Halaman

Kamis, 30 September 2010

Ir Bernhard Panjaitan MM Dilantik Jadi Kadis Perhubungan Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus (HBA) melantik Ir Bernhard Panjaitan MM menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi bersama sejumlah pejabat Eselon II, III dan IV lingkungan Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (29/9). Bernhard Panjaitan sebelumnya menjabat Kepala Bidang Binamarga PU Provinsi Jambi dan menjadi satusatunya pejabat dari etnis Batak Kristen Protestan (HKBP) yang dilantik masa kepemimpinan pasangan Gubernur Jambi HBA-H Fachrori Umar.

Pengucapan Janji : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus membacakan sumpah dan janji jabatan kepada Ir Bernhard Panjaitan MM didampingi Rohaniawan (Protestan), Rabu (29/9). Gubernur Jambi pada kesempatan itu juga melantik puluhan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Provinsi Jambi. Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Gubernur Jambi, HBA dalam sambutannya mengatakan, pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jambi merupakan pelaksanaan akselerasi pembangunan menuju Visi dan Misi “JAMBI EMAS” 2015.

“Pelantikan ini bukan karena faktor suka tidak suka atau unsure politis. Pejabat yang dilantik berdasarkan karier dan kinerja yang professional. Pejabat yang dilantik juga bisa mengembangkan inovasi, kreativitas dalam pencapaian misi dan visi Jambi lima tahun kedepan,”katanya.

Menyinggung satu-satunya pejabat yang dilantik (Ir Bernhard Panjaitan MM) bukan muslim, menurut Gubernur Jambi, hal itu berdasarkan kemampuan kinerja yang bersangkutan cukup baik. Pejabat professional dan loyalitas akan tetap diperhatikan peningkatan kariernya.

“Kita menempatkan pejabat bukan berdasarkan Suku, Agama atau Ras. Siapa yang mampu dan professional akan kita utamakan. Profesionalisme kerja dan pertanggungjawaban harus lebih diutamakan. Pak Ben kita promosikan dulu di Dishub Provinsi Jambi. Saya yakin Pak Ben mampu memangku jabatan itu,”katanya.

Tetap Bersyukur

Ir Bernhard Panjaitan MM tetap bersyukur dirinya dipercayakan Gubernur Jambi menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi. Dirinya mengatakan kalau jabatan itu adalah amanah yang harus dijalankan serta dipertanggungjawabkan. Dirinya juga tetap akan meningkatkan kinerja khususnya pada jabatan yang baru tersebut.

“Saya bersyukur kepeda Tuhan Yang Maha Esa bisa dipercayakan dengan jabatan baru ini. Ini harus saya emban dengan penuh pertanggungjawaban serta dalam kinerja yang professional. Saya bersama staf akan bersama-sama membenahi apa yang belum maksimal di Dinas Perhubungan Provinsi Jambi. Usai serah terima jabatan, saya akan kumpulkan karyawan guna memberikan pengarahan dalam pencapaian kinerja yang terukur seperti dicanangkan Gubernur Jambi,”katanya.

Ir Bernhard Panjaitan MM juga meminta dukungan dan masukan dari berbagai pihak terkait persoalan Dinas Perhubungan di Provinsi Jambi. Pihaknya juga akan memprioritaskan perhubungan darat khususnya jalur ekspor-import serta percepatan pengembangan Bandara Sultan Taha Jambi serte percepatan pembangunan Bandara International Muarobungo. rosenman manihuruk

Ir Bernhard Panjaitan MM didampingi Rohaniawan (Protestan) Departemen Agama Provinsi Jambi (Lubis).


Ir Bernhard Panjaitan MM didampingi istri tercinta Dra Suriantini br Silaen.



Istri Gubernur Jambi Ny Yusniana Hasan Basri Agus memberikan ucapan selamat kepada Ir Bernhard Panjaitan MM dan istri Dra Suriantini br Silaen.



Ketua DPRD Provinsi Jambi Efendi Hatta memberikan ucapan selamat kepada Ir Bernhard Panjaitan MM dan istri Dra Suriantini br Silaen.

Walikota Jambi dr Bambang Priyanto memberikan ucapan selamat kepada Ir Bernhard Panjaitan MM dan istri Dra Suriantini br Silaen.


Rektor Universitas Jambi H Kemas Arsyad Somad memberikan ucapan selamat kepada Ir Bernhard Panjaitan MM dan istri Dra Suriantini br Silaen. Fotofoto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih-0812 7477587).

Gubernur Lantik Pejabat Eselon II Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, melantik pejabat eselon II, III dan dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (29/9).

Menurut Gubernur Jambi, karenanya alih tugas jabatan adalah merupakan suatu kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi serta upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi tersebut.

Disebutkan, pelantikan pada hari ini bukanlah didasari atas pertimbangan suka atau tidak suka dan pertimbangan politik, akan tetapi Gubernur berpikir bagaimana program pembangunan lima tahun kedepan ini dapat diwujudkan dan berkwalitas, sehingga cita-cita untuk mensejahterakan rakyat di Provinsi Jambi dapat terwujud.

“Bahwa indikator keberhasilan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sangat bergantung seberapa besar kinerja yang dihasilkan oleh suatu organisasi dalam mengimplementasikan setiap program yang ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan program yang berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat,”katanya.

“Saya selaku Gubernur, memiliki visi JAMBI EMAS 2015 dengan program prioritas meningkatkan inprastruktur wilayah dan energy, sosoal budaya, pengembangan ekonomi rakyat, investasi dan kepariwisataan; ketahanan pangan dan sumberdaya alam serta lingkungan hidup dan penataan tata pemerintahan yang baik,”katanya.

Para pejabat yang masih menduduki jabatan struktural saat ini, Gubernur meminta agar melaksanakan prioritas pembangunan tersebut dengan penuh rasa tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi.

Para pejabat Eselon II yang dilantik yakni Drs. ABD. ZAKI, M.Si dilantik sebagai Asisten Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Fauzi Syam, SH, MH dilantik sebagai Kepala Balitbangda Provinsi Jambi, Drs. H. Erwan Malik, MM dilantik sebagai Inspektur Provinsi Jambi.

Kemudian Ir. PB. Panjaitan, MM dilantik sebagai Pj. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Drs. H. A. Haris. AB, MM dilantik sebagai Kepala Biro Ekbang Setda Provinsi Jambi, Ir. Achmad Djunaidi, Ces dilantik sebagai Pj. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi.

Selanjutnya dr. Andi Oada, M. Kes dilantik sebagai Pj. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Drs. Idham Kholid, ME, dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggantikan Drs Rahmad Derita Harahap, dr. Hj. Hernayawati dilantik sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi, M. Jailani, SH dilantik sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi. ruk

Info Tambahan
Untuk eselon III yakni 1.Hendrizal, S.Pt, MM dilantik sebagai Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Prov. Jambi di Jakarta, 2. Dra. Luthpiah dilantik sebagai Kabid Pengelola Arsip Pada Badan Perpustakaan dan Arsip daerah Provinsi Jambi, 3. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Prov. Jambi, 4. Fatri Suwandri, BE dilantik sebagai Pj. Kabid Perumahan pada Dinas Pekerjaan Umum Prov. Jambi,

5. Ir. Iskandar Is, S.Pi dilantik sebagai Pj. Kabid Sumberdaya Air Dinas PU Prov. Jambi, 6. Nasirwan Azri,ST,MA dilantik sebagai Kabid Tata Ruang Dinas PU Provinsi Jambi., 7.Ir. APIT, MM dilantik sebagai Kepala UPTD Balai Alkal pada Dinas PU Prov. Jambi, 8. Ir. Asmarjani, MM dilantik sebagai Kabid Bina Marga pada Dinas PU Prov. Jambi, 9. Masrul Arifin, BBA, SE dilantik sebagai Pj. Sekretaris pada Badan Koodinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Prov. Jambi,

10. Ir. Bastari dilantik sebagai Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Badan Koodinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Prov. Jambi, 11. dr. Agustina dilantik sebagai Direktur Palayanan dan Keperawatan pada RSUD Raden Matthaher Pangan Prov. Jambi, 12. Suharso, SE, M. Si dilantik sebagai Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD Raden Matthaher Pangan Prov. Jambi,

13. Budiono, SE dilantik sebagai Kabag Anggaran pada Biro Keuanagan Setda Prov. Jambi, 14. Muhammad Rum, SE dilantik sebagai Pj. Kabag Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan pada Biro Kesramas Setda Prov. Jambi, 15. Harnowo dilantik sebagai Pj. Kabid Perikanan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jambi,

16. Ir. Adlis Ilyas dilantik sebagai Kepala UPTD Laboratorium Pengujian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jambi, 17. Dra. Asnawati dilantik sebagai Kepala UPTD Balai benih Ikan dan Laboratorium Hasil Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jambi, 18. Mahyuddin. A.Pi dilantik sebagai Sekretaris Dinas Kelautan dan Prikanan Prov. Jambi, 19. H. Hasan Basri, S. Ag dilantik sebagai Sekretaris Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Prov. Jambi,

20. M. Ramli, BBA, SE dilantik sebagai Kabag Sandi dan Telekomunikasi pada Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Jambi, 21. Suwarto, S. Sos dilantik sebagai Pj. Kabag TU pada RSJ Daerah Prov. Jambi, 22. Mukti, SE, ME dilantik sebagai Pj. Kabag Umum pada Sekretaris Dewan Pengutus Korpri Prov. Jambi, 23. Drs. Achyar dilantik sebagai Kabid Pengembangan Kapasitas pada Satuan Pol PP Prov. Jambi, 24. Nur Muhammad, SE, MM dilantik sebagai Pj. Kabag TU pada Satuan Pol PP Prov. Jambi.

Sedangkan untuk Eselon IV dilantik satu orang yakni ; M. Ridwan, SH staf pada Biro Umum Setda Provinsi Jambi dilantik sebagai Kasubbag TU Pimpinan pada Biro Umum Setda Provinsi Jambi.

Hadir pada kesempatan ini Unsur Muspida Provinsi Jambi, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan swasta di Jambi, para Kepala Dinas, Badan, Biro dan kantor di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Kepala Kementrian Agama Provinsi Jambi, Walikota Jambi dan undangan lainnya. ruk



Fotofoto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih-0812 7477587).

Gubernur Jambi Minta Mendagri Tegas Soal Sengketa Pulau Berhala

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus (HBA) meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk tegas dalam menentukan sikap atas kepemilikan Pulau Berhala antara Provinsi Jambi dan Provinsi Kepulauan Riau. HBA juga siap jika keputusan kepemilikan hak pulau tersebut berlanjut hingga ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).
Gubernur Jambi HBA. Foto Asenk Lee Saragih.

Hal itu ditegaskan HBA kepada wartawan di Jambi, usai melantik sejumlah pejabat Eselon II, III dan IV lingkungan Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (29/9). Menurutnya, persoalan kepemilikan Pulau Berhala sudah lama, sehingga perlu ketagasan sikap dalam putusan hak milik tersebut.

“Dari kedua belah pihak Jambi dan Kepri sama-sama memiliki dasar sejarah yang kuat. Jambi juga sangat kuat karena merupakan makam Raja Jambi. Kita minta Mendagri tegas dalam melakukan pemilik pulau tersebut. Jambi siap jikapun keputusan itu harus berakhir di MK,”katanya.

Menurut Gubernur Jambi, batas Provinsi Jambi hingga kini masih banyak yang belum tuntas seperti Jambi-Riau, Jambi-Sumsel dan jambi Sumatera Barat. Batas wilayah ini harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan konflik dimasyarakat.

Disebutkan, Mahkamah Konstitusi tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan masalah kepemilikan Pulau Berhala, kecuali perancangan, pembahasan atau pun isi undang-undang tersebut melanggar konstitusi.

Sengketa Pulau Berhala telah berlangsung sekitar 28 tahun silam atau sebelum Provinsi Kepri dimekarkan dari Provinsi Riau. Namun hingga sekarang belum tuntas karena kedua wilayah memiliki argumen tersendiri mengklaim pulau yang memiliki luas sekitar 200 ha.

Pulau Berhala yang berjarak sekitar 12 mil dari pantai Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi sekarang dalam status quo atau diambil alih pemerintah pusat sampai ada penyelesaian atau status jelas kepemilikan pulau tersebut milik Jambi atau Kepri.

Sementara puluhan penduduk di Pulau Berhala memiliki dua kartu tanda penduduk (KTP) yaitu KTP Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Provinsi Kepri dan Jambi masih merebutkan kepemilikan Pulau Berhala yang terletak di dekat Dabo Singkep (Kepri) sekitar 35 menit perjalanan speedboat. Sengketa kepemilikan tersebut sejak lama hingga kini belum selesai karena dari sisi status wilayah diklaim oleh Kepri tapi pemilik atau penggarap di pulau tersebut sebagai keturunan Datuk Berhalo, Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Permukiman Milik Warga Jambi. Foto Rosenman Manihuruk.

Untuk diketahui Pulau Berhala ini termasuk dalam wilayah Desa Berhala, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Sedangkan Provinsi Jambi kini telah mengubah nama Pulau Berhala menjadi Pulau Dermaga Lamo, yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. ruk

Jasad Perampok ATM di Padang Dikubur di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Jasad pelaku perampokan mesin ATM di Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Hendra (30), warga RT 05 Arab Melayu, Pelayangan, Seberang Kota Jambi (Sekoja) dimakamkan di Sekoja, Rabu (29/9). Proses pemakaman Hendra dijaga ketat aparat kepolisian.

Menggunakan ambulan Rumah Sakit M. Jamil, Padang, Sumatera Barat, jasad Hendra tiba di rumah sekitar pukul 5.30 WIB, Rabu (29/9). Jasad Hendra dimakamkan sebelum sholat Zuhur.

Kerabat dan keluarga tampak ramai berkumpul dirumah Hendra. Terlihat juga petugas kepolisian dari Polsek Pelayangan berjaga-jaga. Namun pihak keluarga melarang wartawan untuk melakukan peliputan proses pemakaman Hendra.

Hendri, adik kandung Hendra mengaku kaget mendengar berita tewasnya Hendra. Warga RT 05 Arab Melayu, Pelayangan, Seberang Kota Jambi (Sekoja) mengenal Hendra warga baik-baik.

“Saya masih tidak percaya pada kejadian yang dialami kakak saya ini. Sebelum diberitakan tewas ditembak polisi, Hendra sempat berpamitan menjelang berangkat. Saya yakin jasad salah seorang pelaku perampokan yang dilihatnya di tv adalah Hendra,”ujar Hendri.

Isteri Hendra, Nurlela, mengungkapkan, saat pamitan suaminya mengaku akan pergi menjual besi ke Lampung. Ia terkejut begitu melihat pelaku perampokan ATM di UBH Padang yang tewas ditembak polisi adalah suaminya.

Keluarga Hendra ikhlas menerima kepergian Hendra, walau dengan cara tidak wajar. Ketua RT 05 Arab Melayu, Pelayangan, Sekoja, Rahman, menyatakan, berdasar data di RT, nama Hendra sebenarnya Suhardi, akrab dipanggil Adi. Ia warga pendatang dari Tembilahan, Riau, dan menikah dengan Nurlela, warga asli Sekoja, 11 tahun silam. ruk

Rabu, 29 September 2010

Penjual Sofwer Palsu di Jambi Marak

Jambi, BATAKPOS

Penjualan sofwer palsu di sejumlah toko computer di Jambi kini marak. Jajaran Polda Jambi akan melakukan rajia penjualan dan peredaran sofwee palsu di toko-toko computer. Kini banyak beredar sofwer palsu windows oleh penjual computer serta toko service computer.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Selasa (28/9) kepada wartawan mengakui maraknya peredaran sofwer palsu computer. Pihaknya juga dalam waktu dekat akan melakukan penertiban terkait peredaran tersebut.

Disebutkan, tingginya peredaran sofwer palsu tersebut karena tingginya permintaan pengguna computer. Karena mahalnya sofwer asli, si penjual computer menawarkan sofwer palsu yang harganya lebih murah.

Sementara itu berdasarkan informasi yang didapat BATAKPOS Selasa (27/9), oknum polisi di Jambi melakukan pemerasan terhadap pemilik toko computer “E” karena mengetahui penjual computer menjual sofwer palsu windows. Seorang oknum polisi berpakaian preman berpura-pura memperbaiki komputer. Oknum itu minta instal ulang windows pada laptopnya.

Setelah proses instalasi selesai pemilik laptop datang bersama seorang polisi dan langsung menahan barang bukti, karena diduga menggunkan software windows ilegal. Menurut sumber, saat itu terjadi perundingan agar kasusnya tidak diteruskan. Oknum polisi tadi minta bayaran Rp 20 juta, namun ditolak. Akhirnya disepakati Rp 5 juta.

Dalam razia itu polisi sedang menertibkan toko-toko komputer yang memasarkan software komputer ilegal. Biasanya, sebuah komputer baru tidak dilengkapi dengan software. Software baru bisa diinstal setelah komputer jadi dibeli. Tapi di toko "E" ada komputer baru sudah terinstal windows.

Menurut sumber, seorang tekhnisi toko komputer ditahan di Mapolda Jambi. Tekhnisi tersebut ditahan lantaran permintaan polisi tidak dipenuhi pemilik toko. Belum jelas benar alasan dilakukannya razia tersebut. Belum ada satu media pun di Jambi yang memberitakan kejadian tersebut. ruk

Mahasiswa dan PKL Tuntut Lokasi Berjualan

Jambi, BATAKPOS

Mahasiswa dan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jambi melakukan unjuk rasa di Kantor Walikota Jambi menuntut agar Pemerintah Kota Jambi bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban PKL, Selasa (28/9). PKL juga meminta pemerintah setempat menyediakan tempat yang layak untuk berjualan.

Dalam orasinya, PKL menilai pemerintah terkesan tidak adil dalam melakukan penggusuran bahkan bertindak lebih arogan dengan membakar lapak para pedagang. Mereka juga mempertanyakan kenapa toko Indofood yang berada sama dengan lokasi lapak pedagang tidak digusur.

PKL juga meminta toleransi kepada pemerintah karena tempat mereka mencari makan telah dibakar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat melakukan penggusuran beberapa waktu lalu.

Staf Ahli Bidang Politik Pemerintah Kota Jambi, Renol, saat menemui para perwakilan PKL mempersilahkan para PKL untuk kembali berjualan ditempat semula selama satu minggu sambil mencari tempat baru.

“Kami mempersilahkan para PKL kembali menempati lapak mereka selama satu minggu menjelang ada tempat berjualan yang baru,”katanya.

Kemudian pengunjukrasa juga mengadukan nasib mereka ke DPRD Kota Jambi. Mereka disambut oleh anggota Komisi A Sartono dan Sapruddin Dwi Apriyanto, serta anggota Komisi B Hamid Jufri.

Anggota DPRD Kota Jambi berjanji akan melaporkan permasalahan ini ke pimpinan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Selain itu, mereka juga mengakui jika keberadaan Indofood telah menyalahi izin industri.

Aksi para PKL ini merupakan buntut dari pembongkaran yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi terhadap para PKL di depan Pasar Inpres Kebun Handil, Kota Jambi, Kamis (23/9) lalu. Selain itu, para PKL di kawasan telanaipura depan Kantor Gubernur, Kampus Unja, dan beberapa tempat juga ditertibkan oleh petugas. PKL diminta untuk tidak berjualan disembarang tempat. ruk

BPK Wajib Kawal Pemerintahan yang Baik


Jambi, BATAKPOS

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI wajib mengawal pejabat pemerintah sehingga bias mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Sebagai badan pemeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, Badan Layanan Umum, Badan Umum Milik Daerah dan lembaga atau badan lain, BPK RI diminta pro aktif dalam melakukan pembinaan kepada pengambil kebijakan keuangan.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) dalam sambutannya pada saat Peresmian Gedung Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi, Senin (27/9). Menurutnya, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah yang baik merupakan program prioritas nasional yang secara derivasi menjadi program prioritas pembangunan daerah yang dituangkan dalam RPJMD.

“Oleh karenanya didalam visi dan misi Saya selaku Gubernur Jambi periode 2010-2015 meletakkan tata kelola pemerintahan yang baik menjadi program prioritas pembangunan Provinsi Jambi 5 tahun kedepan. Dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, terdapat beberapa azas yang harus dikedepankan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan dan pemerintahan seperti azas transparansi, efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas,”katanya.

Disebutkan, BPK RI berperan strategis dalam rangka mewujudkan Good Governance sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2006 tentang Badan Pemerikasa Keuangan, pasal 6 ayat 1.

Gubernur Jambi mengatakan, keberadaan BPK RI Perwakilan Jambi secara signifikan telah memberikan kontribusi terhadap perubahan pola pikir aparatur pemerintah daerah terutama dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program dan kegiatan dalam APBD.

Hal ini ditandai dengan adanya upaya memperbaiki kualitas laporan pertanggungjawaban keuangan setiap tahunnya. Meskipun sampai saat ini opini yang diperoleh oleh Pemerintah Provinsi Jambi dan kabupaten/kota secara umum masih sebatas Wajar Dengan Pengecualian (WDP) kecuali Kota Sungai Penuh pada tahun pemeriksaan tahun 2010 mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

HBA mengatakan, pemeriksaan selanjutnya Provinsi Jambi mendaptakan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prestasi seluruh pemerintahan di Jambi sudah cukup baik, yang mana sudah delapan kabupaten yang mendapatkan opini WDP dan satu opini WTP. Kita harapkan provinsi Jambi mendapat opini WTP di tahun depan.

Ketua BPK RI Drs. Hadi Poernomo, Ak dalam sambutannya mengatakan, kini Perwakilan BPK Provinsi Jambi telah memiliki gedung kantornya sendiri yang terdiri atas tiga lantai dengan luas bangunan 3.080 meter persegi, dibangun diatas lahan seluas 5.286 meter persegi.

“Gedung baru tersebut menjadi tantangan bagi BPK untuk menunjukkan transparansi, akuntabilitas dan kinerjanya. Pembangunan gedung kantor ini merupakan salah satu perwujudan dari reformasi birokrasi yang telah dicanangkan BPK RI sejak tahun 2007,”ujarnya.

Disebutkan, sejak tahun 2007 kegiatan operasional BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi masih dilakukan dengan meminjam gedung eks DLLAJ milik Pemerintah Provinsi Jambi, yang terletak di Jalan Lingkar Barat I Nomor 78 Kelurahan Mayang Mangurai Kecamatan Kotabaru Kota Jambi.

Hadi Poernomo menghimbau agar para auditor BPK menjaga profesionalisme dan moral dalam mengemban tugasnya sebagai pemeriksa. Auditor BPK tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan yang mumpuni dibidang audit, tetapi juga dituntut memiliki etika, moralitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

Acara Peresmian Gedung Kantor BPK RI Perwakilan Jambi ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, para Unsur Muspida Provinsi Jambi, para Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi, para Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Jambi serta para undangan lainnya. ruk

PAUD Merupakan Prioritas Bentuk Kecerdasan Anak

HAN Tingkat Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Kita perlu berupaya bersama-sama, bersinergi, saling menunjang satu dengan yang lain, untuk mempersiapkan anak-anak kita agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah memberikan pendidikan yang baik bagi anak.
Moses Juneri Manihuruk dan Yobel Saragih Masa Depan Bangsa. Foto Asenk Lee Saragih.

Karena pendidikan merupakan modal utama dan tahapan yang sangat penting dalam proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan prioritas dalam membentuk kecerdasan anak. Program PAUD harus lebih ditingkatkan.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus (HBA), saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jambi tahun 2010, Selasa (28/09) bertempat dilapangan Kantor Gubernur Jambi.

Disebutkan, pemerintah menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Program wajib belajar pendidikan dasar Sembilan tahun harus terus diupayakan agar seluruh anak dapat mengikuti pendidikan dasar. Gubernur Jambi mengajak kepada seluruh stakeholder pembangunan, baik keluarga, dunia pendidikan, maupun masyarakat luas untuk memberikan layanan pendidikan, kesejahteraan dan perlindungan yang lebih baik kepada anak-anak.

Selanjutnya HBA mengatakan, anak merupakan amanah dari Allah SWT, dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, oleh karenanya anak-anak perlu mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah berupaya memberikan perhatian secara sungguh-sungguh kepada anak-anak, melalui UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pemerintah berupaya melindungi hak-hak anak yang merupakan hak asasi manusia, dengan landasan hukum yang jelas.

Gubernur Jambi menegaskan dirinya yakin bahwa dengan semangat dan tekat yang kuat kita akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga dapat menghasilkan putera-puteri terbaik jambi yang siap membangun jambi dimasa mendatang.

“Kita berharap dan berdoa semoga anak-anak Jambi dapat menjadi generasi masa depan yang dapat mewujudkan “JAMBI EMAS”,”katanya.

Terkait dengan adanya wacana tes keperawanan dalam penerimaan siswa baru, HBA mengatakan, pihaknya kurang sependapat dengan wacana Komisi IV DPRD Provinsi Jambi tersebut.

“Kiranya bukan dari sisi tersebut yang kita perhatikan dalam membuat kebijakan. Kita harus lebih memperkuat dari sisi agama. Kedepan kita harus lebih memperkuat pendidikan agama anak-anak kita dengan memberikan pengetahuan, penjelasan dan pemahaman mengenai apa yang diperbolehkan / dilarang oleh agama sesuai dengan yang dianutnya,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, H.Rahmad Derita Harahap, dalam laporannya menyampaikan peringatan HAN diselenggarakan setiap tahun sejak 1986. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No : 44/1984 tentang Hari Anak Nasional, yang ditetapkan setiap tanggal 23 Juli.

Tujuan diselenggarakan kegiatan HAN adalah untuk meningkatkan komitmen semua pihak dan menyebarluaskan informasi tentang pentingnya hak-hak anak utamanya hak untuk memperoleh pendidikan, pengasuhan, perlindungan, perawatan kesehatan dan gizi bagi anak oleh para pengambil kebijakan, orang tua dan masyarakat umum.

Adapun tema yang diambil pada peringatan HAN tahun 2010 adalah “Anak Indonesia Belajar Untuk Masa Depan”. Dengan mengambil sub tema “Kami Anak Indonesia, Jujur, Berakhlak mulia, Sehat, Cerdas dan Berprestasi.

Peringatan HAN 2010 dihadiri oleh kontingen pendidik dan anak PAUD dari seluruh kab/kota serta perwakilan anak dari seluruh lembaga PAUD, SD, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dari Kota Jambi dengan jumlah keseluruhan sekitar 10.000 orang.

Kegiatan peringatan HAN tingkat Provinsi Jambi ini berlangsung sejak tanggal 26 September yang lalu, yang dirangkaikan dengan berbagai aktivitas perlombaan kompetensi pendidik PAUD dan kreatifitas anak PAUD.

Turut hadir dalam puncak peringatan HAN tingkat Provinsi Jambi tahun 2010, Ketua DPRD, unsur muspida, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj.Yusniana Hasan Basri, bupati / walikota se Provinsi Jambi, para kepala SKPD lingkup provinsi, dan undangan lainnya. ruk




Play Group Sekolah Bina Kasih Kristen Jambi Ikut Pawai dalam HAN Tersebut. Foto Asenk Lee saragih.

Selasa, 28 September 2010

Gubernur Jambi Minta Sarjana Lebih Kreatif Menciptakan Lapangan Kerja

1.112 Sarjana Baru UNJA Diwisuda

Jambi, BATAKPOS


Sebanyak 1.112 sarjana baru Universitas Jambi (UNJA) program magister, strata-1 dan diploma diwisuda Balairung Kampus Unja Mendalo, Muaro Jambi, Sabtu (25/9). Wisuda Unja dihadiri Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ir Alex Noerdin MBA.

Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) dalam sambutannya pada rapat paripurna senat wisuda ke-56 1.112 sarjana baru Universitas Jambi (UNJA) meminta agar sarjana baru lebih kreatif dalam menciptakan lapangan kerja. Sarjana baru juga diminta tidak hanya mengandalkan PNS sebagai lapangan kerja, tapi lebih memilih untuk berwira usaha dengan ilmu yang dimiliki.

HBA juga membeberkan program kerjanya bersama Wakil Gubernur H Facrori Umar dihadapan sarjana baru Universitas Jambi (Unja). Menurut HBA, dalam 52 hari menjabat gubernur melakukan konsolidasi internal, evaluasi anggaran dan menyusun APBD 2011. Prioritas pembangunannya adalah infrastruktur, terutama jalan sebagai sarana utama mendukung ekonomi kerakyatan. Selain itu juga diutamakan ketersediaan energi listrik yang selama ini masih terbatas.

Gubernur menyatakan telah bertemu dan berdiskusi dengan Emil Salim di Jakarta, membahas langkah-langkah mensejahterakan masyarakat Jambi yang berpenduduk 3,8 juta jiwa dengan APBD Rp 1,4 triliun.

Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah memperbaiki 5 ribu rumah untuk masyarakat prasejahtera dan memberikan sertifikatnya secara gratis. Dalam membantu masyarakat prasejahtera sangat diperlukan data yang jelas, nama dan alamatnya.

Pembangunan Jambi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. HBA akan mengadakan kontrak politik dan pakta integritas. Ia menghimbau seluruh masyarakat Jambi bersama-sama mengawasi program pembangunan Jambi. “Saya siap dikritik bila menyimpang,” ujarnya. ruk

Jelang Malam Dana GMI Moria Jambi Minggu 3 Oktober 2010 Jambi, BATAKPOS

Bermazmur Lewat Konser Paduan Suara Gereja Methodist Moria Jambi

Jambi, BATAKPOS

Ditengah maraknya isu konflik kerukunan umat beragama, tidak menyurutkan niat Gereja Methodis Indonesia (GMI) Moria Jambi untuk bermazmur dalam menaikkan pujian memuliakan Tuhan Yang Maha Esa. Melalui acara konser paduan suara yang diberikan judul “The Methodis Moria Choir Concert” dengan Thema “God Will Make Away” akan menaikkan pujian Perdamaian di Bumi.

Acara yang dibungkus Malam Dana GMI Moria Jambi ini akan dilaksanakan di Gedung Abadi Convention Centre (ACC) Jambi pada Minggu 3 Agustus 2010 pukul 17.00 WIB. Latar belakang konser paduan suara tersebut dalam rangka pencarian dana melalui penjualan tiket konserbserta donateur guna membangun ruang kantor GMI Moria Jambi.

Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut mencapai Rp 500 juta. Guna pencapain dana itu maka GMI Moria Jambi melakukan konser padua suara Rohani dengan 45 anggota paduan suara yang dipimpin Konduktor Maria Elviana br Damanik serta Keybordist dr Kristian Hasibuan.


Demikian dikatakan Ketua Panitia The Methodis Moria Choir Concert, Ny dr Charles Simanjuntak/ Rugun D br Sitompul didampingi Maria Elviana br Damanik, MC Luis Damanik SKM kepada BATAKPOS, Minggu (26/9). Menurut Rugun D br Sitompul, The Methodist Moria Choir dilatih oleh Ms. Maria E Damanik dibantu Bram Tambun dengan jumlah personil sebanyak 45 orang.

“Kita berharap agar undangan yang telah dicetak panitia habis terjual. Harga undangan dari Rp 300 ribu hingga Rp 200 ribu per orang. Ribuan undangan yang telah dicetak diharapkan dapat terjual sebelum pelaksanaan konser Minggu 3 Oktober mendatang,”katanya.

Acara konser ini akan didukung oleh artis rohani ibukota, Jason Irwanto (pencipta Lagu "Sentuh Hatiku") dan solo anak, Rara Angesti Arminta (Perwakilan Pesparawi Sumsel 2009). Konser ini diadakan untuk pengumpulan dana pembangunan gedung konsistori dan kantor Gereja Methodist Moria Jambi.

Ketua Panitia Pembangunan Konsistori GMI Moria Jambi, dr. Sabar Hutabarat, Sp. A, mengatakan, malam dana dengan konser paduan suara merupakan kali pertama dilakukan dedominasi gereja di Jambi. Menurutnya The Methodis Moria Choir Concert” mampu untuh menggugah para undangan yang diperkirakan mencapai 2000 untuk saling berbagi berkat.

Konser itu akan membawakan pujian sekitar 10 pujian yang diselingi dengan penampilan Jason Irwanto dan Rara Angesti Arminta. Sejumlah judul lagu yang dibawakan yakni Let There Be Glory, Blessed Assurance, Ale Tuhan, Tuhanlah Gembalaku, God Will Make A Way, He Is Faithful, The Majesty And Glory of Your Name dan Buatlah Pujian-Nya Mulia.

Acara tersebut didukung oleh Wakapolda Jambi, Kapoltabes Jambi, Richmond Education Centre, KIA Musik & Sound System, Management Hotel Abadi, PT BPR Batanghari Jambi, PT.Sumber Cipta Multi Niaga Jambi, Claria Bakery dan para donator lainnya.

Anggota Tim Paduan Suara GMI Moria Jambi, Rugun D Sitompul, Anita Sibarani, Rosida Sitanggang, Christina Siregar, Posmaria Panjaitan, Rina Bangun, Erni Siregar, Leny Sylvia Batubara, Vita Putri Kartika, Linda Panjaitan, Bintang Delima, Yuliska Lubis, Masta Simanjuntak, Hilda Hanna Sidauruk (Soprano).

Kemudia suara Alto yakni Humin Simanjuntak, Prince Sinaga, Maria Nainggolan, Lusi Tampubolon, Eva Situmorang, Anita, Ami Aritongan, Melinda Sitompul. (Tenore) Pdt M Hasibuan, Pdt Abdi saragih, K Limbong, Hendrik Siregar, Sumakto, Ferry Gultom, Yosef Malau.

Sementara suara Bass yakni Pdt V.V Panjaitan, CGI S Rajagukguk, Luhing D Rangin, Bram Tambun, Monang Purba, Nando Sibarani, Anas Pulungan, Niko Sitompul, Sabam Pangaribuan, Andri Panjaitan dan Sehat Simbolon. ruk

Methodist Bermazmur : Tim Paduan Suara “The Methodis Moria Choir Concert” Jambi yang beranggotakan 45 orang saat tampil di GMI Moria Jambi baru-baru ini. Tim Paduan Suara ini akan melakukan konser lagu Rohani di ACC jambi, Minggu 3 Oktober 2010. foto batakpos/rosenman manihuruk.

Kakak Bacok Adik Kandung Karena Berebut Warisan

Jambi, BATAKPOS

Diduga karena ingin berebut warisan dari orang tua, Bambang, warga Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tega membacok leher MD, adik kandungnya sendiri hingga tewas.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Minggu (26/9) mengatakan, penganiayaan berat ini terjadi Minggu (26/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku merupakan kakak kandung dari MD.

Selain membacok leher adiknya hampir putus, pelaku juga membacok tangan istri adiknya itu. Dugaan awal motif penganiayaan ini adalah dilatar belakangi masalah warisan.

Disebutkan, saat ini tim gabungan Polsek Kuala Jambi bersama Buser Polres Tanjung Jabung Timur tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku di seputaran kebun kelapa milik korban. Kasus ini masih dalam penyidikan polisi setempat. ruk

Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Asean Games 2011

Jambi, BATAKPOS

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) siap jadi tuan rumah Asean Games 2011, 11 Nopember 2011. Asean Games diikuti 11 negara. Sumsel dianggap paling siap dibanding tiga kandidat lain, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa tengah.

Demikian dikatakan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ir Alex Noerdin MBA saat menghadiri wisuda 1.112 sarjana baru Universitas Jambi (UNJA) di Balairung Kampus Unja Mendalo, Muaro Jambi, Sabtu (25/9).

Ir Alex Noerdin MBA dalam orasi ilmiahnya menceritakan persiapan Sumsel menjadi tuan rumah Asean Games 2011. Dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perhelatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara, dibangun fasilitas olahraga di Jakabaring dengan nama Jakabaring Sport City senilai Rp 1,7 triliun.

Pembangunannya tidak menggunakan APBD, tapi bersumber dari CSR perusahaan, BOT dan hibah. Alex Noerdin mengungkapkan, Sumsel mengajukan diri menjadi ibukota Indonesia jika ada rencana ibukota Indonesia dipindahkan dari Jakarta. ruk

DPRD Jambi Wacanakan Tes Keperawanan Siswi Masuk Sekolah


Jambi, BATAKPOS

Komisi IV DPRD Provinsi Jambi mewacanakan akan membuat peraturan daerah (Perda) tentang tes keperawanan terhadap siswa masuk sekolah di tingkat SMP, SMA SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi Negeri di Provinsi Jambi. Wacana tersebut guna mencegah perilaku seks bebas dikalangan pelajar yang akhir-akhir ini marak.

Demikian dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Bambang Bayu Suseno (F-PAN) di Jambi, Jumat (24/9). Bambang salah satu penggegas wacana tersebut.

Menurut Bambang, wacana itu sebagai langkah pencegahan dini terhadap perilaku pelajar dalam hal seks bebas. Mudahnya akses situs-situs porno lewat teknologi internet serta minimnya pengawasan orang tua, salah satu alasan munculnya ide tersebut.

Perlakuan tes keperawanan kepada pelajar putrid itu dilakukan dengan ahli psikologi. Perlakuan tes keperawanan itu juga akan menjaga norma-norma dan tidak akan berdampak negative karena tempat dan hasil tes hanya diketahui petugas tertentu.

Disebutkan, pergaulan remaja Jambi saat ini sudah memprihatinkan, sedangkan pengawasan dari pihak sekolah maupun orangtua dinilai lemah. Bambang mengatakan tes yang dilakukan juga bukan merupakan tes fisik, melainkan dalam bentuk wawancara atau konseling dengan psikolog.

Bambang juga sadar jika wacanan tes keperawanan itu akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Karena itu pihaknya terbuka untuk melakukan diskusi guna memperoleh masukan dari berbagai pihak. Jika wacana lolos, rencananya akan dituangkan dalam rancangan peraturan daerah atau raperda.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi di Jakarta dalam wawancara di salah satu televise swasta nasional, Jumat (24/9) mengatakan, Komisi Nasional Perlindungan Anak menilai wacana tes keperawanan bagi siswi dalam penerimaan siswa baru di Jambi, sebagai pelanggaran terhadap hak anak.

Disebutkan, ide itu juga merupakan bentuk diskriminasi karena hanya siswa perempuan saja yang menjalani tes. Kecerdasan moral dan spiritual anak memang harus dikembangkan dan diarahkan. Namun implementasinya bukan dengan cara membuat anak menjadi malu.ruk

Polda Jambi Perketat Perbatasan

Antisipasi Teroris Masuk Jambi

Jambi, BATAKPOS

Guna mencegah masuknya sindikat teroris Medan masuk ke wilayah Provinsi Jambi, Polda Jambi menurunkan 120 personil gabungan yang terdiri dari Brimob, Samapta, Intel dan Reserse di empat titik perbatasan Jambi. Kelompok teroris yang beraksi di Medan Sumatera Utara perlu diwaspadai oleh semua pihak.

Empat titik perbatasan masuk Provinsi Jambi yang dijaga ketat itu yakni di perbatasan Jambi-Lubuk Linggau, Jambi-Riau, Muarobungo-Damasraya (Padang) dan perbatasan Muarojambi-Palembang. Empat titik siaga ini menurunkan 120 personil gabungan.

Pola operasi polisi gabungan ini yakni razia rutin kenderaan khususnya dari arah Medan, personil ditempatkan di Pos PJR, rajia senjata api dan senjata tajam kemudian ikut memburu teroris Medan. Setiap mibil yang melintas akan digeledah guna mempersempit gerak teroris.

Demikian dijelaskan Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Suparsono melalui Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah kepada wartawan Jumat (24/9). Menurutnya, empat titik yang dianggap rawan itu menjadi perhatian Polda Jambi. Personil yang dilengkapi senjata api lengkap tersebut akan melakukan razia terhadap kenderaan yang dicurigai.

“Batas tugas tim gabungan tersebut belum bias dipastikan. Karena keberadaan tim itu guna membantu menangkap perampok dan teroris yang menyerang kantor Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang Sumatera Utara yang menewaskan tiga anggota polisi setempat,”katanya.

Bus Asal Medan Dirazia

Jajaran Polda Jambi juga melakukan razia khusus terhadap mobil bus penumpang asal Medan Sumatera Utara yang melintasi Provinsi Jambi. Mobil bus yang mendapat sasaran razia yakni Bus PT Rapi, ALS, Bus Kurnia dan Bus INTRA.

Razia tersebut guna melacak keberadaan kelompok teroris Medan yang hendak melarikan diri ke Provinsi Jambi atau provinsi lainnya. Razia terhadap bus penumpang tersebut kini diperketat.

Kapolda Jambi juga meminta polisi dan masyarakat untuk bekerjasama untuk saling berbagai informasi jika ada orang-orang yang mencurigakan yang tinggal disekitar. ruk

11 Rumah di Jambi Ludes Terbakar

Jambi, BATAKPOS

Sebelas rumah di Rt 14 Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Jumat (24/9) sekitar pukul 11.00 WIB, ludes terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Warga yang tengah bersiap salat Jumat dikagetkan suara ledakan dari sebuah rumah.

Mereka pun beranjak keluar dan melihat rumah itu terbakar. Api dengan cepat menjalar ke rumah yang lain. Pasalnya, sebagian besar rumah di kawasan padat penduduk itu terbuat dari kayu. Musibah kebakaran di lokasi itu sudah kali kedua tahun 2010.

Dugaan sementara api berasal dari ledakan tabung gas dari sebuah rumah yang ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini, kerugian belum bisa ditaksir.

Pantauan BATAKPOS menunjukkan, sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Kota Jambi dikerahakan untuk memadamkan kobaran api. Pemadam Kebakaran membutuhkan waktu sekitar dua jam memadamkan api.

Petugas mengalami kesulitan melakukan pemadaman. Lokasi yang sempit membuat mobil damkar tidak dapat masuk ke lorong. Warga sekitarpun ikut membantu memadamkan api dengan menggunakan ember yang berisi air.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bobby Abdoe yang terjun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. Namun dugaan kebakaran akibat tabung gas yang meledak.

Sementara itu Gubernur Jambi Hasan Basri Agus yang langsung mendatangi lokasi kebakaran memerintahkan jajarannya segera mendirikan tenda untuk korban kebakaran.

Pemerintah Provinsi Jambi juga langsung mengirimkan bantuan pangan kepada korban kebakaran tersebut. Pemerintah Kota Jambi juga turut memberikan bantuan pangan kepada korban kebakaran itu. Permukiman penduduk di lokasi kebakaran sangat sempit dan padat penduduk. ruk

Petani Menagih Hak Memiliki Lahan

Jambi, BATAKPOS

Ratusan petani yang tergabung dalam berbagai aliansi bersama dengan mahasiswa, tumpah ruah di Depan Kantor Gubernur Jambi, Jumat (24/9). Mereka melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke 50. Petani di Jambi meminta hak kepemilikan lahan untuk bertani yang selama ini cenderung dikuasai oleh perusahaan.

Musri Nauli SH, salah satu advokad petani di Jambi dalam aksi itu mengatakan, sejumlah perusahaan perkebunan swasta serta perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) cenderung menguasai lahan hingga menyerobot lahan petani.

Petani di Jambi juga meminta Gubernur Jambi Hasan Basri Agus untuk membantu petani dalam pengadaan lahan. Petani juga meminta pemerintah berpihak kepada petani dan bukan hanya untuk pengusaha.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan berbagai aliansi bersama dengan mahasiswa dilakukan dari Simpang BI Jambi menuju kantor Gubernur Jambi Telanaipura. Namun pengunjuk rasa tidak dapat memasuki arel kantor gubernur karena dihalau oleh petugas Sat Pol PP dan kepolisian. ruk

Jumat, 24 September 2010

Warga Sumsel dan Bengkulu Rambah Hutan Lindung di Merangin

Jambi, BATAKPOS

Dinas Kehutanan Provinsi Jambi meminta Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi untuk menindak tegas ribuan warga asal Sumetara Selatan dan Bengkulu yang diketahui merambah hutan lindung Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dan kawasan hutan produksi (HP) disekitarnya.

Dinas Kehutanan Provinsi Jambi juga meminta Dinas Kehutanan Merangin untuk proaktif dalam melakukan pengawasan TNKS dan Hutan Produksi disekitarnya. Perambahan hutan oleh warga pendatang dari kedua provinsi itu sudah meresahkan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Frans Tandipau, Kamis (23/9) kepada BATAKPOS. Menurutnya, ratusan hektar hutan lindung di Kecamatan Lembah Masurai dan Jangkat sudah dirambah lebih dari 15 ribu warga pendatang tersebut.

“Perilaku warga pendatang tersebut sangat mengusik ekosistem dunia. Dinas Kehutanan Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan Pemkab Merangin guna menindak para pelaku perambahan hutan itu. Pada 30 Septembar 2010 Bupati Merangin akan mengerahkan lebih dari 300 orang personil dari TNI, Polri, Polhut dan instansi terkait guna mengusir warga perambah tersebut,”katanya.

Disebutkan, tim dari Provinsi Jambi dan pusat juga akan turun melakukan penindakan. Kita minta dengan penuh kerelaan warga pendatang itu kembali ke daerah asalnya atau pindah dari kawasan tersebut sebelum tim penertiban turun.

Dijelaskannya, penertiban itu akan terus dilakukan secara berkala sampai kawasan hutan lindung yang digarap benar-benar dikosongkan oleh warga pendatang. Hutan lindung yang telah gundul akan kembali ditanami dengan pohon hutan, sehingga kondisi dan fungsinya akan kembali seperti semula sebagai paru-paru dunia.

Guna menertibkan warga pendatang itu, Pemerintah Merangin minta dukungan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Merangin, terutama warga di kawasan Lembah Masurai dan Jangkat. Warga setempat diminta untuk tidak sekali-kali menjual lahan hutan produksi, hutan lindung dan TNKS kepada warga pendatang. ruk

Bripka Rindang Pasaribu Segera Disidang

Kasus Penembakan

Jambi, BATAKPOS

Bripka Rindang Pasaribu, anggota KP3 Jambi yang menembak kepala temannya, Tois Silitongan hingga tewas Juli lalu, dalam waktu dekat akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Jambi. Rindang yang menembak Tois hingga tewas menggunakan pistol kaliber 38 mm terancam 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus ini, Lusy SH, Kamis (23/9) mengatakan, terdakwa akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan.

Sidang Rindang Pasaribu hanya tinggal menunggu penetapan jadwal saja. Kasus itu ditangani 4 orang jaksa, Lusy SH, Dewi SH, Diah SH dan Erik SH. Mungkin pekan depan sidangnya dimulai.

Kasus Rindang berawal dari acara minum tuak bersama Tois, di warung milik temannya, Pranen, di RT 16 Kasang. Seusai minum-minum, saat mau pulang Rindang terjatuh di depan warung. Ia ditolong oleh Tois dan Pranen.

Saat terjatuh pistol Rindang juga jatuh, dan langsung diselamatkan Tois. Rindang tidak sadar pistol itu jatuh. Ia terus pulang ke rumahnya, di Jl Lingkar Selatan. Sampai di rumah ia baru tahu pistolnnya hilang. Rindang pun kembali ke warung Pranen, tapi pistolnya tidak ketemu.

Rindang dan Pranen curiga Tois mencuri pistol tersebut, karena hanya Pranen dan Tois yang menolong waktu Rindang jatuh tadi. Tois yang ditemui Rindang dan Pranen di lokalisasi Pucuk tidak mengaku mengambil pistol tersebut.

Subuhnya Rindang mendatangi rumah Tois, di depan bedeng H Slamet, RT 16 Kasang, Kumpeh Ulu, Muaro Jambi. Tois pun mengaku mengambil pistol itu. Tahu pistolnya ada pada Tois, Rindang pun emosi dan menodongkan pistol ke arah Tois dan menembak tepat di kening kiri Tois hingga tembus ke belakang kepala sebelah kanan. Tois tewas seketika. ruk

Gubernur Jambi Minta Asrama Mahasiswa jambi di Yogyakarta Direhap


Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus meminta Dinas PU Provinsi Jambi dan Biro Umum Provinsi Jambi untuk segera merenovasi asrama mahasiswa Jambi di Bausasran Danurejan 3 No 717, Yogyakarta yang kondisinya kini memprihatinkan. Gubernur Jambi juga meminta agar asrama tersebut khusus buat mahasiswa asal Jambi di Yogyakarta bukan untuk warga Jambi yang bekerja di Yogyakarta.

Demikian dikatakan H Hasan Basri Agus (HBA) di Jambi, Kamis (23/9) usai menghadiri gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional XII 2010 di Yogyakarta dua hari lalu.

Menurut HBA, antara kemauan mahasiswa penghuni asrama (mahasiswa) dengan hasil renovasi yang dilakukan Pemprov Jambi belum ada kesepakatan. Kondisi kamar terlalu kecil, hanya bisa diisi satu orang.

Disebutkan, pada 2011 Pemprov Jambi menganggarkan dana Rp 400 juta untuk merenovasi asrama Yogya. Pemprov akan duduk satu meja dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat Jambi di Yogya, membicarakan konsep dan sistem renovasi, sesuai bentuk yang diinginkan mahasiswa.

“Kita minta Dinas pekerjaan umum (PU) dan biro umum kantor Gubernur Jambi segera merenovasi asrama sesuai harapan mahasiswa. Kita mengakui kondisi asrama saat ini tidak baik. Harus segera diperbaiki. Yang sudah biarlah berlalu,” katanya.

Gubernur Jambi juga meminta agar mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut adalah mahasiswa asal jambi yang orangtuanya kurang mampu. “Asrama ini kan untuk yang tidak mampu. Orang Jambi yang tidak punya keluarga disini bisa tinggal di asrama,” katanya.

Setelah asrama direnovasi HBA berharap mahasiswa tinggal di asrama paling lama dua tahun. “Cukup dua tahun. Setelah itu pindah. Jangan beranak pinak di asrama. Penempatan nanti diatur dengan SK Gubernur Jambi agar teratur. Mahasiswa yang tinggal disini tidak dikenakan biaya, hanya bayar uang listrik dan air saja.

Asrama Jambi di Yogya awalnya sebuah rumah yang dibeli Pemprov Jambi pada 1959. Kini kondisinya sangat berantakan. Perlengkapan di dalam kamar asrama tidak tampak lagi, seperti kasur dan lemari pakaian. Asrama memiliki 30 kamar tanpa penghuni. Pintunya sudah terlepas akibat kusen keropos. Ruangan kumuh, ranjang berantakan dan plafon jebol.

Heri, pengurus asrama, mengungkapkan, asrama tidak pernah dihuni sejak direnovasi, setelah gempa 2007 lalu. Ukuran kamarnya juga kecil. Dulu ukuran kamarnya 3 x 4 meter dan bisa ditempati 3 orang. Sekarang hanya berukuran 2 x 2 meter. Mahasiswa yang dulu menempati asrama dikenakan biaya Rp 30 ribu per bulan untuk listrik, air dan kebersihan. ruk

Terlibat Korupsi, Kejari Jebloskan Ir. Saut Hilser Sihite, MTP Ketahanan


Jambi, BATAKPOS

Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Jambi, Ir. Saut Hilser Sihite, MTP dijebloskan ke tahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi karena diduga terlibat kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif pada tahun anggaran 2009. Saut Hilser Sihite kini mendekam di Lapas Kelas IIA Jambi.

Kepala Kejari Jambi, Bambang Riawan SH, Rabu (22/9) mengatakan, mantan calon wakil bupati Humbang Hasundutan ini ditahan Selasa (21/09) sekitar pukul 17.00 WIB. Saut ditahan usai menjalni pemeriksaan di Kejari Jambi sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi yang merugikan Negara sebesar 211 juta rupiah.

Dikatakan, dalam pemeriksaan yang berkapasitas sebagai tersangka, Saut diajukan pertanyaan sebanyak 22 buah. Kasus tersebut terjadi pada tahun anggaran 2009, yaitu SPPD Fiktif.

“Kegiatannya tidak dilaksanakan tapi uangnya cair dan jumlah anggota yang berangkat itu tidak sesuai dengan laporannya, seperti dalam suratnya 6 orang ternyata yang pergi hanya 2 orang,”katanya.

Menurut Bambang, alasan dari pihak tersangka bahwa kelebihan dana yang digunakan untuk sumbangan non bujeter telah melanggar UU No. 1 tahun 2000 tentang perbendaharaan Negara. Dalam UU no 1 2000 tidak dibenarkan bagi pemegang kebijakan untuk melaksanakan suatu kegiatan yang mana dana untuk itu tidak ada.

“Jangankan tidak ada, dananya tidak cukup saja tidak diperbolehkan meskipun ada surat pertanggung jawabannya. Dalam kasus tersebut sistemnya dengan ganti uang yaitu kegiatannya dulu dilakukan baru kemudian biayanya diganti dari dana Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN),”katanya.

Menurut Bambang Riawan, Saut dan tersangka lain yakni Iskandar akan dikenakan pasal 2 ayat 1 Jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun.

“Penahanan kedua tersangka secara objektif yaitu berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf A KUHAP ancaman hukuman diatas 5 tahun dan secara subjektif yaitu melakukan tindak pidana korupsi dengan bukti yang cukup. Khawatir merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangin tindak pidana yang sama mengingat kedua tersangka masih aktif menjabat,”katanya.

Dikatakan, kerugian Negara sekitar Rp 211 juta dengan rincian Rp 206 juta dari perjalanan dinas fiktif dan kelebihan pembayaran perjalanan dinas yang dilaksanakan namun tidak disesuaikan dengan waktunya sebesar Rp 5,4 juta.

Menurut catatan BATAKPOS, Ir Saut Hilser Sihite pernah menjabat Ketua Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ), Penatua di HKBP Kotabaru Jambi dan pernah menjabat kepanitiaan di cara HKBP Distrik 25 Jambi. ruk

IRT di Jambi Nyambi Jual Narkoba


Jambi, BATAKPOS

Seorang ibu rumah tangga (IRT) beranak satu berinisial N (35) berhasil diamankan Sat II Dit Narkoba Polda Jambi karena diduga sebagai pengedar narkotika dan obat terlarang (Narkoba) jenis sabu. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 10 ji dan barang bukti satu unit telepon genggam.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah, Rabu (22/9) kepada wartawan mengatakan, tersangka “N” narkoba tersebut didapatkannya dari seseorang dengan membeli sabu tersebut seharga Rp 145 ribu perji dan dijual kembali dengan harga Rp 150 ribu.

Tersangka ditangkap di Lr. Samping Pondok Aurduri Mendalo Darat Jambi Luar Kota, Senin (20/09) sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi menyamar sebagai pembeli, berhasil menangkap tersangka yang kedapatan membawa dan memiliki 10 Ji Sabu.

Almansyah menambahkan saat ini kasus tersebut ditangani penyidik Sat II Dit Narkoba Polda Jambi, tersangka terancam dikenakan pasal 112 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka saat ini tengah diamankan berikut dengan barang bukti berupa 10 Ji dan 1 unit HP. ruk

Ratusan Titik Api Mengancam Jalur Penerbangan di Jambi


Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 142 titik api (hot-spot) yang terpantau satelit NOAA yang jadi rujukan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi mengancam jalur penerbangan ke dan dari Jambi. Namun jalur penerbangan di Bandara Sultan Taha Saifudin Jambi, Rabu (22/9) masih tampak normal.

Data Dishut Provinsi Jambi menunjukkan, jumlah hotspot memang mengalami peningkatan berangsur-angsur dari bulan ke bulan, sejak Mei hingga September. Total jumlah hotspot sejak Januari hingga September, sebanyak 381 hotspot. Tercatat sebanyak 142 hotspot di antaranya terpantau pada bulan September, sementara pada bulan sebelumnya tercatat sebanyak 76 hotspot.

“Keadaan pertambahan hotspot ini, belum menjadi indikasi terjadinya kebakaran hutan ataupun lahan. Jumlah banyaknya hotspot saat ini, bukan berarti telah terjadi kebakaran dalam artian yang bisa membahayakan. Hal ini dipengaruhi juga oleh keadaan cuaca yang masih menunjukkan adanya curah hujan yang tinggi,”kata Kabid Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Frans Tandipau, Rabu (22/9).

Disebutkan, hotspot tersebut terpantau tidak seratus persen hanya ada di kawasan hutan. Namun, dari lahan dan kawasan perkebunan tercatat sekitar 63 persen. Sementara sisanya terjadi di kawasan hutan, terutama di kawasan hutan kawasan hak pengusahaan hutan (HPH) hingga kawasan hutan tanaman industri (HTI).

Dishut Provinsi Jambi berupaya terus melakukan pemantauan yang diiringi sejumlah kesiagaan bila sewaktu-waktu keadaan hotspot cukup dikategorikan sebagai ancaman. Sejumlah langkah pun dilakukan Dishut, di antaranya adalah menginformasikan jumlah hotspot kepada instansi terkait, setiap hari. ruk

Provinsi Jambi Bangun Kawasan Pertanian Terpadu di Merangin


Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun 2011 akan membangun sentra kawasan pertanian terpadu khususnya holtikultura di Desa Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. APBD Provinsi Jambi dan APBN 2010 akan dikucurkan kesana guna membangun sentra pertanian terpadu tersebut.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) kepada BATAKPOS di Jambi, Selasa (21/9). Menurutnya, secara khusus untuk percepatan pertumbuhan sentra produksi pertanian, khususnya tananaman pangan dan holtikultura mulai tahun 2011 melalui dana APBD dan APBN Pemerintah Provinsi Jambi merencanakan membuat percontohan Kawasan Pertanian Terpadu Lembah Masurai di Kabupaten Merangin.

“Sehingga diharapkan kedepan akan tumbuh kawasan-kawasan pertanian terpadu lainnya di setiap kabupaten. Sejalan dengan ini kebijakan penanganan pembangunan ruas jalan Simpang Pulau Rengas – Jangkat menjadi prioritas guna mendukung pembangunan kawasan pertanian industri dimaksud,”katanya.

Menurut HBA, dibidang pertanian program dan kegiatan yang dilakukan, memeperkuat peran BBI dan penangkar benih masyarakat sebagai produsen bibit pertanian berkualitas.

Sehingga memperkuat pengawasan peredaran benih, sertifikasi benih, revitalisasi kelembagaan dan penyuluhan pertanian, pengadaan alat mesin pertanian, bantuan bibit karet, bantuan ternak, pembangunan infrastruktur pedesaan serta upaya meningkatkan nilai tambah berupa pengolahan dan fasilitasi pemasaran produk pertanian. ruk

Program Rp 1 Miliar Satu Kecamatan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Program Rp 1 miliar satu kecamatan (SAMISAKE) di Provinsi Jambi akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemprov Jambi telah merancang 10 kegiatan guna merealisasikan program SAMISAKE tersebut.

Guna mengakomodasi program dan kegiatan yang telah dicanangkan yakni program satu milyar satu kecamatan atau “SAMISAKE”, telah dirancang 10 kegiatan yang akan diarahkan untuk semua kecamatan yang berjumlah 131 kecamatan di Provinsi Jambi.

Disebutkan, dana yang dibutuhkan sebesar Rp131 milyar. Menigingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta mempertimbangkan kebutuhan yang bersifat prioritas pada bidang infrastruktur, maka alokasi anggaran untuk program ini baru dapat dialokasikan sebesar Rp102,800 milyar, sedangkan kekurangannya sebesar Rp 28,800 milyar akan diupayakan pelibatan pihak swasta melalui dana Corporate Social Responcibility (CSR).

Kemudian ditambah insentif petugas penyuluh lapangan (PPL), honor pendamping tenaga penggerak pembangunan kecamatan (SP2K) yang akan mendampingi dalam pelaksanaan program ini di kecamatan serta beberapa kegiatan yang disesuaikan dengan usulan kecamatan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi.

Guna mensingronkan program Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, khsusunya dalam implementasi program SAMASIKE ini, Gubernur Jambi akan membuat Surat Edaran kepada para Bupati/Walikota untuk mendukung dan menganggarkan di dalam APBD Kabupaten/Kota di luar yang satu milyar Rupiah yang telah dianggarkan di Provinsi Jambi.

Sehingga akselerasi pelaksanaan program pembangunan menuju Jambi EMAS dapat terwujud. Sedangkan salah satu kegiatan yang perlu mendapat dukungan pemerintah Kabupaten/Kota adalah program bedah rumah di luar jumlah 5.000 unit pertahun yang telah dianggarkan Pemerintah Provinsi Jambi.

Demikian dijelaskan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) kepada BATAKPOS di Jambi, Selasa (21/9). ruk

Gubernur Jambi Ajak SKPD Realisasikan Jambi Emas 2015

Jambi, BATAKPOS


Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna mendukung visi dan misi Jambi “Emas” (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) 2015. Pihaknya juga meminta para bupati dan walikota untuk menfokuskan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh daerahnya.

Demikian dikatakan Hasan Basri Agus kepada BATAKPOS di Jambi, Selasa (20/9) terkait dengan menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2011.

Disebutkan, asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan KUA-PPAS adalah pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi, perkembangan pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan II- 2010 menunjukkan akselerasi pertumbuhan 2,82 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2010 tercatat sebesar 3,22 persen dan di prediksi untuk tahun 2011 sebesar 7,80 persen.

Berdasarkan visi Provinsi Jambi tahun 2011-2015 adalah “Jambi EMAS” telah ditetapkan lima prioritas pembangunan Provinsi Jambi tahun 2010-2015 yakni, peningkatan infrastruktur wilayah dan energi, pendidikan dan kesehatan serta sosial budaya, pengembangan ekonomi rakyat, investasi dan kepariwisataan, ketahanan pangan dan sumber daya alam serta lingkungan hidup dan penataan tata pemerintahan yang baik.

Disebutkan, guna percepatan menuju Jambi EMAS 2015, ada 10 program pilihan, terdiri dari pembangunan dan rehabilitasi jalan, pembangunan salurabn dreinase, pembangunan infrastruktur pedesaan, pengembangan perumahan (bedah rumah).

Kemudian Penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi, Pelayanan Kesehatan bagi penduduk miskin (Jamkesmasda), Peningkatan Kesejahteraan Petani, Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan, Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) dan Sumberdaya Aparatur dan Penataan Peraturan Perundang-undangan.

Menurut HBA, penerimaan pendapatan dan pembiayaan daerah berjumlah Rp1.458.503.914.850,- jika dibandingkan dengan tahun 2010 jumlah ini mengalami penurunan sebesar 3,09 persen, hal ini disebabkan penerimaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA) mengalami penurunan sebesar 50 persen deari Rp200 milyar pada tahun 2009 menjadi Rp100 milyar di tahun 2010. ruk

Selasa, 21 September 2010

Gubernur Jambi Minta Ketinggian Jembatan Muarosabak Tetap 18 Meter


Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) meminta kalangan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk tidak mempersulit pembangunan jembatan itu, khususnya ketinggian jembatan dari 12, 5 meter menjadi 18 meter ketinggian ruang bebas (clearance) jembatan itu dari muka air. Seharusnya ketinggian ruang bebas jembatan dari muka air tertinggi setinggi 18 meter dengan lebar alur lengkung 60 meter.

Kita minta agar oknum-oknum tertentu tidak mempolemikkan rencana penambahan ketinggian jembatan itu. Jembatan itu bisa mengancam matinya perekonomian Jambi jika batas ketinggian ruang bebas (clearance) jembatan itu dari muka air tertinggi hanya 12, 5 meter.

Hal itu ditegaskan Hasan Basri Agus, Senin (20/9) menjawab wartawan terkait penolakan dewan Tanjabtim terkait rencana perubahan ketinggian jembatan tersebut. Pemerintah Provinsi Jambi mengalokasikan dana Rp 10 miliar pada APBD 2011.

Disebutkan, pengguna alur pelayaran (DPC INSA dan 16 asosiasi lainnya) telah meminta Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan pembangunan jembatan tersebut dengan batas ketinggian ruang bebas 18 meter dengan lebar alur lengkung 60 meter mengacu pada data ketinggian kapal menuju Pelabuhan Talang Duku Jambi.

Secara terpisah, Ketua Dewan Penasehat Indonesia National Shipowners Association (INSA) atau Persatuan Pelayaran Nasional Indonesia Provinsi Jambi, Soewarno Surinta, mengatakan, jika jembatan itu tingginya 12,5 meter akan menghentikan transportasi alur pelayaran ke Pelabuhan Talang Duku Jambi.

“Batas ketinggian ruang bebas 18 meter dengan lebar alur lengkung 60 meter sudah harga mati dari 16 asosiasi pengusaha pengguna pelayaran di Jambi. Jika hal itu tidak dilakukan Pemkab Tanjabtim bakal membunuh perekonomian Jambi. Karena ribuan orang pekerja pelayaran dan pengguna pelayaran di Jambi akan menganggur,”’katanya.

Disebutkan, Batas ketinggian ruang bebas 18 meter dengan lebar alur lengkung 60 meter sudah rekomendasi dari Departemen Perhubungan RI dengan nomor surat PU.60/3/4/DTL-09 tertanggal 28 September 2009 tentang rekomendasi tinggi jembatan Muarosabak.

Kemudian rekomendasi dari Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Administrator Pelabuhan Jambi dengan nomor surat PC.010/1/2/AD.JBI-2009 tertanggal 8 Desember 2009. Selanjutnya surat Bupati Tanjung Jabung Timur ke Menteri Perhubungan RI tentang rekomendasi ketinggian jembatan Muarosabak. ruk

Gubernur Sesalkan Minimnya Apel Pagi PNS di RS Raden Mattaher Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus menyesalkan minimnya kehadiran PNS saat apel pagi di RS raden Mattaher Jambi, Senin (20/9). Dari 903 pegawai RSUD Raden Mattaher, yang hadir pada upacara hanya sekitar 200 orang. Gubernur sangat menyesalkan minimnya pegawai yang ikut apel pagi saat dirinya mendadak memimpin apel pagi di RSUD Raden Mattaher tersebut.

“Saya sangat menyesalkan minimnya kehadiran pegawai saat apel pagi. Pegawai walaupun ada yang masuk siang dan malam, tentunya kehadiran 200 orang tersebut sangat minim. Hal ini saya minta tak terulang lagi,”kata Hasan Basri Agus.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat dan abdikan diri untuk melayani masyarakat. Segenap pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi pada Upacara Senin Pagi (20/9) yang dilanjutkan dengan tinjauan terhadap rumah sakit tersebut cukup mendadak.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, gubernur mengambil apel upacara Senin di RSUD RAden Mattaher. Menurut gubernur dan Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, H. Ali Imran Mukhsin, 900 orang pegawai dikurangi dengan yang tugas pagi dan dinas paling tidak 500 orang seharusnya hadir, jadi sekitar separuh tidak hadir dalam upacara itu.

Gubernur meminta seluruh pegawai RSUD Raden Mattaher menjadikan RS tersebut sebagai RS yang memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan betul-betul bertugas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, H. Ali Imran Mukhsin, mengatakan, 500 orang seharusnya hadir, jadi sekitar separuh tidak hadir dalam upacara itu. Dirinya juga akan memberikan sanksi kepada pegawai yang tak ikut apel pagi. ruk

Sebesar Rp 607 Miliar APBD Provinsi Jambi 2011 Difokuskan Pada Infrastruktur

Jambi, BATAKPOS

Alokasi dana APBD Provinsi Jambi 2011 diprioritaskan untuk penanganan terhadap ruas jalan di Provinsi Jambi. Pada tahun 2011 mendatang setidaknya dibutuhkan dana untuk infrastruktur hingga mencapai Rp 1,6 triliun. ABPD 2010 Provinsi Jambi akan menopang Rp 607. 413.300.000 dana kebutuhan itu. APBD 2011 masih diprioritaskan untuk infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Jambi guna menunjang urat nadi perekonomian.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi Drs Hasan Basri Agus (HBA), Senin (20/9) kepada wartawan terkait dengan Visi dan Misi Gubernur Jambi 2010-2015 Jambi "Emas" (Ekonomi-Maju-Aman-Adil-Sejahtera). Disebutkan, ke depan penanganan ruas jalan dan jembatan di Provinsi Jambi tak lagi terkesan tidak tuntas.

Disebutkan, Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak potensi yang dapat diandalkan dalam meningkatkan devisa Negara. Tidak saja dari sektor pertanian, perkebunan, namum Provinsi Jambi juga telah tercatat sebagai penyumbang devisa dari sektor pertambangan, seperti batubara, minyak dan gas bumi.

Hasan Basri Agus mendesaknya pembangunan infrastruktur, yakni jalan dan jembatan yang merupakan urat nadi perekonomian. Gubernur Jambi bertekad, periode pemimpin Jambi (2010-2015), penanganan infrastruktur yang dirasakan sangat berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dijadikannya agenda pembangunan yang mendapatkan skala prioritas.

“Guna mewujudkan haparan ini Pemerintah Provinsi Jambi perlu mendapatkan dukungan Pemerintah Pusat, seperti adanya peningkatan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur yang berimbang, dengan ditandai meningkatnya alokasi anggaran infrastruktur bersumber dari APBN yang rencana dialokasikan Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2011 sebesar Rp56.5 triliun,”katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan MM kepada BATAKPOS, Senin (20/9) mengatakan, Provinsi Jambi memiliki panjang Jalan Nasional 936.48 kilometer, sedangkan panjang Jalan Provinsi mencapai 1.480. 51 kilometer.

Kemudian Jalan Kabupaten mencapai 7.150,23 kilometer. Sementara keberadaan 709 buah Jembatan yang total panjang keseluruhannya mencapai 13.018.71 meter.

Disebutkan, kondisi fisik infrastruktur yang ada itu, dari panjang Jalan Nasional yang ada tersebut, saat ini yang mengalami kerusakan berat saja telah mencapai 68,780 kilometer, dan belum lagi kondisinya mengalami kerusakan ringan yang panjangnya mencapai 112.750 kilometer.

Sedangkan terhadap ruas Jalan Provinsi di daerah Provinsi Jambi yang mengalami kerusakan berat mencapai 317.680 kilometer, dan yang mengalami rusak ringan mencapai sepanjang 381.930 kilometer.

“Dari jumlah jembatan yang ada itu terdapat delapan buah jembatan bertipe Callder Hamilton (CH) yang sudah tidak layak mendukung beban lalu lintas yang volumenya terus meningkat di daerah ini. seiring cepatnya ertumbuhan pembangunan,”ujarnya.

Menurut Ir Bernhard Panjaitan, pada tahun anggaran 2010, guna menangani ruas Jalan Nasional dan Jalan Provinsi dibutuhkan anggaran Rpl.5 trilun, tetapi kenyataannya yang hanya mampu dialokasikan sebesar Rp428.68 miliar, atau hanya 28,32 persen, dengan sumber anggaran APBN Rp264.900.008.000. sedangkan aloaksi APBD Provinsi Jambi hanya Rpl63.788. 660.800.

“Kondisi inilah membuat penanganan infrastruktur itu tidak tuntas. Dan seperti telah diusulkan, dari anggaran keseluruhan yang dibutuhkan untuk menangani infrastruktur tersebut yang mencapai Rp 1.6 triliun itu. Provinsi Jambi diharapkan dapat mengalokasikan anggarannya sebesar Rp607. 413.300.000, sedangkan alokasi anggaran yang diharapkan bersumber dari APBN 2011 Rp574.858.150.000,”katanya. ruk

Perluasan Bandara STS Jambi Mendesak

Jambi, BATAKPOS

Pembangunan pengembangan Bandara Sultan Taha Saifuddin (STS) Jambi kini sudah mendesak menyusus tingginya valume penerbangan ked an dari Jambi. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) telah menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, untuk melakukan pengembangan bandara tersebut.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Senin (20/9) kepada wartawan mengatakan, dirinya telah Menteri BUMN, guna mendorong Direski PT Angkasa Pura II Bandara STS Jambi agar segera melaksanakan pembangunan pengembangan bandara yang terletak di tengah Kota Jambi itu.

“Menteri Negara BUMN sangat merespon dan akan segera menindaklanjutinya. Untuk itu, dalam waktu dekat Menteri Negara BUMN akan memanggil Direksi PT. Angkasa Pura II untuk mewujudkannya pada 2011 mendatang. Pengembangan bandara STS Jambi sudah sangat dibutuhkan segera. Semoga Pemerintah Pusat dapat segera merealisasikannya,”katanya. ruk

Senin, 20 September 2010

Pencari Barang Antik Asal Batam Tewas di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Seorang pencari barang antik (barang peninggalan sejarah/budaya) Datuk Hendri Amara (39), warga Perumahan Desa Tiban Indah Permai, Kecamatan Sikubang, Kota Batam, Kepulauan Riau ditemukan tewas di Mushala Ukhuwwah, Kelurahan Pasar Sungaipenuh, Kota Sungai Penuh, Sabtu (18/9) pagi. Menurut penjaga mushala, Asrul Idris, korban bersama dua temannya datang malam Jumat untuk menginap di mushala kerena kehabisan ongkos untuk kembali ke Pekanbaru.

Keterangan yang diperolah BATAKPOS di lapangan, Minggu (19/9) menyebutkan, setelah salat subuh ke dua teman korban meninggalkan musala tanpa permisi kepada Asrul. Sabtu sekitar pukul 8.30 Asrul membangunkan korban, ternyata sudah tidak bernyawa lagi.

Menurut Asrul, sebenarnya mereka telah menemukan batu Giok di Desa Ambai, Kecamatan Sitinjau Laut dan membayar uang Rp 3 juta kepada pemiliknya, tetapi batunya tidak bisa diambil.

Polsek Kota Sungaipenuh, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mayat langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Mayjen HA Thalib Sungai Penuh.

Dari keterangan petugas rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Saat ini mayat Datuk Hendri masih berada di rumah sakit sambil menunggu kedatangan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Menurut Kapolsek Sungaipenuh, AKP Sutriono, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Polisi juga telah berusaha menghubungi keluarga korban di Batam dengan nomor kontak yang ada di telepon genggam korban untuk menjemputnya.

“Jika sampai Senin keluarga korban tidak datang, maka mayat akan dikuburkan dipemakaman umum di Kota Sungai Penuh. Saat ini polisi sedang mencari keterangan menyangkut identitas kedua teman korban yang sama-sama menginap di mushala,”kata Sutrisno.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang milik korban, di antaranya KTP, tas yang berisi dua stel pakaian, dan uang Rp 30 ribu. Saat ini barang-barang tersebut diamankan di Mapolres Kerinci guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Ruk

Jembatan Muarosabak Ditinggikan Jadi 18 Meter

Jambi, BATAKPOS

Jembatan Muarasabak, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur ditinggikan dari 12 meter menjadi 18 meter. Jembatan yang menghubungkan Muara Sabak dengan Rantau Rasau mengalami perubahan. Ketinggian jembatan sesuai ketentuan untuk dilewati kapal besar.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus di Jambi, Minggu (19/9) mengatakan, rencana semula jembatan tersebut dibangun dengan ketinggian 12 meter, namun setelah dilakukan tinjauan ulang jembatan akan dinaikkan sampai ketinggian 18 meter dari permukaan air.

Disebutkan, dari segi teknis setelah dicek tadi memungkinkan. Ketinggian tersebut diukur dari batas permukaan air Sungai Batanghari disaat mengalami pasang. Berdasarkan ketentuan yang ada untuk dilewati kapal-kapal besar dibutuhkan jembatan dengan ketinggian lebih dari 12 meter supaya kapal besar tidak tersangkut.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta mengatakan hal yang sama. Berdasarkan aturan dari Asosiasi Pelayaran, Direktorat Jenderal Perhububungan serta Akpelindo Jambi, ketinggian jembatan haruslah 18 meter dari permukaan air disaat pasang.

Terkait rencana perubahan ketinggian jembatan tersebut, gubernur mengatakan sudah ada kesepakatan mengenai biaya yang dikeluarkan. Setelah dilakukan cek dikatakannya kalau dana yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 60 miliar, jumlah tersebut adalah besaran yang diajukan Kabupaten Tanjabtim. ruk

Provinsi Jambi Kembangkan Holtikultura di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi akan mengembangkan sektor pembudiyaan bibit dan kebun atau Holtikultura di Jambi. Pengembangan Holtikultura di Provinsi Jambi sangat penting sekali untuk diperkuat. Karena dalam bidang ini bukan hanya sektor pertanian saja, melainkan juga di sektor perkebunan seperti repelanting karet.

Demikian dikatakan, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus saat meninjau langsung Balai Benih Induk Holtikultura di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi, Minggu (19/9). Gubernur Jambi juga mengunjungi Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) dan Balai Benih Indah Palawija.

“Saya melihat peran balai benih ini sangat penting sekali untuk pengembangan sektor Holtikultura di Jambi. Dan ini sangat perlu sekali kita perkuat. Pemerintah telah sepakat terutama instansi terkait dalam penyusunan anggaran tahun depan untuk mengalokasikan dana agar dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada,”katanya.

Gubernur Jambi mengungkapkan perlunya pengenalan pengembangan bibit ini kepada seluruh siswa. Supaya para siswa dapat mengetahui bagaimana cara pengokulasian bibit, serta pengembangan budidaya pertanian lainnya.

Dari sepuluh (10) Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) yang ada di Indonesia, hanya Provinsi Jambi yang memiliki lahan paling luas yaitu seluas 50,25 Ha, yang terdiri dari 8 Ha areal perkantoran/bangunan lainnya dan 42,25 Ha areal lahan praktek (perkebunan tanaman pangan, holtikultura dan ternak). ruk

Minggu Merupakan Puncak Arus Balik H+9 Lebaran di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Hingga H+9 atau Minggu (19/9) merupakan puncak arus balik Idul Fitri ke Jambi melalui Terminal Alam Barajo Jambi. Penumpang balik ke Jambi mencapai 1800 orang penumpang per hari.

Kepala Terminal Alam Barajo Jambi, Icon Gumay, Minggu (19/9) menjelaskan, puncak arus balik ke Jambi Minggu. Dalam sehari sekitar 60 kendaraan masuk terminal. Sebuah kendaraan membawa rata-rata 30 penumpang, sekitar 1800 penumpang yang masuk setiap harinya.

“Sementara bus yang transit lebih banyak lagi, kalau ditotal bisa 100 kendaraan perharinya. Penumpang kebanyakan datang dari daerah Jawa seperti Yogyakarta kemudian Pekanbaru, Medan, Palembang dan daerah lainnya,”katanya.

Disebutkan, angkutan yang masuk seperti bus Family Raya, Rima abadi, Putra Remaja, Laju Prima, Ramayana, Handoyo dan banyak lagi yang lainnya. Semuannya menurunkan penumpang di loket luar terminal. Masuk terminal hanya membayar retribusi.

Menurut Gumay, untuk Angkutan Dalam Provinsi (AKDP), paling banyak masuk adalah angkutan arus balik dari Kabupaten Kerinci seperti, Mobil Kerinci Permata, Gunung Kerinci, Safa Marwa dan lainnya.

“Sekitar 18 petugas diturunkan dinas perhubungan dengan dibantu pihak kepolisian yang berjumlah 2 orang dan Tenaga Kerja Sukarela. Diperkirakan arus balik akan kembali Senin (20/9). Dalam kondisi normal kendaraan yang masuk jumlahnya sekitar 50 ke bawah,”katanya. ruk

Selewengkan BBM Bersubsidi, Tiga PNS Diciduk Polisi

Jambi, BATAKPOS

Tertangkap tangan tengah menyelewengkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah bersubsidi, tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jambi diamankan Sat II Reskrim Polda Jambi. Kini ketiga tersangka bersama sejumlah barang bukti diamankan di Mapolda Jambi.

Ketiga tersangka yakni Firdaus (31) warga Jalan Lingkar Selatan Rt. 50 No. F 11 Kecamatan Jambi Selatan, Riyanto (33) warga perumahan Pinang Merah RT 15 Kelurahan Bagan Pete Kecamatan Kota Baru dan Budiyanto (36) warga Jalan Pattimura Lorong Kaca Piring RT.33 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Kota Baru.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Jumat (17/9) mengatakan, ketiganya diamanakan Sat II Reskrim Polda Jambi saat sedang membawa BBM jenis minyak tanah subsidi pemerintah.

Ketiga pelaku diamankan dalam waktu berbeda. Riyanto dan Budiyanto ditangkap lebih dulu sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (14/9) di Jalan Jambi-Palembang KM 13 Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi, saat sedang membawa BBM Mitan subsidi dalam 1 tedmon, 2 drum besi dan beberapa dirijen yang diangkut menggunakan 1 unit mobil suzuki APV Nopol BH 1086 GI.

Kemudian tersangka Firdaus ditangkap sekitar Rabu (15/9) pukul 01.30 WIB saat sedang membawa mintyak tanah yang disimpan dalam tedmon dan beberapa dirijen dengan menggunakan 1 unit mobil APV Nopol BH 1853 AH.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolda Jambi, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pelaku masih diperiksa penyidik Sat II Reskrim Polda Jambi. ruk

PGIW Jambi Minta Kasus HKBP Cikitang Bekasi Diusut Tuntas

Jambi, BATAKPOS

Persatuan Gereja di Indonesia Wilayah (PGI-W) Jambi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penusukan Penatua Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cikitang Bekasi, St Hasian Sihombing dan pemukulan Pdt Luspida br Simanjuntak. PGIW Jambi juga meminta Pemerintah menjamin dan melindungi setiap warga Negara menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan, agama masing-masing sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Demikian dikatakan Ketua PGIW Jambi, Pdt David Farel Sibuea MTh kepada BATAKPOS, Jumat (17/9). Menurutnya, Pemerintah harus mengambil tindakan sesuai dengan hokum yang berlaku, supaya aparat kepolisian mengusut tuntas tindakan oknum atau sekelompok warga yang menusuk dan melukai korban.

“Kita juga minta gereja jangan terpancing emosi pembalasan tapi dialog yang santun dan damai serta kita berdoa untuk setiap orang yang melakukan kekerasan terhadap sesame sebagai warga Negara RI. Kita juga himbau gereja anggota PGIW di Provinsi Jambi tetap menjaga keutuhan , kebersamaan dan keperdulian sesame gereja dan sesama warga masyarakat secara khusus di Provinsi Jambi,”kata Pdt David Farel Sibuea MTh yang juga Praeses HKBP Distrik XXV Jambi ini.

Secara terpisah, warga Jemaat HKBP Jambi, Donny Pasaribu SP mengatakan, persoalan HKBP di Bekasi bukanlah persoalan yang harus dijawab dengan memindahkan lokasi pendirian gereja, namun akar permasalahan adalah SKB 2 menteri itu yang sudah tidak sesuai dengan situasi kerukunan beragama saat ini serta harus diperjelas.

“Apakah rumah ibadah khususnya gereja tidak dapat didirikan diwilayah Republik Indonesia yang faktanya bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah hanya perjuangan para founding father yang berasal dari 1 agama saja,”katanya.

Menurut mantan Ketua NHKBP Jambi ini, hal itu jelas menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sudah mengalami krisis peradaban dan bangsa ini sudah harus disadarkan bahwa agama apapun tidak ada yang mengajarkan untuk menyakiti orang lain.

“Soal fanatisme diharapkan jangan menjadi sempit karena itu menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhannya masing- masing. Jangan pernah mengintimidasi kelompok manapun karena kita SAMA adalah bangsa Indonesia,”ujarnya.

Disebutkan, jika itu tidak disadari oleh bangsa ini, yakinlah AZAB yang akan selalu menimpa bangsa ini seperti yang saat ini selalu dialami oleh Indonesia.

“Mari semua introspeksi dan sadar diri, soal kebenaran keyakinan yang dianut oleh anak bangsa yang berbeda- beda ini kita kembalikan kepada Tuhan Yang Esa. Tantangannya sudah berbeda, kita telah menjadi negara demokrasi,”katanya. ruk