desa Empelu Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah, Rabu (23/5) kepada wartawan mengatakan, kedua pelaku ditangkap di kediamannya, Rabu (23/5) dinihari. Saat ini keduanya diamankan guna dilakukan pemeriksaan. Sementara itu, pelaku lainnya hingga kini masih dalam pengejaran.

Disebutkan, Tim dari Polres Bungo dan Polda Jambi yang dibentuk untuk menyelidiki kasus kerusuhan di Mapolsek Tanah Sepenggal masih mengumpulkan data kasus amuk massa hingga terjadi pembakaran motor dan rumah polisi. Tim yang dibentuk ini sudah mendapatkan informasi, soal pemicu amuk massa di Mapolsek Tanah Sepenggal.

Berdasarkan keterangan yang diperolah polisi dari warga, setidaknya ada tiga pemicu kerusuhan tersebut. Saksi dari pihak korban, Said, belum bersedia datang ke Mapolres Bungo, padahal surat  panggilan sudah dilayangkan.

Menurut Almansyah, tim Polres dan tim dari Polda Jambi sudah diturunkan ke lokasi. Namun tim menemukan tiga versi pemicu kejadian yang menyebabkan rumah dan ruko oknum polisi dibakar itu.

Pertama, warga sekitar mengatakan, awalnya polisi memang razia PETI, namun saat akan pulang, begitu melihat korban Hamdan (15), tidak jauh dari lokasi, ia langsung ditembak anggota.

Kedua, korban awalnya sedang berkumpul bersama beberapa orang di jalan hendak pulang, kemudian ia lari begitu melihat anggota datang, saat itulah ia langsung ditembak pada bagian kaki. 

Sementara keterangan anggota yang sudah diperiksa, pihaknya begitu pulang dari razia, kemudian di jalan dihadang oleh sekitar 200 orang warga Tanah Bekali. Salah seorang anggota kemudian mengeluarkan tembakan keatas sebagai peringatan.

“Itulah versi yang ditemukan tim di lokasi. Tim masih sulit menyimpulkan yang mana yang benar, sebab teman korban yang kabarnya bernama Said, saat kejadian itu belum bersedia datang ke Mapolres,”katanya.

Disebutkan, hingga Rabu, lima anggota Polsek Tanah Sepenggal diperiksa Propam Polres Bungo. Namun dua diantaranya kemudian dikembalikan lagi ke Mapolsek, sementara tiga yang sudah ditarik ke Mapolres yaitu Kapolsek Tanah Sepenggal Iptu Rizal Ariyanto, Kanit Provos Bripka Asnawi dan Kanit Intel Bripka Herman.

Dokter dari RSUD Hanafie Bungo juga belum bisa menyimpulkan sebab luka di kaki korban Hamdan. Dokter juga belum menemukan proyektil di kaki korban. Oleh Polres, korban diminta agar diuji forensik, agar jelas penyebab lukanya.

Sementara Propam Polres juga sudah menarik semua senjata api (senpi) milik anggota Tanah  Sepenggal ke Mapolres. Warga juga tidak perlu takut berhadapan dengan polisi dan bagi pelaku yang membakar dan merusak kantor Mapolsek setempat, diminta untuk menyerahkan diri, agar kasus ini cepat selesai.

Kapolres Bungo, AKBP Budi Wasono mengganti Kapolsek AKP Afrizal. Polisi dan warga setempat melakukan gotong royong untuk memperbaiki dan membersihkan Mapolsek Tanah Sepenggal yang dirusak warga sebelumnya. Kapolda Jambi Brigjen Pol Anang Iskandar sempat turun ke lokasi kejadian. RUK

Tidak ada komentar: