Senin, 05 Oktober 2015

Debat Cagub Jambi Tidak Singgung Penanggulangan Bencana Asap

CAGUB HBA (KIRI) DAN CAGUB ZUMI ZOLA (KANAN)
Jambi- Warga masyarakat Kota Jambi mengaku kecewa terhadap dua pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jambi, Hasan Basri Agus ( HBA) – Edi Purwanto (EP) dan Zumi Zola Zulkifli (ZZZ) – Fachrori Umar. Kekecewaan tersebut mencuat karena kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi tersebut tak sedikit pun menyinggung perihal penanggulangan bencana asap dan kebakaran hutan pada debat publik pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2015.

Arlis (50), warga Paal 8, Kenali Asam Bawah, Kotabaru, Kota Jambi kepada SP di Jambi, Minggu (4/10) mengatakan, dia sangat kecewa terhadap kedua cagub Jambi karena tidak menyampaikan rasa prihatin dan tidak memberikan solusi terkait bencana asap yang melanda Jambi sejak Juli hingga Oktober ini. Kedua cagub yang mengikuti debat publik cagub peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 tersebut hanya fokus pada penyampaian program - program mereka untuk memenangkan pilkada.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa para pejabat di Jambi kurang peduli terhadap masalah asap, kebakaran hutan dan lahan. Rasa kurang peduli tersebut membuat penanggulangan bencana asap dan kebakaran hutan sekarang ini sangat lamban. Kurangnya kepedulian pejabat di Jambi terhadap bencana asap dan kebakaran hutan juga menyebabkan terjadinya bencana asap dan kebakaran hutan serta lahan setiap tahun," katanya.

Sementara itu, pantauan SP pada pelaksanaan debat publik cagub Jambi di Ratu Convention Center (RCC) Kota Jambi, Sabtu (3/10) malam, cagub hanya fokus pada program yang akan mereka usung untuk memenangkan pilkada nanti. Bahkan cagub HBA lebih banyak mengungkapkan keberhasilan pembangunan Jambi selama Dia menjabat Gubernur Jambi lima tahun terakhir.

Ketika moderator debat publik cagub Jambi, Bambang Purwoko dari Universitas Gajah Mada ( UGM) Yogyakarta menyampaikan pertanyaan mengenai penegakan hukum yang adil, kedua cagub Jambi tidak sedikit pun menyinggung tentang penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan. Kemudian ketika moderator menanyakan mengenai program pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kedua kandidat pun tidak menyinggung tentang penanggulangan asap yang telah menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat luas di Sumatera hingga ke luar negeri.

Kedua kandidat lebih banyak memaparkan visi – misi mereka jika terpilih menjadi Gubernur Jambi periode 2016 – 2020. Cagub Jambi nomor urut 1, HBA pada kesempatan tersebut lebih banyak menjelaskan mengenai keberhasilan Jambi melaksanakan program satu miliar satu keamatan (samisake). Melalui program tersebut, Jambi sukes melaksanakan bedah rumah, meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan usaha ekonomi keluarga kurang mampu. Kemudian HBA juga memaparkan mengenai keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan dan pelabuhan.

Sementara itu cagub Jambi nomor urut 2, ZZZ pada debat publik tersebut lebih banyak memaparkan program peningkatan investasi, percepatan pembangunan ekonomi melalui pembangunan agribisnis serta transparansi pembangunan. Kemudian ZZZ juga mengemukakan pentingnya pemerintahan bersih dan berkualitas untuk mempercepat laju pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga masyarakat.

"Supaya aparatur pemerintah bisa bekerja lebih profesional dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) maka tradisi titip menitip dalam perekrutan pegawai negeri sipil (PNS) harus dihilangkan. Kemudian transparansi pembangunan juga perlu dilakukan melalui pemanfaatan media sosial," katanya.

(Sumber: Beritasatu.com)
Radesman Saragih/PCN
Suara Pembaruan

Tidak ada komentar: