Halaman

Rabu, 30 September 2015

MUARA SABAK DALAM CATATAN SEJARAH

IST FB MUSRI NAULI
Kebakaran dan asap tahun 2015 tidak dapat dilepaskan dari Tanjung Jabung Timur beribukota Muara Sabak. Muara Sabak merupakan nama tempat di hilir dari berbagai muara Sungai yang ada di Jambi.
Dalam catatan berbagai catatan sejarah, nama Sabak lebih sering dicatat dengan istilah kata “Zabag”. Dengan jernih Budihardjo didalam bukunya “Perkembangan ekonomi masyarakat daerah Jambi- studi pada masa Kolonial” menerangkan “Sungai Batanghari kemudian mengilir hingga Muara Zabag dari hulu Tanjung Samalindu. Berita Arab juga menyebut nama “Zabag” yang identik dengan “Muara Zabag”. 
 
George Cœdès, Louis Charles Damais kemudian menuliskan “Sriwijaya” merupakan persamaan dari “Che-li – fo – che” atau “san-fo-tsi” yang kemudian mempersamakan dengan “Zabag”. “Zabag” kemudian diperkirakan sebagai Kerajaan Sailendra. Soekmono, R. didalam bukunya “Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia”pusat Sriwijaya terletak pada kawasan sehiliran Batang Hari, antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang).

Warga Jambi Frustrasi Akibat Gagalnya Penanggulangan Asap Oleh Pemerintah



KABUT ASAP DI JAMBI SEMAKIN PARAH

KABUT ASAP DI JAMBI SEMAKIN PARAH

Jambi, MR-Sebagian besar warga Kota Jambi mengaku frustrasi menyusul gagalnya upaya pemerintah menanggulangi bencana asap. Rasa frustrasi tersebut muncul, karena sudah tiga bulan warga kota itu terpapar asap. Bencana asap yang masih terjadi hingga Jumat (25/9) di kota itu menyebabkan semakin banyak warga yang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Proses belajar siswa di sekolah terganggu dan kegiatan usaha ekonomi warga pun terhenti. Sementara, pemerintah sama sekali tidak bisa memberikan kepastian mengenai keberhasilan penanggulangan asap, kebakaran hutan, dan lahan.

Albert (53), seorang sopir taksi di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi, mengatakan sangat frustrasi akibat bencana asap yang melanda kota itu selama tiga bulan terakhir. Asap tebal yang melumpuhkan penerbangan di Jambi membuat usahanya lumpuh total. Dia bersama puluhan sopir taksi di bandara setempat sudah dua bulan tidak bekerja, karena tidak ada pesawat yang beroperasi. Padahal kebutuhan belanja keluarga meningkat, akibat naiknya harga kebutuhan pokok selama kemarau.

Selain itu, biaya sekolah anak-anak yang sekolah di sekolah swasta juga sangat mendesak. Asap tebal yang melanda Jambi hingga Jumat (25/9) juga membuat anggota keluarga Albert terkena ISPA, batuk dan demam.

“Yang lebih memprihatinkan, sekolah anak-anak sangat terganggu. Sudah hampir satu bulan penuh anak-anak tidak sekolah. Padahal beberapa pekan mendatang anak-anak sudah mau ujian. Kami bingung juga, karena tidak ada kepastian yang bisa diberikan pemerintah kapan bencana asap ini bisa ditanggulangi,” katanya, Jambi, Jumat (25/9).

Berdasarkan pantauan di lapangan pagi ini, asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti kota itu masih sangat tebal, sama seperti kondisi Kamis (24/9). Asap tebal membatasi jarak pandang, sehingga hanya di bawah 500 meter (m) saja. Selain itu, asap juga menyebabkan seluruh sekolah di Kota Jambi kembali diliburkan.

Menurut Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Abubakar, wali kota Jambi menginstruksikan seluruh sekolah di Kota Jambi libur kembali mulai Jumat-Sabtu (25-26/9), karena asap tebal menyebabkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kota itu mencapai 300 partikel per mikron (ppm). (Asenk Lee).

Kabut Asap Membuat KBM Berantakan


KABUT ASAP DI KOTA JAMBI


Jambi, MR-Kabut asap yang semakin berbahaya membuat Dinas Pendidikan Kota Jambi kembali meliburkan Keguatan Belajar Mengajar (KBM) di Jambi. Bahkan kegiatan KBM memperburuk persiapan ujian semester sekolah tahun ini. Sementara Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Jambi merilis angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) hari ini di atas 300 PSI atau di atas level berbahaya.

Dampak buruknya udara Jambi etrsebut, Pemkot Jambi kembali meliburkan untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah, mulai dari PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA/ Sederajat, baik negeri maupun swasta.

KBM diliburkan Jumat, Sabtu (25-26/9) diliburkan seperti sebelumnya. Kemudian Selasa, Rabu 29-30 September 2015 juga diliburkan. Kepala Sekolah atau Guru diminta untuk gantikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tugas untuk dikerjakan di rumah oleh siswa.

Untuk diketahui, tingkat pencemaran udara yang sangat berbahaya ini dikutip BLHD Kota Jambi dari AQMS Mobile-P3E Sumatera, milik KMLHK RI di BLHD Provinsi Jambi.

Kepala Sekolah SMP-SMA Yadika Jambi, Friston R Sinaga SPd kepada Media Regional, Jumat (25/9) mengatakan, kegiatan kurikulum belajar jadi terganggu akibat libur dampak asap. Pihaknya terpaksa memberikan tugas-tugas kepada murid di rumah agar bisa mengejar mata pelajaran jelang ujian semester mendatang.

“Sudah sebulan lebih kegiatan belajar mengajar di Jambi terganggu akibat asap ini. Tentunya ini juga mengurangi kualitas belajar mengajar di sekolah-sekolah. Namun demikian kurikulum belajar sekolah harus ditempuh dengan pelajaran esktra saat kabut asap sudah hilang. Semoga kabut asap ini cepat berlalu,” katanya. (Asenk Lee)

Pesawat Tak Bisa Mendarat, Presiden Jokowi Batal ke Jambi


Danrem Gapu 042 Jambi Kolonel Makmur saat memberikan penjelasan kepada wartawan.


Jambi, MR-Kabut asap yang semakin menebal di Kota Jambi, mengakibatkan rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Jambi pada tanggal 25 – 26 September 2015 batal. Sebelumnya kunjungan Jokowi sempat dipercepat pada Kamis (24/09) sore, namun hal itu juga batal.

Padahal suasana di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi, Kamis (24/09) siang telah hiruk pikuk dipenuhi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta pihak TNI dan Polisi. Pihak Paspampres juga tampak telah melakukan sterilisasi pada kendaraan yang masuk ke area bandara, termasuk mobil kepresidenan yang akan ditumpangi oleh Jokowi.

Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Kol Inf Makmur kepada wartawan, Kamis (24/5) sore mengatakan, jarak pandang di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi terhitung hanya 400 meter, dan pihaknya masih menunggu kabar dari Protokoler Presiden.

Pj Gubernur Jambi Irman Berharap 2.218 Jemaah Haji Jambi Mabrur



ilustrasi
Jambi, MR-Penjabat (Pj) Gubernur Jambi, Dr.Ir.H.Irman,M.Si berharap agar 2.218 orang jemaah dari Provinsi Jambi tahun ini menunaikan ibadah haji bisa menjadi haji mabrur. Tingginya semangat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, kedepan, baru bisa 20 tahun setelah mendaftar berangkat untuk menunaikan ibadah haji.

Harapan tersebut dikemukakan oleh Irman dalam Peringatan Idul Adha 1436 H, bertempat di Masjid Agung Al-Falah, Kota Jambi, Kamis (24/9) pagi. Irman menyatakan, semangat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima sangat tinggi. Irman mengatakan, tahun ini 168.000 orang kaum muslimin dan muslimah Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji, dan dari jumlah tersebut, 2.218 orang jemaah dari Provinsi Jambi.

Bingkai Budaya yang Tak Lekang dari Pekabaran Injil di Simalungun


Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja MSi (tengah) menari bersama jemaat GKPS Jambi dan Kumpulan Marga Purba Tambak Jambi. Foto Asenk Lee Saragih


Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja MSi (kiri) manortor (menari) dengan sesepuh GKPS dari Jambi, St Raja Kumpul Purba (kanan) pada malam kesenian "Marsombuh Sihol (Melepas Rindu), Semalam di Simalungun" Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi di GKPS Kotabaru, Kota Jambi, Sabtu (19/9) malam. Foto Asenk Lee Saragih
Pesta Olobolob GKPS Resort Jambi

Jambi, MR-Lengkingan suara sang biduan melantunkan tembang-tembang lawas dan anyer berirama khas Simalungun memecah keheningan malam itu. Suara sopran sang biduan malam itu kian terasa syahdu tatkala berpadu dengan iringan kolaborasi musik modern organ tunggal dengan perangkat musik tradisional Batak Simalungun, seruling dan gonrang (gendang).

Itulah nuansa yang kental terasa ketika menyaksikan pergelaran seni – budaya Simalungun pada malam kesenian "Marsombuh Sihol (Melepas Rindu), Semalam di Simalungun" di lapangan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kotabaru, Kota Jambi, Sabtu (19/9) malam.

Menikmati sajian lagu-lagu Simalungun tempo dulu dan masa kini pada malam kesenian daerah tersebut, perasaan pun seakan hanyut terbawa kenangan ke masa lalu di tanah Simalungun. Kepiawaian artis idola Simalungun Intan Saragih dan grup musik kondang Simalungun, Nisha Grup asal Pematangsiantar, Sumatera Utara menampilkan sajian hiburan khas Simalungun malam itu juga membuat hadirin seakan terlupa suasana pengap akibat asap yang masih menggelayut di seantero Kota Jambi.

Terhipnotis senandung kenangan Simalungun lewat suara khas Intan Saragih, tepuk tangan hadirin pun bergemuruh. Rasa rindu mereka terasa terpuaskan setelah menikmati lagu-lagu berirama khas Simalungun, termasuk taur-taur (sinden) Simalungun. Kemudian mereka juga menikmati sajian tarian khas Simalungun yang dibawakan anak-anak warga GKPS kelahiran Jambi pada malam kesenian tersebut.

"Seperti berada di kampung halaman saya rasakan malam ini. Nuansa Simalungun sangat terasa begitu menikmati lantunan suara syahdu Intan Saragih membawakan lagu-lagu Simalungun. Sudah lama saya tidak pernah menikmati pentas seni khas Simalungun seperti ini," ujar Rosma Girsang (60), warga Simalungun Jambi kepada Media Regional di sela-sela pentas hiburan Simalungun tersebut.

Tak Lekang

Pimpinan GKPS Resort Jambi, Pdt Jadiman Purba (JP) Tamsar pada malam kesenian tersebut mengatakan, pihaknya menggelar pentas kesenian Simalungun untuk memeriahkan Pesta Olob-olob (Sukacita) memperingati 112 Tahun Pekabaran Injil di daerah Simalungun tingkat GKPS Resort (Wilayah) Jambi. PestaOlob-olob tersebut dihadiri Ephorus (Pimpinan Pusat) GKPS, Pendeta (Pdt) Martin Rumanja Purba, MSi.

Menurut Pdt JP Tamsar, selama ini sudah menjadi tradisi bagi segenap warga GKPS menggelar pentas kesenian daerah Simalungun setiap perayaan Pesta Olob-olob Pekabaran Injil medio September. Tradisi seperti itu juga tetap dilaksanakan di GKPS Jambi karena kehidupan bergereja warga GKPS tak pernah lekang dari sentuhan – sentuhan seni - budaya. GKPS juga tetap memanfaatkan gereja sebagai salah satu pewarisan nilai-nilai budaya serta pelestarian seni – budaya Simalungun.

"Pentas kesenian Simalungun selalu digelar setiap perayaan Pesta Olob-olob Pekabakaran Injil di GKPS Jambi untuk mengobati rasa rindu warga GKPS dan Simalungun di Jambi terhadap seni-budaya daerah mereka. Bahkan, untuk memuaskan rasa rindu seni budaya daerah tersebut, kami pun selalu mengundang artis-artis dan seniman Simalungun ke Jambi seperti malam ini," katanya.
Lebih Kental


Nostalgia terhadap tanah Simalungun terasa lebih kental lagi pada Pesta Olob-olob Pekabaran Injil di GKPS Jambi ketika dihelat tarian bersama seusai ibadah bersama di GKPS Kotabaru Jambi, Minggu (20/9). Seakan belum puas menikmati sajian pentas seni Simalungun pada "Marsombuh Sihol, Semalam di Simalungun," Sabtu (19/9) malam, sekitar 600 orang warga GKPS Jambi beserta para undangan dari marga-marga Simalungun di Jambi turun ke arena menyanyi dan menari bersama.

Mereka seolah tak menghiraukan kepulan asap tebal kebakaran hutan dan lahan yang sebenarnya mengganggu pernafasan serta menyengatnya udara panas dan gerah. Suasana pentas musik dan tari tersebut semakin menghangat ketika Intan Br Saragih meladeni permintaan hadirin melantunkan lagu-lagu rancak daerah lain, termasuk lagu Flores yang saat ini popular di blantika musik pop Indonesia, "Gemu Fa Mi Re" (Maumere).

Suasana hangat di tengah hentakan musik khas Simalungun berirama rancak tersebut pun menggerakkan warga jemaat, khususnya pemuda GKPS Resort Jambi yang mengajak Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja MSi bersama isteri, Lonita Silalahi turun ke arena menari bersama.

Identitas GKPS

Mengapresiasi antusiasme warga jemaat GKPS Jambi dan warga Simalungun di Jambi terhadap pentas seni – budaya Simalungun tersebut, Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja MSi mengatakan, memang Pekabaran Injil di Simalungun sejak 112 tahun silam hingga kini tidak terpisahkan dari seni – budaya Simalungun.

Bahkan, nilai-nilai luhur seni - budaya Simalungun banyak diadopsi para misionaris dari Jerman untuk mempercepat Injil diterima masyarakat Simalungun. Lagu-lagu daerah Simalungun banyak dijadikan lagu rohani berbahasa Simalungun. Kemudian Alkitab juga diterjemahkan dalam bahasa Simalungun.

Dan yang lebih terpenting lagi, lanjut Martin Rumanja, nilai-nilai luhur adat Simalungun yang menonjolkan kelemah-lembutan menjadi salah satu penopang utama keberhasilan misionaris Jerman dan para penginjil pertama di Simalungun mengabarkan Injil ke seantero daerah Simalungun.

Nenek moyang orang Simalungun terkenal dengan turur sapa, bahasa yang lemah lembut. Melalui tutur kata yang lemah – lembut tersebut, nenek moyang orang Simalungun mampu menciptakan kebersamaan yang erat di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.

"Semangat kebersamaan tersebut memampukan misionaris Jerman, August Thais menghadapi aral rintangan dalam Pekabaran Injil di Simalungun sejak 2 September 1903. Kebersamaan itu pula yang menjadi bekal utama pendeta dan penginjil di Simalungun mampu mendirikan GKPS sejak 1963 ini," katanya. 

Melihat besarnya peran seni – budaya daerah dalam Pekabaran Injil di Simalungun lebih satu abad, Ephorus GKPS, Pdt Martin Rumanja Purba MSi mengarahkan perhatian warga jemaat untuk menerapkan kembali nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat, terutama sikap lampei marsahap(berbicara lemah – lembut). Melalui bahasa yang lemah – lembut, santun, kebersaman keluarga, gereja, dan masyarakat pun dapat dijalin lebih baik untuk mengatasi berbagai pergumulan hidup.

"Melalui kelemah-lembutan itu juga keluarga, gereja, dan masyarakat mampu mengubah keadaan kehidupan yang tidak baik menjadi baik. Sikap lemah – lembut, sopan, dan penuh tata krama tersebut juga perlu diwarisi segenap warga GKPS agar GKPS bisa menjadi pilar pembangunan moralitas dan karakter bangsa," paparnya.

Orang Simalungun, termasuk warga GKPS, lanjut Pdt Martin Rumanja, termasuk orang kecil di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, orang Simalungun bisa memberikan kontribusi besar dalam pembangunan masyarakat melalui pembelajaran mengenai tata – krama, karakter, dan moralitas di tengah masyarakat.

"Sikap lampei atau lemah lembut dalam bertutur kata dan sopan dalam berperilaku merupakan ciri khasompung (nenek moyang) kita Simalungun sejak dahulu kala. Sifat seperti itu tentunya masih tetap relefan kita laksanakan dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat agar Simalungun semakin dikenal dan bisa memberikan sumbangsih bagi pembangunan bangsa kita," katanya. (Asenk Lee)

Selasa, 29 September 2015

Kabut Asap, Jadwal Keberangkatan Kontingen Pesparawi Provinsi Jambi Tertunda

Peserta Pesparawi Jambi SyDewi Corry Girsang M Kes didalam Pesawat Batik Air Pukul 06.00 WIB. Namun tak jadi berangkat karena kabut asap tebal dan penumpang disuruh turun dari pesawat hingga berangkat pukul 09.15 WIB. IST
BERITAKU-Kabut asap pekat yang melanda Kota Jambi dan sekitarnya, mengakibatkan keberangkatan Kontingen Pesparawi Nasional Provinsi Jambi tertunda. Bahkan sebelumnya Kontingen Jambi berangkat dari Bandara Jambi, namun dialihkan lewat Bandara Internasional Sultan Badaruddin Palembang, Sumatera Selatan. (Baca: Cari Dana, Pesparawi Kontingen Jambi Adakan Konser)

Kontingen Pesparawi Provinsi Jambi berangkat dari Kota Jambi menggunakan Bus menuju Bandara Internasional Sultan Badaruddin Palembang, Sumatera Selatan, Senin 28 September 2015 malam. Kontingen tiba di Bandara Sultan Badaruddin Palembang, Selasa 29 September 2015 sekira Pukul 04.00 WIB.

Kontingen Jambi seharusnya sudah berangkat dengan Maskapai Batik Air menuju Bandara Soate Jakarta dari Bandara Sultan Bahdaruddin Palembang, Selasa 29 September 2015 sekira pukul 06.00 WIB. Namun karena kabut asap semakin menabal di Bandara Sultan Badaruddin Palembang, terpaksa jadwal keberangkatan ditunda hingga tiga jam. (Info dari Peserta Pesparawi Jambi SyDewi Corry Girsang M Kes). (Asenk Lee Saragih)  
PS DEWASA PROVINSI JAMBI

Undangan Perayaan Pertama HUT Ke 3 Tugu Raja Simanihuruk

Undangan Perayaan Pertama HUT Ke 3 Tugu Raja Simanihuruk
BERITAKU-Undangan Perayaan Pertama HUT Ke 3 Tugu Raja Manihuruk sudah beredar di seluruh Pomparan ni Ompu Raja Simanihuruk se Indonesia bahkan se Dunia. Termasuk di Jambi undangan sudah mulai didistribusikan. Sebagai "Bukti Undian Door Prize" untuk satu undangan dibebankan biaya ongkos cetak dan kirim untuk membantu Panitia Rp 100.000. 

Sumbangan juga dapat ditransfer ke Panitia Pada Bank BRI No Rek 0333-01-000706-56-2 Atas Nama Mulatua Nainggolan HP 081280153771 (Bendahara Panitia). Undangan itu ditanda tangani oleh Ketua Drs MB Manihuruk (Op Agatha), Sekretaris Osben Simanihuruk SH (Ap Philip) dan diketahui oleh Ketua Umum Manihuruk Se Dunia A Manihuruk MBA (Am Melita). 

Perayaan Dilaksanakan:
Hari/Tanggal           : Minggu-Senin, 27-28 Desember 2015
Pukul                       : 08.00 WIB S/d Selesai
Tempat                    : Harapohan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Untuk Informasi Selengkapnya Terdapat pada Undangan yang telah Dicetak dan dibagikan. (Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih-HP 08127477587) 




(KLIK: Undangan Ini Juga Dimuat di www.beritasimalungun.com)



CETAK 11R FOTO TUGU MANIHURUK.