Ngeri dan Parah, Konten Kreator Dani Elbona Eksplorer Jalan Lingkar Danau Toba Haranggaol Menuju Bage Kabupaten Simalungun

Foto Ilustrasi. (BS)

Haranggaol-Konten Kreator Dani Elbona meneksplorer kondisi Jalan Lingkar Danau Toba dari Haranggaol menuju Bage di Kabupaten Simalungun. Dani Elbona melakukan perjalanan ke tempat yang belum dikenal untuk melihat secara langsung kondisi jalan akses desa yang belum pernah mendapatkan sentuhan pembangunan sejak dibuka puluhan tahun lalu.

Lewat Channel YouTube Dani Elbona yang sudah memiliki 51.5K subscribers ini, dalam rekaman video mempertontonkan secara kasat mata kondisi tak layak jalan lingkar Danau Toba dari Haranggaol menuju Bage di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. 

Jalan rusak parah puluhan tahun tidak diperbaiki membuat warga desa terisolir dan tertinggal. Demikian Dani Elbona memberikan judul dalam videonya. Tak hanya lewat Channel YouTube, Dani Elbona juga memposting video-video pendek tentang kondisi jalan rusak tersebut. 

Seperti lewat akun Tiktok Golongan Hitam dan Akun Facebook Daniel Bona. Dia dalam channel YouTube Dani Elbona pada video yang diposting 10 April 2026, telah ditonton sekitar 3,909 views dengan hastag #sumaterautara #indonesia #jalanrusak.

Jalan rusak parah sejak pertama kali di buka tahun 1995 belum pernah mendapat perbaikan. Jalan lingkar Danau Toba yang menghubungkan Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun dengan Kecamatan Tongging, Kabupaten Karo, kondisinya sangat memprihatinkan.

Dalam narasi videonya, Dani Elbona melanjutkan perjalanan melintasi dari Haranggaol, Desa Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Desa Nagori Purba, Desa Hutaimbaru, Soping, Baluhut dan Bage untuk mendokumentasikan kondisi infrastruktur jalan di pesisir Danau Toba. 

Melalui interaksi dengan warga setempat, terungkap bagaimana akses transportasi darat yang rusak berat berdampak pada distribusi hasil pertanian menuju pekan mingguan di Seribudolog, Kecamatan Silimakuta.


Channel YouTube Dani Elbona 


Jalan Dibuka TNI Masuk Desa

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Simalungun bekerjasama dengan TNI membuka jalan lingkar Danau Toba mulai Haranggaol menuju Bage guna mendukung percepatan pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba. "Telah dibuka jalan dari Haranggaol ke Bage sepanjang 25 Km," ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Simalungun Ir Johanes Gurning, Minggu (19/6/2016) kala itu.

Pembukaan jalan itu, menurut Johanes, juga sebagai program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). Proses pengerjaannya ditargetkan akan selesai September 2016 atau Oktober 2016 paling lambat."Kita bekerjasama dengan militer dari Batalion Zenit Tempur dan Kodim 0207 Simalungun," tuturnya.

Guna menyukseskan pembukaan jalan itu, Pemkab Simalungun mengalokasikan anggaran Rp 11 miliar. Johanes Gurning juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang mau membebaskan lahannya yang terkena pembukaan jalan.

"Jalan itu dalam upaya mendukung pengembangan kawasan strategis Danau Toba. Sekarang sudah proses pengerjaan, mudah-mudahan bisa selesai September," ujar Johanes.

Channel YouTube Dani Elbona 

5 Ruas Jalan Lingkar Danau Toba

Kala itu, Pemkab Simalungun sudah mengusulkan pembangunan 5 ruas jalan lingkar Danau Toba agar mendapat bantuan dari pusat melalui sumber dana DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2017.

Johanes Gurning mengutarakan, pengusulan pembangunan jalan lingkar luar Danau Toba tersebut  juga dalam  upaya pengembangan kawasan strategis Danau Toba dan terkoneksi dengan jalan nasional atau jalan provinsi.

Kelima ruas jalan itu antara lain, jalan Tongging-Bage-Nagori Sihalpe-Haranggaol Horison sepanjang 20,50 Km, jalan Haranggaol-Simpang Salbe-Sipintuangin Dolok Pardamean sepanjang 14,50 Km, jalan Simpang Salbe-Tigaras-Tambunrea-Simpang Tiga Dolok Pardamean sepanjang 12 Km.

Kemudian, jalan lingkar Danau Toba mulai Tambunrea-Sipolha-Hutamula Kecamatan Pamatang Sidamanik sepanjang 6,15 Km dan ruas jalan Sipolha-Repa-Silau Utu Pamatang Sidamanik sepanjang 4,60 Km.

Johanes Gurning berharap, pengusulan pembangunan kelima ruas jalan strategis tersebut dapat direalisasikan tahun 2017, sehingga kelak memperlancar jalur transportasi menuju Danau Toba atau sebaliknya. Dengan demikian diyakini kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara akan semakin meningkat.(AsenkLeeSaragih) 

BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar