Selasa, 11 Juni 2013

LSM Tuding PetroChina Buka Sumur Ilegal di Blok Bangko


Panglima ANJALI, Adri SH Pimpin UNRAS Ke Kantor Petro Cina dengan buka baju.
Jambi, Bute Ekspres

Aliansi Mahasiswa, Pemuda, LSM Jambi (ANJALI) menuding ada sumur milik PetroChina yang ilegal di Blok Bangko, tepatnya di daerah Pelawan Kabupaten Sarolangun. Tudingan ini disampaikan ANJALI dalam unjukrasa yang berujung pada pertemuan dengan pihak PetroChina, Jumat (7/6) di Kantor PetroChina, Paal Merah Kota Jambi.

Massa ANJALI menggelar aksi demo di depan kantor PetroChina di Jalan Sultan Syahril RT 23 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Ada beberapa poin yang dituntut oleh massa ANJALI. Diantaranya, menuntut segera dilakukan nasionalisasi aset PetroChina.

Selain itu, ANJALI juga mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Pemkab Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) degan menyegel 20 sumur migas PetroChina di Tanjabtim karena tak ada ijin.

Setelah puas berorasi, akhirnya perwakilan pendemo diterima oleh pihak PetroChina. Saat pertemuan berlangsung, pendemo lainnya masih terus berorasi di depan kantor PetroCina.

“Ada sumur milik PetroChina yang ilegal di Blok Bangko,”kata  Adri SH, Panglima ANJALI. Menanggapi hal ini, perwakilan PetroCina, Banu, mengatakan sebagian sumur PetroChina di Blok Bangko telah memiliki izin. Sedangkan sebagian lainnya, masih dalam proses untuk mendapatkan izin.

Namun saat dikonfirmasi ulang usai pertemuan dengan ANJALI, Banu enggan untuk memberikan keterangan. Bahkan ia membantah telah mengatakan ada sebagian sumur PetroChina di Blok Bangko yang masih dalam pengurusan izin.

“Saya tidak mengatakan itu. Saya tidak mau menjadi polemik. Sebaiknya kemajuan-kemajuan yang telah dicapai antara Bupati Tanjabtim dengan SKK Migas terkait permasalahan dengan PetroChina segera direalisasikan. Kami sekarang ini tidak akan memberikan keterangan apapun untuk menjaga agar tidak terjadi polemic,”katanya.

Sebelumnya Panglima ANJALI, Adri SH Adri, meminta agar mereka difasilitasi oleh Polda Jambi untuk bertemu dengan pejabat utama PetroChina dan SKK Migas.

Pertemuan itu dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari aksi demo ANJALI di kantor PetroChina, Jumat (7/6).


Permintaan tersebut disampaikan Adri saat menggelar pertemuan dengan pihak PetroChina, yang juga dihadiri oleh Direktur Intelkam dan Direktur Pam Obvit Polda Jambi. Pihak-pihak yang diminta ANJALI agar dihadirkan dalam pertemuan tersebut adalah Presiden Direktur PetroChina, Ahmad Sabidi selaku GM Blok Jabung dan Blok Bangko, Manager Blok Jabung, Manager Blok Bangko, dan SKK Migas.

“Selain itu kami juga minta Bupati Tanjabtim, Tanjabbar, Sarolangun, Merangin, serta pihak-pihak terkait lainnya seperti Dinas Kehutanan maupun ESDM,”katanya.

Sementara itu Direktur Intelkam Polda Jambi, Kombes Pol Bagus Kurniawan, mengharapkan adanya komunikasi yang baik antara pihak ANJALI dengan PetroChina. Terkait permintaan ANJALI, Bagus mengatakan pihaknya akan berupaya untuk memfasilitasinya.

Pertemuan antara pihak PetroChina dengan perwakilan massa ANJALI berlangsung menarik. Berhadapan dengan perwakilan PetroChina, Panglima ANJALI, Adri, dan beberapa orang lainnya dari massa ANJALI, semuanya membuka baju mereka.

Dalam pertemuan tersebut, ANJALI menuding PetroChina hanya mementingkan kepentingan sendiri, tanpa mementingkan kepentingan masyarakat Jambi. “Selama ini susah sekali meminta perhatian dari PetroChina,”kata Andri. srg

Tidak ada komentar: