Sabtu, 02 Mei 2015

Gubernur Jambi Berharap Pusat Tingkatkan Dana Kedaerah

WAPRES JK DAN GUB JAMBI HBA SAAT SESI WAWANCARA

JAMBI-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) berharap agar rencana Pemerintah Pusat untuk meningkatkan transfer dana ke daerah betul-betul direalisasikan. Dana dari pusat sangat dibutuhkan guna percepatan pembangunan di daerah. 

Harapan itu dikemukakan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) usai Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016, bertempat di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4/15).

Tema Musrenbangnas Tahun 2016 yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, H.Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, H.Jusuf Kalla tersebut adalah “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Meletakkan Fondasi Pembangunan yang Berkualitas.”


Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, bahwa penekanan pembangunan sekarang adalah kecepatan dan fokus. “Fokus harus jelas. Dan, pembangunan infrastruktur kita diarahkan pada pembangunan infrastruktur pertanian, infrastruktur irigasi, infrastruktur jalan baik jalan nasional, jalan provinsi mapun jalan kabupaten/kota, pelabuhan, dan airport. Konsentrasi anggaran kita akan menuju itu,” ujar Jokowi.

Presiden mengemukakan, pada tahun 2016, kemungkinan setiap kabupaten/kota akan mendapatkan tambahan dana Rp100 miliar dari APBN.

“Pada tahun 2016, transfer dana ke daerah akan ditingkatkan senilai Rp106 triliun,” ungkap Jokowi. Namun, kata Jokowi, tidak harus Rp100 miliar setiap kabupaten/kota, variatif, “Bisa Rp60 miliar atau Rp70 miliar. Didasarkan pada berbagai indikator, yakni tata kelola, indeks korupsi, indeks pembangunan kesehatan, infrastruktur dasar, dan sebagainya,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, peningkatan transfer dana ke kabupaten/kota akan diwujudkan dalam bentuk instruksi presiden (Inpres), contohnya Inpres Pembangunan SMK, Inpres Pembangunan Pasar, dan Inpres Pembangunan Jalan.

Jokowi mengatakan, peningkatan transfer dana ke kabupaten/kota itu tidak permanen, tahun 2016 diberikan, 2017 belum tentu diberikan, bisa Provinsi yang diberikan, tergantung kemampuan APBN. “Mudah-mudahan kabupaten/kota diberikan, provinsi juga diberikan,” harap Jokowi.

“Kita mengurangi belanja-belanja di Pusat, kemudian meningkatkan dana ke daerah,”ungkap Jokowi. Jokowi menjelaskan, alasan peningkatan transfer dana ke daerah, terutama ke kabupaten/kota tahun 2016 dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah, khususnya pembangunan infrastruktur adalah karena anggaran hampir semua kabupaten/kota sangat kecil untuk pembangunan. “Rata-rata hanya 18% untuk pembangunan,” ungkap Jokowi.

Jokowi berharap ruang fiskal lebih baik untuk meningkatkan anggaran untuk belanja pembangunan. Jokowi berpesan supaya kecepatan serapan anggaran menjadi perhatian penting. “Kecepatan serapan anggaran harus betul-betul diperhatikan yang akan menstimulus pertumbuhan ekonomi,” jelas Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan, besok (Kamis, 30 April 2015), akan dilakukan groundbreaking (pemancangan) Jalan Tol Trans Sumatera.

Menanggapi arahan Presiden RI Jokowi itu, HBA menyatakan, kalau memang itu terjadi, luar biasa. “Tapi itu baru perencanaan, pemikiran presiden kearah itu. Mudah-mudahan itu menjadi kenyataan, termasuk akan membantu kabupaten/kota rata-rata Rp100 miliar. Nanti kita lihat perkembangannya, mudah-mudahan itu betul-betul diwujudkan,” tutur HBA.

Ketika ditanya tentang kesiapan kabupaten/kota dalam “menangkap” dana-dana dari Pusat, HBA mengemukakan, kalau ditanyakan kesiapan, pasti siap, kabupaten/kota ini kan butuh duit, terutama masalah infrastruktur jalan. 

“Para bupati/walikota mengalami kesulitan dana untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan. Kalau itu memang nanti bisa terealisasi, luar biasa lompatannya, dan bupati/walikota juga dituntut masyarakat untuk memperbaiki jalan, termasuk juga gubernur. Itulah selama ini yang kita keluhkan kepada Pemerintah Pusat, tolong intervensi pembangunan jalan-jalan kabupaten/kota didalam Provinsi Jambi,” jelas HBA.

Terkait rencana groundbreaking (pemancangan) Jalan Tol Trans Sumatera, HBA menyatakan bahwa dalam Tol Trans Sumatera, Provinsi Jambi masih dalam tahap penjajakan. “Provinsi yang diutamakan kelihatannya provinsi yang lalu lintasnya kepadatannya sangat tinggi, seperti Lampung dan Palembang (Sumatera Selatan). Kita mudah-mudahan menyusul. Yang jelas kita dalam tahap pembebasan dan inventarisasi lahan, baik tol maupun kereta api Trans Sumatera,” kata HBA.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, Andrinov Chaniago, dalam laporannya menyampaikan, pembangunan nasional memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur yang diarahkan pada ketahanan pangan, ketahanan energi, kemaritiman, pariwisata, dan industri.

Andrinov mengingatkan agar dalam pembangunan tidak melepaskan momentum yang telah tercapai. Andrinov mengatakan, target pertumbuhan ekonomi (nasional) tahun 2016 6,4 sampai 6,5% dengan inflasi terkendali 4,0%, persentase kemiskinan 9 sampai 10%, persentase pengangguran 5,2 sampai 5,5%, dan rasio pajak 13,3%.

Pada kesempatan tersebut, diberikan Penghargaan Pangripta Nusantara 2015, yakni penghargaan kepada daerah yang berhasil menyusun dokumen perencanaan pembangunan secara baik, komprehensif dan konsisten, serta Penghargaan MDGs (MDGs Award), yaitu penghargaan kepada daerah yang capaian tujuan pembangunan milenniumnya paling baik. (Lee)

Tidak ada komentar: