Ayah…
Tuhan sudah memanggilmu pulang,
ke tempat di mana tak ada lagi air mata, tak ada lagi rasa sakit.
Dan meski hatiku belum siap,
aku percaya bahwa rencana Tuhan Yesus selalu yang terbaik.
Aku anak perempuanmu satu-satunya,
dan aku masih berharap bisa memelukmu,
mengucapkan terima kasih dan menyampaikan betapa aku bangga padamu.
Namun kehendak Tuhan mendahului keinginanku.
Ayah,
Engkau bukan hanya seorang bapak bagi kami 9 anak mu
tapi juga hamba Tuhan yang setia.
Sebagai St. Berlin Manihuruk (TKG), engkau menghidupi imanmu
bukan hanya lewat kata, tapi lewat tindakan dan kasih.
Engkau telah menyelesaikan pertandingan dengan baik,
telah mencapai garis akhir dengan iman yang teguh (2 Timotius 4:7).
Aku tahu, sekarang engkau telah menerima mahkota kehidupan
yang disediakan bagi orang yang mengasihi Tuhan.
Ayah…
Terima kasih untuk teladan hidupmu,
untuk doa-doamu yang tak pernah putus bagi anak-anakmu,
untuk didikan, ketegasan, dan kasihmu yang diam-diam tapi nyata.
Engkau adalah berkat dalam hidupku.
Kini kau telah tenang dalam pelukan Bapa Surgawi.
Dan aku akan terus berjalan di dunia ini,
membawa namamu dengan bangga dan memuliakan Tuhan seperti yang kau ajarkan.
Sampai kita bertemu lagi di surga kelak,
dalam sukacita kekal yang tidak akan pernah berakhir.
Istirahatlah dengan damai, Ayah.
Dalam kasih Tuhan Yesus,
Putrimu yang merindukanmu… selalu.
To My Dearest Father, St. Berlin Manihuruk (TKG)
Dear Dad,
God has called you home—to a place where there is no more pain,
no more tears, and no more sorrow.
Even though my heart wasn’t ready to let you go,
I believe His timing is always perfect.
I am your only daughter,
and it breaks my heart that I couldn't be by your side
in your final moments on this earth.
Distance and circumstances separated us
but nothing could ever separate you from my love and prayers.
Dad,
You were more than just a father.
You were a servant of God—a faithful man who walked with Christ
not only through words, but through your life and actions.
As St. Berlin Manihuruk (TKG), you lived out your calling with humility and strength.
You fought the good fight, you finished the race, and you kept the faith (2 Timothy 4:7).
Now, I believe you have received the crown of righteousness
prepared for those who love and serve the Lord.
Thank you, Dad,
for your quiet sacrifices, for your unwavering faith,
and for the love you gave even in silence.
You shaped my life more than words can say.
Though I grieve your absence,
I also rejoice in knowing that you now rest in the eternal presence of our Savior.
I will continue to carry your name with pride,
and I’ll strive to live a life of faith as you taught me.
Until we meet again in the glory of heaven,
rest well, Dad. You are deeply loved and forever missed.
With all my love,
Your daughter (Riana Saragih Manihuruk).❤️❤️❤️
❤️❤️❤️✍️✍️✍️ Mtl, 29 August 2025
0 Komentar