Pembukaan Festival Batanghari 2026, BnP Band Tampil Memukau Menghidupkan Suasana Panggung

BnP Band.

BnP Band tampil memukau pada perhelatan pembukaan Festival Batanghari 2026 yang dilaksanakan di Taman Mini Melayu, eks Arena MTQ Jambi, Jumat malam (14/8/2026). BnP Band dengan personil yakni Agil (Gitar), Ezer Twopama Manihuruk (Bass), Adi (Drum), Edo (Biola), Adli (Gitar), Desta (Keybordis), Larassati dan Almira (Vokalis) membuat panggung meriah.(Foto By: Moses Juneri Manihuruk)

Festival Batanghari 2026 Dongkrak Ekonomi Lewat Ratusan UMKM, Hidupkan Kembali Jejak Jalur Perdagangan Rempah

Jambi-BnP Band tampil memukau dan berhasil menghidupkan suasana panggung pada pembukaan Festival Batanghari 2026 di Taman Mini Melayu, eks Arena MTQ Jambi, Jumat malam (14/8/2026). Penampilan grup musik tersebut mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang hadir dalam pembukaan festival yang mengangkat tema “Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari”.

BnP Band tampil dengan formasi lengkap yang terdiri atas Agil pada gitar, Ezer Twopama Manihuruk pada bass, Adi pada drum, Edo pada biola, Adli pada gitar, serta Desta sebagai keyboardis. Sementara Larassati dan Almira mengisi posisi vokalis, melengkapi komposisi musik yang disuguhkan di hadapan masyarakat dan pengunjung festival.

Perpaduan permainan instrumen dan vokal membuat penampilan BnP Band menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian pembukaan Festival Batanghari 2026. Dua lagu daerah Jambi yakni "Orang Kayo Itam" dan  "Batanghari" mampu dibawakan BnP Band dengan apik dengan arrasemen kekinian.

Aransemen musik yang dibawakan mampu membangun atmosfer meriah sekaligus mengajak pengunjung menikmati malam pembukaan festival yang memadukan unsur budaya, seni, hiburan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Penampilan BnP Band turut memperkuat semangat Festival Batanghari 2026 sebagai ruang bagi seniman dan musisi lokal untuk menunjukkan kreativitas mereka. 

Kehadiran grup musik tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang melibatkan talenta muda dan komunitas seni dalam perhelatan budaya yang berlangsung hingga 22 Agustus 2026.

Hidupkan Kembali Jejak Jalur Perdagangan Rempah

Festival Batanghari 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari”. Berlangsung selama sembilan hari, 14–22 Agustus 2026, festival yang dipusatkan di Taman Mini Melayu, eks Arena MTQ Jambi, tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi diarahkan sebagai momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menggabungkan unsur sejarah, budaya Melayu, olahraga, kuliner, seni, pariwisata, serta ekonomi kreatif, Festival Batanghari 2026 dirancang untuk mempertemukan masyarakat, wisatawan, pelaku UMKM, seniman, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ruang kegiatan.

Tema jalur perdagangan rempah menjadi benang merah festival tahun ini. Sungai Batanghari tidak hanya diposisikan sebagai bentang alam yang membelah wilayah Jambi, tetapi juga sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah perdagangan dan interaksi masyarakat di kawasan tersebut.

Melalui festival, sejarah tersebut dikemas dalam bentuk kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini. Tradisi tidak hanya ditampilkan sebagai tontonan, tetapi juga dihubungkan dengan aktivitas ekonomi dan kreativitas generasi muda.

BnP Band. 
Ratusan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Festival

Salah satu kekuatan utama Festival Batanghari 2026 adalah keterlibatan pelaku UMKM. Kehadiran ratusan pelaku usaha memberikan ruang bagi produk lokal untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan wisatawan.

Kehadiran UMKM juga membuat festival memiliki dimensi ekonomi yang lebih kuat. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi dapat membeli makanan tradisional, produk kerajinan, cendera mata, hingga berbagai produk kreatif yang dihasilkan masyarakat Jambi.

Konsep tersebut terlihat melalui Expo & Bazaar Kuliner serta Kampung E-Kraf. Dua ruang ini menjadi etalase bagi kreativitas masyarakat sekaligus sarana memperluas pasar produk lokal.

Bagi pelaku usaha kecil, kegiatan semacam ini penting karena memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen. Interaksi tersebut juga membuka peluang terbentuknya jaringan usaha baru, baik dengan konsumen maupun sesama pelaku ekonomi kreatif.

Festival dengan demikian tidak berhenti pada perayaan budaya selama sembilan hari. Perputaran transaksi selama kegiatan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat yang terlibat.

Sungai Batanghari sebagai Jalur Peradaban

Pemilihan tema “Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari” membawa pesan bahwa sungai memiliki posisi penting dalam perkembangan kehidupan masyarakat Jambi.

Pada masa lalu, sungai menjadi salah satu jalur mobilitas manusia dan barang. Aktivitas perdagangan melalui jalur air mempertemukan berbagai komunitas dan membentuk hubungan ekonomi serta kebudayaan.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Parade Kapal Dagang Jalur Rempah. Parade ini menjadi simbol perjalanan perdagangan masa lalu sekaligus cara untuk memperkenalkan kembali sejarah sungai kepada generasi sekarang.

Penggambaran sejarah melalui kegiatan visual dan pertunjukan memiliki daya tarik tersendiri karena membuat narasi sejarah lebih mudah diterima masyarakat. Sejarah tidak hanya dibaca dari buku, tetapi dihadirkan melalui pengalaman festival.

Tradisi dan Kreativitas Bertemu

Festival Batanghari 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang merepresentasikan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Jambi.

Di antaranya Pacu Perahu Tradisional, Gastronomi Masakan Tradisional, Penampilan Seni dan Musik Tradisi, serta Tarian Massal Dagang Rempah.

Pacu perahu menjadi salah satu kegiatan yang memiliki hubungan kuat dengan kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitar sungai. Sementara gastronomi masakan tradisional memberikan ruang bagi kekayaan kuliner daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Kuliner dalam konteks festival bukan sekadar urusan makanan. Di balik setiap sajian terdapat pengetahuan lokal, bahan pangan, teknik pengolahan, dan tradisi keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, pengembangan kuliner tradisional sebagai bagian dari ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu cara menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
Ezer Twopama Manihuruk-Bassist. (Foto-Foto By: Moses Juneri Manihuruk)


Anak Muda Mendapat Ruang

Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam festival tahun ini. Pertunjukan Kreatif Pelajar dan Mahasiswa memberikan panggung bagi anak muda untuk menampilkan kemampuan seni dan kreativitas mereka.

Kehadiran pelajar dan mahasiswa menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak semata-mata menjadi tanggung jawab generasi terdahulu. Anak muda memiliki posisi strategis dalam mengemas kembali budaya lokal agar dapat diterima oleh generasi mereka sendiri.

Festival juga menghadirkan Batanghari FUNRUN 7K dan Exhibition Layang-Layang Hias, sehingga rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada pertunjukan seni dan perdagangan.

Beragam kegiatan tersebut menciptakan pengalaman festival yang lebih luas bagi pengunjung, mulai dari aktivitas olahraga, hiburan, budaya hingga wisata kuliner.

Festival Batanghari 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata Jambi. Kehadiran Malam Anugerah Duta Wisata 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menghubungkan festival dengan promosi destinasi wisata daerah.

Duta wisata memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, terutama kepada generasi muda dan masyarakat luar daerah. Promosi pariwisata yang berjalan beriringan dengan pengembangan UMKM dapat menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang.

Wisatawan yang datang tidak hanya mengeluarkan uang untuk transportasi dan akomodasi. Mereka juga berpotensi membelanjakan uang untuk makanan, produk kerajinan, oleh-oleh, jasa, hingga berbagai pengalaman wisata.

Karena itu, festival budaya dapat menjadi instrumen ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan dan mampu menghubungkan sektor pariwisata dengan pelaku usaha lokal.

Vokalis BnP Band.

Festival Bukan Sekadar Keramaian

Besarnya jumlah kegiatan dan keterlibatan UMKM membuat Festival Batanghari 2026 memiliki tantangan sekaligus peluang.

Tantangannya adalah bagaimana keramaian festival dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Sementara peluangnya terletak pada kemampuan penyelenggara menjadikan festival sebagai agenda yang mampu membangun citra Jambi sebagai daerah dengan kekayaan budaya, sejarah sungai, kuliner, dan ekonomi kreatif.

Keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung. Dampak terhadap pendapatan pelaku UMKM, tingkat transaksi, promosi produk lokal, keterlibatan komunitas, serta keberlanjutan kegiatan juga menjadi indikator penting.

Jika ekosistem tersebut dapat dibangun secara konsisten, Festival Batanghari berpotensi berkembang dari sekadar agenda tahunan menjadi salah satu ruang promosi budaya dan ekonomi kreatif Jambi.

Festival Batanghari 2026 pada akhirnya membawa dua pesan sekaligus: mengenang sejarah dan membangun masa depan.

Jejak perdagangan rempah di Sungai Batanghari menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah dan identitas masyarakat Jambi. Pada saat yang sama, keterlibatan ratusan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, seniman, pelajar, mahasiswa, serta komunitas menunjukkan bahwa warisan tersebut dapat diterjemahkan menjadi peluang ekonomi baru.

Selama 14–22 Agustus 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan di Taman Mini Melayu, eks Arena MTQ Jambi, mulai dari parade kapal dagang, pacu perahu tradisional, FUNRUN 7K, layang-layang hias, gastronomi masakan tradisional, seni dan musik tradisi, hingga expo dan bazaar kuliner.

Festival ini menjadi ajakan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut menghidupkan ruang ekonomi lokal dengan membeli dan mengapresiasi produk masyarakat sendiri.

Sebab, ketika budaya menjadi identitas dan UMKM menjadi penggerak ekonomi, festival bukan lagi sekadar panggung hiburan. Ia dapat menjadi ruang pertemuan antara sejarah, kebudayaan, pariwisata, kreativitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Dan Sungai Batanghari, yang selama berabad-abad menjadi jalur pertemuan manusia dan barang, kembali mendapatkan panggung untuk menceritakan jejak perjalanannya kepada generasi hari ini.

Festival Batanghari 2026 targetkan dongkrak ekonomi lewat ratusan UMKM dengan Tema "Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari". Selama 14–22 Agustus 2026 di Taman Mini Melayu (Ex Arena MTQ Jambi), masyarakat diajak hadir guna menikmati berbagai rangkaian acara spektakuler yang memadukan tradisi, budaya, olahraga, kuliner, hingga ekonomi kreatif dalam satu festival yang penuh warna.

Pengunjung bisa menikmati:
1.Parade Kapal Dagang Jalur Rempah
2.Pacu Perahu Tradisional
3.Batanghari FUNRUN 7K
4.Exhibition Layang-Layang Hias
5.Gastronomi Masakan Tradisional
6.Penampilan Seni & Musik Tradisi
7.Malam Anugerah Duta Wisata 2026
8.Expo & Bazaar Kuliner
9.Tarian Massal Dagang Rempah
10.Pertunjukan Kreatif Pelajar & Mahasiswa
11.Kampung E-Kraf

Ajak keluarga, sahabat, dan orang-orang tercinta untuk bersama-sama merayakan kekayaan budaya Melayu serta mendukung karya dan potensi lokal Jambi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi

Festival Batanghari 2026 yang digelar sejak Jumat 14 Agustus hingga 22 Agustus 2026 mendatang ini merupakan program dan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi. 

Kegiatan dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya, pariwisata, serta pameran ekonomi kreatif di dua lokasi utama. Selain menjadi agenda promosi budaya dan pariwisata, Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan festival tahunan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat melalui pelibatan ratusan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Erwin Effendy, mengatakan pusat kegiatan Festival Batanghari tahun ini berlangsung di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sungai Batanghari. Di lokasi tersebut akan digelar berbagai atraksi, mulai dari kapal dagang bertema Jalur Rempah, pacu perahu, pameran, hingga beragam pertunjukan budaya lainnya.

Sementara itu, venue kedua dipusatkan di Taman Mini Melayu Jambi atau Arena Eks MTQ. Lokasi ini akan menjadi pusat pameran UMKM, ekonomi kreatif, serta Kampung Ekraf yang menampilkan 17 subsektor ekonomi kreatif unggulan di Provinsi Jambi.

"Festival Batanghari dirancang agar tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelibatan ratusan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pedagang lokal," ujar Erwin Effendy.

Erwin menjelaskan, penyelenggaraan Festival Batanghari tidak hanya berorientasi pada hiburan dan promosi wisata, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Karena itu, panitia membuka kesempatan bagi ratusan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga pedagang kecil untuk memasarkan produk mereka selama festival berlangsung.

Berbagai produk unggulan daerah akan dipamerkan, mulai dari kuliner khas Jambi, kuliner modern, batik, kain songket, kerajinan tangan, hingga aneka minuman lokal. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperluas promosi produk-produk lokal.

Selain melibatkan pelaku usaha, seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi juga akan berpartisipasi melalui anjungan yang disiapkan di Taman Mini Melayu Jambi. Masing-masing daerah akan menampilkan potensi destinasi wisata, seni budaya, kuliner, serta produk ekonomi kreatif sebagai upaya memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat dan wisatawan.

Festival Batanghari 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda unggulan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya Jambi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui kolaborasi sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.(JPO-AsenkLeeSaragih)WA: 08127477587.



Galeri Foto BnP Band Tampil Memukau Menghidupkan Suasana Panggung Pembukaan Festival Batanghari 2026. (Foto-Foto By: Moses Juneri Manihuruk)






















WA: 08127477587

BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar