Halaman

Jumat, 31 Agustus 2018

Kaos Milik Atlet Jonathan Christe Pada Final Tunggal Bulutangkis Dibeli Rirut Utama SCM Sebesar Rp 400 Juta

Gitar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri laku Rp 1 Miliar pada acara Konser Amal untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat yang digelar oleh stasiun TV swasta pada Rabu malam, 29 Agustus 2018. ( Foto: Biro Humas Kemnaker )
Gitar Menteri Hanif Laku Rp 1 Miliar pada Konser Amal Lombok

Jakarta - Gitar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri laku Rp 1 Miliar pada acara Konser Amal untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat yang digelar oleh stasiun TV swasta pada Rabu malam (29/8/2018).

Salah satu bintang tamu acara tersebut adalah Elek Yo Band, grup musik yang personilnya para menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain penampilan musik, panitia melelang gitar Menteri Hanif, serta pakaian dan raket sejumlah atlet Indonesia yang digunakan dalam meraih medali pada Asian Games 2018.

Sejumlah menteri juga melelang barang koleksinya. Menteri Retno melelang vas bunga (Rp 150 juta), Menteri Budi Karya melelang kain tenun khas NTB (Rp 150 juta) dan Menteri Puan melelang jaket Asian Games (Rp 200 juta).

Awalnya, gitar akustik itu dibuka dengan penawaran awal Rp 100 juta. Di awal lelang, Menteri Hanif berinisiatif agar seluruh personil Elek Yo Band membubuhkan tanda tangan pada gitar tersebut. “Jika ada tanda tangan seluruh personil, semoga harganya menjadi mahal,” kata Menaker Hanif setengah berseloroh.

Sejurus kemudian seluruh personil membunuhkan tandatangan. Yakni Menteri Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Koordinator Staff Khusus Presiden Teten Masduki serta Menaker M. Hanif Dhakiri.

Pada penawaran awal, ada peserta lelang berani dengan penawaran Rp 100 juta, lalu ada yang berani Rp 150 juta. Menjelang lelang ditutup, tiba tiba Jonathan Tahir mengangkat tangan dan berani dengan penawaran Rp 1 miliar. Di Atas panggung, Menteri Hanif terlihat terkejut mendengar penawaran tersebut, lalu tampak girang.

Jonathan Tahir adalah Co-Chair Mayapada Foundation. “Mewakili Tahir Foundation, kami sangat peduli dengan nasib saudara saudara kita di NTB, dan membeli gitar ini Rp 1 miliar,” kata Jonathan sebelum berfoto bersama dengan seluruh personil Elek Yo Band.

“Terimakasih kepada Pak Jonathan Tahir dan Tahir Foundation yang memberi bantuan Rp 1 miliar melalui gitar saya,” ucap Menaker Hanif.

Lelang penampilan Elek Yo Band yang dihargai Rp 10 miliar. Donasi Rp 10 miliar yang didapat merupakan hasil lelang penampilan Elek Yo Band membawakan empat buah lagu. Pembelinya adalah gabungan dari perusahaan-perusahaan ternama Tanah Air. Mereka adalah Intiland, Hanson, Mayapada, Panin Bank, dan Grab.
Atlet Bulutangkis Indonesia Pada Asian Games 2018.

Berikut daftar kaos, harga lelang, dan harga beli:

1. Kaos milik atlet voli putra Muhammad Asyifa dan Ade Candra Rahmawan dibeli Rp 50 juta per kaos jadi total Rp 100 juta dibeli oleh Ari Manopo dari Bank Mandiri.

2. Kaos milik atlet voli putra Danangsyah Yudistira Pribadi dilelang seharga Rp 50 juta dibeli oleh Anton di Jakarta.

3. Kaos milik atlet voli putri Putu Dini Jasita Utami dan Dita Juliana dilelang seharga Rp 50 juta per kaos dan dibeli oleh Lita di Tangerang seharga Rp 100 juta.

4. Kaos milik atlet bulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dilelang seharga Rp 100 juta dan dibeli oleh Agus Karyanto dari Adhi Karya seharga Rp 150 juta.

5. Kaos milik atlet bulutangkis tunggal putra Jonathan Christe dilelang seharga Rp 150 juta dan dibeli oleh Direktur Utama SCM Sutanto Hartono seharga Rp 400 juta.

6. Kaos milik atlet bulutangkis ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto dilelang Rp 100 juta untuk dua kaos dan dibeli oleh Suseno dari Brantas Abhipraya.

7. Kaos milik atlet bulutangkis ganda putra Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo dilelang Rp 100 juta per kaos. kaos Kevin dibeli oleh Ajiyasa dari Wika seharga Rp 100 juta dan kaos Marcus dibeli Suroto dari Hutama Karya Rp 150 juta. Jadi totalnya Rp 250 juta.

8. Raket milik Marcus dan Kevin dilelang Rp 150 juta untuk dua raket. Tetapi, justru laku Rp 300 juta dua raket.

9. Baju pencak silat yang berjumlah 11. Penyanyi Inul Daratista membeli baju milik Sarah Tria Monita seharga Rp 100 juta. Kemudian dua baju lainnya dibeli oleh Unilever Indonesia dan Bukalapak. Lalu satu paket berisi delapan baju seharga Rp 150 juta dibeli oleh Wika Beton.

Dari Penonton Mahasiswa dan Lainnya

Tak mau kalah, mahasiswa-mahasiswa yang hadir menonton konser pun turut menyumbang. Mereka mengumpulkan uang bersama-sama.

1. Binus University menyumbang Rp 80 ribu.

2. LP3I Jakarta menyumbang Rp 720 ribu.

3. Universitas Wiraswasta Indonesia sebesar Rp 500 ribu.

4. STIMIK Global menyumbang Rp 370 ribu.

5. Wendi dari UNJ menyumbang Rp 50 ribu.

6. Relova sebesar Rp 780 ribu.

7. Mahasiswa ATVI menyumbang Rp 70 ribu.

8. Pupers Putri menyumbang Rp 200 ribu.

9. Untar menyumbang Rp 390 ribu.

10. STIP menyumbang sebesar Rp 2.732.000.

11. UIN sebesar Rp 212 ribu.

12. Matlaul Anwar menyumbang Rp 189 ribu.

13. Perusahaan Luwak White Koffie pun turut memberikan donasi sebesar Rp 100 juta. National Key Account Managaer Luwak White Koffie, Robert Ardian langsung menyerahkannya kepada Ketua Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih (YPAPK) Imam Soedjarwo.

Total Donasi

Dengan begitu, total keseluruhan lelang adalah Rp 13,5 miliar. Namun, hasil donasi yang berhasil dikumpulkan dari Konser Amal Untuk NTB adalah Rp 16.575.886.004.

Rinciannya adalah:

1. Rekening BCA, BBM, Bukalapak, dan Dana sebesar Rp 1.495.047.557.

2. Lelang sebesar Rp 13.500.000.000.

3. Donasi langsung Rp 393.370.000.

4. Iklan sebesar Rp 1.184.468.487. (*)


Sumber: Berbagai Sumber/Asenk Lee Saragih

Kamis, 30 Agustus 2018

Pesona Kerajinan Ibu-Ibu Penunggu PAUD dari Jambi

Hasilkan Produk Kerajinan Berkualitas

(Ki-Ka) Krisna Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga. Duduk belang Br Manullang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Kreatifitas Ibu-Ibu Perajut Manfaatkan Waktu Tunggu Anak Sekolah

BERITAKU, Jambi-Memanfaatkan waktu luang dengan berkarya saat mengantar anak-anak sekolah jarang dilakukan oleh ibu-ibu pada umumnya. Kadang kalau sudah kumpul satu atau dua ibu-ibu yang ada pada benak adalah pasti mereka merumpi dan ngomongin arisan. Namun ada ibu-ibu yang tiap hari mengantar anaknya Pendidikan Anak Usia Jambi (PAUD) (TK) justru memanfaatkan waktu mereka sembari menunggu anak pulang sekolah dengan berkarya.

Setiap pagi, ada suasana rutin di pelataran Gereja Methodis Kotabaru Kota Jambi. Usai mengantar anaknya sekolah di TK Methodis Kotabaru Jambi, ibu-ibu ini duduk dan sibuk dengan kedua tangan mereka merajut benang-benang besar untuk membuat sebuah karya yang bernilai tinggi. 

Ternyata mereka adalah Krisna Br Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga. Pagi tu, Rabu (29/8/2018) Jambipos Online berbincang-bincang santai tetang apa yang mereka lakukan. Ternyata mereka tengah merajut benang-benang besar untuk dijadikan ragam karya, misalnya tas, Bakul dan kerajinan lainnya.

“Daripada kami menunggu anak dengan merumpi, lebih baik kami mengisi waktu dengan belajar merajut buat bakul, tas dan kerajinan lainnya. Saya menggeluti ini sudah lama sekali dengan otodidak. Sudah banyak pesanan orang saya kerjakan walau dengan waktu yang cukup lama dengan pengerjaan yang rumit dengan cara merajut manual,” ujar Krisna Manik. 

Menurut Krisna Manik, dirinya sudah mengerjakan rajutan dengan ragam bentuk. Mulai dari tas wanita, tas pria, bakul hingga asesoris lainnya. Sembari menunggu anak pulang sekolah, Krisna Manik dan Sondang Sihite dan Meri Sinaga asik dengan merajut.

“Mengerjakan satu produk bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, bahkan bisa bulanan. Tergantung dari tingkat kesulitan motif yang kita buat. Ini bahanya benang besar yang kuat dan produk yang dihasilnya cukup baik dan kuat,” ujar Sondang Sihite menambahkan.

Sementara Meri Sinaga mengaku baru menggeluti merajut ini dari ajakan Krisna dan Sondang. “Saya baru belajar dan mengisi waktu menunggu anak pulang dengan merajut tali-tali untuk membentuk suatu produk yang bernilai jual tinggi. Dari pada kami merumpi tak karuan, lebih baik merajut dan membuahkan karya yang berguna,” ujar Meri Sinaga. 

Krisna Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga masih terkendala pada modal untuk mengembangkan usaha kreatifitas mereka. Tapi mereka berencana membuat kelompok “Ibu-ibu” pengrajin rajutan dan memiliki bapa angkat untuk bisa memasarkan hasil karya mereka. 

Untuk memesan produk rajutan bisa menghubungi Krisna Manik HP 081274842692, Sondang Sihite HP 085242541856 dan Meri Sinaga HP 082306428511. (JP-Asenk Lee Saragih)

Krisna Manik, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

Sondang Sihite saat merajut, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

(Ki-Ka) Sondang Sihite dan Meri Sinaga saat merajut. Duduk belang Br Manullang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Br Manullang memegang Tas hasil karya rajutan Ibu-Ibu saat menanti anak sekolah pulang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih





Gara-Gara Pesilat Ini, Jokowi-Prabowo Berpelukan

Pesilat Indonesia, Hanif (tengah) memeluk Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua PPSI, Prabowo Subianto (kanan) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, 29 Agustus 2018. ( Foto: Humas PMK / Kristian )

Jokowi berpelukan dengan Prabowo Subianto setelah Hanifan Yudani Kusumah meraih emas dari cabang olahraga pencak silat kelas C (55-60 kg).

BERITAKU, Jakarta- Presiden Joko Widodo kembali melanjutkan safarinya menyaksikan atlet-atlet Indonesia di berbagai pertandingan Asian Games 2018. Kali ini, ia menyambangi pertandingan hari terakhir dari cabang pencak silat di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Dalam kesempatan itu, Jokowi datang pada pertandingan tarung kedua hari itu, yakni antara Hanifan Yudani Kusumah dan Thai Linh Nguyen (Vietnam) di kelas C (55-60 kg). Ia datang saat kedua pesilat tengah melakoni ronde kedua.

Jokowi, sapaan akrab presiden, duduk bersebelahan dengan calon Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Kehadiran kedua tokoh negara tersebut membuat penonton bersorak gembira karena keduanya terlihat akrab.

Sesaat setelah mendatangi arena pertandingan, Jokowi langsung menyalami Prabowo. Kemudian, semua penonton yang menyaksikan momen tersebut, meneriakkan yel-yel Indonesia hingga menggema di dalam arena.

Hanifan sendiri menang tipis atas Thai dengan skor 3-2. Usai berselebrasi atas kemenangan tersebut, Hanifan berlari ke arah Jokowi dan Prabowo.

Uniknya, ia memeluk keduanya sekaligus. Tangan kanannya merangkul pundak Prabowo, sementara tangan kirinya merangkul pundak Jokowi.

Atas kemenangan Hanifan, pencak silat Indonesia tercatat kembali memenangi emas Asian Games 2018 di nomor tarung. Ini menjadi emas ke-13 bagi cabor pencak silat atau ke-29 untuk Kontingen Indonesia.(*)


Sumber: Suara Pembaruan

Peristiwa Langka, Jokowi-Prabowo Berpelukan

(Foto) Jokowi-Prabowo Berpelukan di Final Silat Asian Games 2018
Jakarta-Jokowi berpelukan dengan Prabowo Subianto setelah Hanifan Yudani Kusumah meraih emas dari cabang olahraga pencak silat kelas C (55-60 kg).

Presiden Joko Widodo kembali melanjutkan safarinya menyaksikan atlet-atlet Indonesia di berbagai pertandingan Asian Games 2018. Kali ini, ia menyambangi pertandingan hari terakhir dari cabang pencak silat di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Dalam kesempatan itu, Jokowi datang pada pertandingan tarung kedua hari itu, yakni antara Hanifan Yudani Kusumah dan Thai Linh Nguyen (Vietnam) di kelas C (55-60 kg). Ia datang saat kedua pesilat tengah melakoni ronde kedua.

Jokowi, sapaan akrab presiden, duduk bersebelahan dengan calon Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Kehadiran kedua tokoh negara tersebut membuat penonton bersorak gembira karena keduanya terlihat akrab.

Sesaat setelah mendatangi arena pertandingan, Jokowi langsung menyalami Prabowo. Kemudian, semua penonton yang menyaksikan momen tersebut, meneriakkan yel-yel Indonesia hingga menggema di dalam arena.

Hanifan sendiri menang tipis atas Thai dengan skor 3-2. Usai berselebrasi atas kemenangan tersebut, Hanifan berlari ke arah Jokowi dan Prabowo.

Uniknya, ia memeluk keduanya sekaligus. Tangan kanannya merangkul pundak Prabowo, sementara tangan kirinya merangkul pundak Jokowi.(JP-Lee)















Tokoh Pers Nasional Sabam Leo Batubara Kelahiran Siantar Tutup Usia

Leo Batubara (kiri). Google.
BERITAKU, Jakarta-Indonesia kehilangan seorang tokoh pers nasional setelah Sabam Leo Batubara yang juga Anggota Kelompok Kerja Bidang Pengaduan Dewan Pers meninggal dunia Almarhum meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018). Almarhum meninggal di usia 79 tahun.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi Anggota Dewan Pers Hendry Ch Bangun melalui sambungan telepon kepada Kompas.com. Menurut Hendry, Leo Batubara meninggal setelah terjatuh di ruangannya, di Lantai 7 kantor Dewan Pers, Jakarta. 

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. "Jadi beliau itu jalan dari kamar mandi ke ruang kerjanya kembali, lalu terjatuh, kemungkinan kepalanya membentur kayu atau apa sehingga berdarah," urainya. 

"Langsung dilarikan ke RSPAD yang paling dekat, tetapi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dinyatakan sudah tidak ada," sambung dia. 

Ia pun menyampaikan dukanya atas kepergian Leo yang juga merupakan Mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2007-2010. 

"Kita tentu berduka karena dia termasuk pejuang kemerdekaan pers ya sejak reformasi," tutur Hendry. Saat ini jenazah Leo berada di Rumah Duka RSPAD dan para keluarga pun sudah hadir. Menurut informasi Hendry, Leo akan dimakamkan Jumat (31/8/2018). 

Sabam Leo Batubara yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara 26 Agustus 1939 dikenal sebagai aktivis pers yang memperjuangkan kebebasan bersuara di Indonesia. 

Almarhum pernah menjabat sebagai Pimpinan Perusahaan harian Suara Karya. Jebolan IKIP (sekarang Universitas Negeri Jakarta) ini juga ikut merumuskan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. 

Pesan terakhir Leo Batubara sempat menyampaikan pesan untuk Dewan Pers. Pesan tersebut dilontarkan Leo saat mendampingi Ketua Dewan Pers Yosef Adi Prasetyo menerima audiensi Pengurung Asosiasi Media Siber Indonesia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (27/8/2018). 

Dalam pertemuan itu, Leo Batubara menyambut baik niat AMSI menjadi konstituen Dewan Pers. Leo yang bersuara lantang ini berpesan, anggota Dewan Pers mendatang harus mereka yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan punya waktu mengurus Dewan Pers. 

"Berbeda dengan lembaga lain, Dewan Pers ini pengabdian. Baik diisi mereka yang sudah tidak sibuk dengan dirinya sendiri dan karirnya," ujar Leo Batubara. Dalam pertemuan itu, Leo menjelaskan ulang opini yang ditulisnya dan diterbitkan di Harian Kompas terkait polemik Hari Pers Nasional.

Group WA Forum Diskusi Simalungun

Kabar dukacita ini juga menghiasi di Group WA Forum Diskusi Simalungun (FDS).

"Turut berduka cita yang dalam atas berpulangnya Tokoh Pers Nasional , mantan Ketua SPS dan Anggota Dewan Pers Leo Batubara ( Ayahanda dari rekan kami Bobby Batubara)  pada hari ini Rabu 29 Agusus 2018 di RSPAD Jakarta. Jenasah disemayamkan di Rumah Duka RSPAD. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tabah dan Alm mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan YME . Amiin," tulis Antony Girsang.

Pada Group WA FDS ini, Leo Batubara juga pernah mengkritisi soal maraknya Media Siber di Indonesia.

Almarhum (Leo Batubara), saat itu memberikan tanggapan soal maraknya media siber di Indonesia saat ini. Berikut ini pendapat Leo Batubara dikutip dari WA Group Forum Simalungun. 

Berikut kutipannya: Sekarang jumlah media online (siber) lebih dari 43.300. Menurut UU Pers mereka harus menaati ketentuan UU No 40/1999 tetang pers. 

Yang terdaftar telah menaati UU Pers baru sekitar 100. Media yang 43.200 bebas bergiat! Tidak ada larangan dari dewan pers. Tetapi karena banyak dari media tersebut melakukan fungsi kontrol dan melakukan pengawasan dan kritik misalnya terhadap kepala daerah atau dana bos sekolah sekolah.

Persoalannya adalah, jika beritanya dituduh mencemarkan nama baik maka sikap Dewan Pers hanya melindungi media siber yang telah menaati UU Pers.

Sementara tehada media siber yang tidak menaati UU Pers, rekomendasi dewan pers adalah para pengadu silahkan menempuh jalur hukum dengan mempedomani UU di luar uu pers. 

Anehnya, banyak media abal abal berteriak Dewan Pers tidak melindungi mereka. Padahal media mereka tidak menaati ketentuan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Mereka mestinya tau bahwa media mereka adalah penumpang gelap kemerdekaan pers.(Berbagai Sumber/Asenk Lee)

Porhanger GKPS Hutaimbaru (St Tuahman Purba Pakpak) Meninggal Dunia

Pengantar Jemaat GKPS Hutaimbaru (St Tuahman Purba Pakpak) Tutup Usia.
Hutaimbaru-Kabar Dukacita mewarnai sejumlah group sosial media (FB, WA) milik warga Hutaimbaru dan perantau asal Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun. Kabar duka ini meninggalnya St Tuahman Purba Pakpak (Ompung Niko) Pengantar Jemaat GKPS Hutaimbaru, Resort Tongging, Rabu (29/8/2018) subuh akibat sakit dan sempat dirawat di RS Kaban Jahe, Kabupaten Karo.

Almarhum St T Purba Pakpak disemayamkan di rumah duka di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Acara Prosesdi Adat Sayur Matua dan Pemakaman, Sabtu 1 September 2018. 

St Tuahman Purba Pakpak sudah menjabat sebagai Pengantar Jemaat GKPS Hutaimbaru selama dua periode. Sintua ini dikenal baik dan sangat peduli terhadap kawula muda khususnya para perantau asal Hutaimbaru. 

St Tuahman Purba Pakpak juga sempat menjalani perobatan di Malaka dan Pekanbaru. Almarhum meninggalna seorang istri lima anak dan beberapa orang pahompu. 

Anaknya yakni Pittauli Br Purba Pakpak (Polisi) di Pekanbaru, Bonamei Purba Pakpak di Hutaimbaru, Lasma Br Purba Pakpak di Pekanbaru, Rodisman Purba Pakpak di Jakarta, Senna Br Purba Pakpak di Pekanbaru. Seluruh anaknya bergereja di GKPS domisili masing-masing. 

Ucapan Dukacita menyemai di “Group WA Hutaimbaru Tanoh Hatubuhan” antara lain dari S Girsang Hutaimbaru, At Fuji Dearman Manihuruk (Bandung), Rodo Timbul (Siantar), Mariaty Br Girsang, Michael Girsang, Bp Yohanes Girsang, Pdt Grubert Manihuruk STh (Sibolga).

Kemudian Asenk Lee Saragih (Jambi), Linda Girsang, Rudolf Haloho (Bandung), Risma Br Haloho (Jateng), Roslen Sinaga, Alamson Girsang, Masta Sidauruk, Marikson, Jaya Saragih Manihuruk (Bandung),
Vindariana Manihuruk (Canada), Marolob Manihuruk (Singapura), Ani Br Sinaga (Bandung). 

Ucapan Dukacita juga dari Rodensius Turnip, Marensius, Korma, Febrian, Sorta Giro, Sofian dan perantau asal Hutaimbaru lainnya.
Seluruh Perantau Asal Hutaimbaru mengucapkan Turut Berdukacita Atas “Parujung Goluhni Bapa St Tuahman Purba Pakpak”. Semoga Keluarga yang Ditinggal Tabah dan Tegar dan “Podas Tarapoh”. (Asenk Lee Saragih) 


St T Purba Pakpak bersama Ketiga Putrinya dan Cucunya. FB Senna Purba.
  
Foto Kolase FB

Selasa, 28 Agustus 2018

Jonatan "Jojo" Christie Rebut Medali Emas Tunggal Putra Bulutangkis Asian Games 2018

Jonatan "Jojo" Christie.Google.
Medali emas yang diraih Jonatan "Jojo" Christie ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulutangkis.

Jakarta-Indonesia meraih emas ke-23 setelah pebulutangkis Jonatan "Jojo" Christie mengalahkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen di final tunggal putra bulutangkis, Selasa (28/8/2018), dalam tiga gim 21-18, 20-22, 21-15.

Medali emas yang diraih Jojo ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulutangkis. Ini sekaligus emas ke-27 tim bulutangkis Indonesia dalam sejarah perjalanan Asian Games.

"Kita harus mulai awal lagi, saya dan tim tunggal putra harus siap dalam laga berikutnya," kata Jonatan Christie usai laga.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga Indonesia yang memberikan dukungan. Dan, usai menyudahi laga final, Jojo langsung melepaskan kaos yang dikenakannya.

Perolehan 23 medali emas ini merupakan capaian terbaik Indonesia sepanjang perjalanannya dalam mengikuti ajang Asian Games.



Capaian 23 medali emas ini akan bertambah menjadi 24 karena final bulu tangkis ganda putra akan menghadapkan sesama atlet Indonesia.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, akan menghadapi ganda putra Indonesia lainnya, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada Selasa (28/8/2018) siang ini.

Dua emas Dari Panjat Tebing

Sebelumnya, Indonesia berhasil meraih 22 medali emas setelah cabang olah raga panjat tebing menyumbang dua emas melalui nomor kecepatan regu putra dan putri di Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (27/8/2018) malam.

Emas pertama disumbangkan regu putri Indonesia untuk nomor kecepatan estafet, yaitu Puji Lestari, Fitriyani, Aries Susanti Rahayu, Sallsabillah Rajiah, dengan mengalahkan tim Cina.

Dan emas kedua diraih regu putra Indonesia (tim satu) dalam nomor kecepatan estafet regu putra, yaitu Sufriyanto Rindi, Hinayyah Muhammad, Dzar Yulianto Abu, serta Leonardo Veddriq, setelah mengalahkan tim Indonesia dua.

Sebelumnya, atlet panjat tebing putri, Aries Susanti Rahayu, telah menyumbang emas pertama panjat tening nomor tunggal. Dengan demikian, cabang panjat tebing sudah menyumbangkan tiga emas.

Sampai Senin (27/08), Indonesia telah meraih 22 emas dan masih berada di urutan empat dalam perolehan medali sementara, di bawah Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Perolehan 22 medali emas ini merupakan capaian terbaik Indonesia sepanjang perjalanannnya dalam mengikuti ajang Asian Games.

Capaian 22 medali emas ini akan bertambah menjadi 23 karena final bulu tangkis ganda putra akan menghadapkan sesama atlet Indonesia.

Pencak Silat Sapu Bersih Medali Emas

Abdul Malik memenangkan emas ke 20 Indonesia dan ke-delapan dari cabang pencak silat setelah menjuarai pencak silat nomor 50-55 kg dalam final yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8/2018). Dia mengalahkan pesilat asal Malaysia, Faizul M Nasir, dengan angka 5-0.

Dengan pencapaian ini, Indonesia mantap di posisi ke-empat klasemen umum, meninggalkan Iran. Tiga raksasa Asia, yang sementara ini menempati posisi tiga besar adalah Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Emas ke-19 diperoleh Monita Sarah Tria setelah mengalahkan lawannya, Nong Oy Vongphakdy dari Laos dengan angka 5-0 di final nomor 55-60 kg putri.

Satu emas lagi, juga satu perak, dipastikan diperoleh dari ganda putra bulutangkis setelah dua pasangan Indonesia berhasil melaju ke final.

Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju ke final setelah menundukkan ganda putra Taiwan, Lee Yang-Lee Jhe Hui dalam tiga set (21-15, 20-22, 21-12).

Di babak final, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan menghadapi ganda putra Indonesia lainnya, Alfian Fajar-Muhammad Rian Ardianto

Sayangnya, tunggal putera bulutangkis gagal menampilkan sesama atlet Indonesia setelah Anthony Ginting takluk di tangan pemain Taiwan, Chou Tien Chen, di semifinal.

Dalam laga sebelumnya, ganda putra Alfian Fajar-Muhammad Rian Ardianto telah mengalahkan ganda putra Cina, Yuchen Liu - Li Junhui (21-14, 19-21, 21-13).

Dengan 'All Indonesian Final' di ganda putera bulutangkis, Indonesia dipastikan meraih setidaknya 21 medali emas di Asian Games kali ini -terbaik sepanjang sejarah.

Para finalis Indonesia praktis menyapu bersih semua nomor final dan menyumbangkan seluruhnya delapan emas bagi kontingen.

Sebelumnya Aji Bangkit Pamungkas menyumbang emas dengan mengalahkan atlet Singapura Sheik Alauddin dengan skor 5-0 di nomor 85 kg, Senin (27/8/2018).

Ganda putra Indonesia untuk nomor seni, Yola Primadona dan Hendy, berhasil meraih medali emas dengan nilai terbesar yaitu 580.

Ada pun trio atlet pencak silat memenangkan final nomor beregu untuk menyabet medali ke-15 Indonesia, melesatkan tim merah putih ke posisi ke-empat klasemen umum untuk pertama kalinya, menyalip Iran.

Dalam nomor ganda putra, trio atlet pencak Indonesia Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, dan Anggi Faisal Mubarok, berhasil meraih nilai tertinggi yaitu 465.

Di partai final yang digelar di Padepokan pencak silat Taman Mini, Jakarta, mereka mengungguli regu putra Vietnam (450) dan Thailand (448).

Ganda putra Indonesia untuk nomor seni, Yola Primadona dan Hendy, menyabet emas setelah berhasil meraih nilai tertinggi yaitu 580, mengalahkan ganda putra Vietnam yang meraih nilai 562 serta Malaysia 560.

Beberapa saat sebelumnya, Puspa Arum Sari menyumbang emas ke-13, lewat kemenangan di nomor seni tunggal puteri.

Puspa mengungguli atlet Singapura Nurzuhairah Mohammad Yazid yang memperoleh perak dan pesilat Filipina Cherry May Regaldo yang memperoleh perunggu.

Keberhasilan Puspa memperpanjang catatan 'setiap hari medali emas' kontingen Indonesia.

Hari Minggu (26/8/2018) kemarin), Indonesia menambah dua emas melalui atlet jetski, Aqsa Sutan Aswar, di nomor endurance, dan karateka Rifki Ardiansyah Arrosyid yang menjuarai nomor kumite 60 kilogram.

Bagi Indonesia, ini adalah prestasi Asian Games terbaik sepanjang masa, melampaui pencapaian Asian Games 1962. Ketika itu Indonesia juga menjadi tuan rumah dengan menyabet 11 emas.

Di Asian Games 2018 Jakarta Palembang, hingga saat ini urutan tiga teratas masih ditempati oleh raksasa olahraga Asia, Cina, Jepang, Korea Selatan, disusul Iran.

Indonesia masih bisa menambah medali emas, antara lain dari pencak silat, bola voli pantai putera, sepak takraw dan bulu tangkis perorangan.

Atlet Indonesia yang masih bertahan di bulu tangkis adalah Jonatan Christie (tunggal putra) yang akan berhadapan dengan atlet Taiwan penakluk Anhony Gining, sementara pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan saling berhadapan di final ganda putra, memastikan tambahan satu emas dan satu perak.(*)

Sumber: BBC.com

Pertamina Lubricants – Distributor Gelar Gathering Mekanik di Jambi

Gathering Mekanik 2018: Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM bersama Sales Area Manager Pertamina Lubricants Sumbagsel Pandi Pakolo bersama karyawan PT Vazzasindo Arga Mulia foto bersama usai acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Jambi-PT Pertamina Lubricants bersama Distributor Resminya PT Vazzasindo Arga Mulia di wilayah Jambi, kembali menunjukkan eksistensinya di wilayah Provinsi Jambi dengan dengan mengadakan Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Gathering Mekanik ini dihadiri puluhan mekanik dari 20 bengkel motor di Kota Jambi.

Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM kepada wartawan, Senin (27/8/2018) malam mengatakan, mekanik merupakan ujung tombak suksesnya pemasaran Oli Enduro milik Pertamina. Selaku distributor resmi Pertamina, PT Vazzasindo Arga Mulia memiliki tanggung jawab untuk merangkul mekanik di Jambi.

Menurut Awal Damanik, kegiatan Gathering Mekanik 2018 itu diadakan malam karena para mekanik memiliki waktu luang pada malam hari. Kegiatan Gathering Mekanik ini rutin dilakukan sekali dalam setahun yang bekerjasama dengan Pertamina Lubricants Sumbagsel.

Disebutkan, penjualan oli Enduro di Provinsi Jambi mencapai 140 KL hingga 160 KL (15 Ton) dengan omset Rp 5 Miliar hingga Rp 6 Miliar per bulan. “Penjualan Enduro dengan Slogan Pertamina Untung, Rakyat Beruntung,” ujar Awal Damanik.

Hadiah Utama Untuk Dua Mekanik Yang Beruntung dan Dinilai Konsen Memasarkan Produk Pertamina. Foto bersama dengan Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM bersama Sales Area Manager Pertamina Lubricants Sumbagsel Pandi Pakolo pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Pada kegiatan Gathering Mekanik 2018 ini juga diberikan hadiah kepada bengkel yang dilakukan penilaian secara tersembunyi lewat rekaman kamera tersembunyi. Acara Gathering Mekanik 2018 dipandu oleh Supervisor Area PT Vazzasindo Arga Mulia Hengky Damanik yang membuat peserta betah dari Pukul 20.00 WIB hingga Pukul 24.00 WIB. 

Acara Gathering Mekanik 2018 yang dipandu Hengky Damanik bertabur hadiah doorprize dari PT Pertamina Lubricants Sumbagsel dan dari PT Vazzasindo Arga Mulia. MC acara membuat kegiatan Gathering Mekanik 2018 berjalan dengan baik, penuh kekeluargaan, santai penuh canda tawa.

Pada Gathering Mekanik 2018 ini juga diselingi dengan pemberian materi pengenalan Produk Enduro kepada para mekanik oleh Sales Area Manager Sumbagsel Pandi Pakolo. 

Juga dilakukan pemutaran rekaman video tersembunyi pemilik bengkel dan mekaniknya yang menjual dan menawarkan Oli Enduro Pertamina kepada konsumen. Pemenang I dan II mendapatkan hadiah Kulkas, dan TV 29Inci (LC).

Seluruh undangan yang merupakan pemilik bengkel motor dan mekaniknya juga dilakukan foto seasien dengan  Sales Area Manager Sumbagsel Pandi Pakolo dan Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM.

 

Sementara Sales Area Manager Pertamina Lubricants Sumbagsel Pandi Pakolo mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai apresiasi kepada mekanik yang loyal kepada produk pelumas Pertamina, dengan aktif menawarkan produk pelumas Pertamina kepada konsumen.

“Kita juga memberikan mekanik pengetahuan tentang produk pelumas Pertamina dan tips tentang mekanika. Selain itu kita membagikan berbagai macam doorprize. Sebelumnya, kita telah mengadakan gathering outlet rutin pada 2017 di Kota Jambi,” katanya.

Menurutnya, dari hasil survey, mekanik itu memegang sampai 75 persen kepususan pembelian dari kustumer (konsumen). Penting sekali bagi  Pertamina Lubricants untuk memantenance dan menjaga hubungan baik dengan mekanik.

Dia juga menjelaskan, pelumas dari kendaraan motor yang ditonjolkan adalah Enduro Matic G untuk kendaraan jenis motor matic,dengan spesifikasi SAE 20W-40 API SL JASO MB.

Dimana keunggulannya adalah, kualitas diatas genuine oil pada umumnya dengan harga yang lebih bersahabat, bahan baku semi sintetik, wangi dan didesain untuk perlindungan terhadap keausan, konsumsi BBM dan akselerasi optimal.

“Sedangkan dari segmen kendaraan mobil, yang diperkenalkan bernama Meditran SX Bio. Dimana pelumas ini untuk mesin diesel, yang didesain untuk memenuhi standar Permen ESDM No. 12/2015 perihal penyediaan, pemanfaatan dan tata niaga bahan bakar nabati (Biofuel), sebagai bahan bakar lain yang mewajibkan di 2016 telah mengandung 20% Fame,”kata Pandi.

Lebih jauh Pandi menjelaskan, fakta yang ada bahwa dengan adanya kandungan Bio pada bahan bakar mesin, maka akan mengakibatkan larutnya kotoran pada tangki. Sehingga dapat menyebabkan penyumbatan filter, mudah teroksidasi dan mudah menyerap air sehingga bakteri dapat tumbuh.

“Berdasarkan engine test dengan simulasi kontaminasi biodiesel kedalam pelumas, Meditran SX Bio memberikan performance yang superior dibandingkan pelumas biasa dalam kemampuan bertahan dari kerusakan dan dalam melindungi mesin,”ucapnya.

Katanya, untuk kesempatan mendatang, PT Pertamina Lubricants bersama distributornya akan lebih sering mengadakan kegiatan serupa, seperti gathering dan lomba-lomba menarik kepada mekanik di wilayah Provinsi Jambi dan sekitarnya.

“Sehingga pelumas Pertamina akan tetap selalu diminati dan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri,” katanya.

Acara Gathering Mekanik 2018 oleh PT Pertamina Lubricants bersama Distributor Resminya PT Vazzasindo Arga Mulia diakhiri dengan foto bersama dan peserta mekanik pulang dengan gembira membawa hadiah masing-masing. (JP-Asenk Lee)
PT Pertamina Lubricants bersama Distributor Resminya PT Vazzasindo Arga Mulia di wilayah Jambi, kembali menunjukkan eksistensinya di wilayah Provinsi Jambi dengan dengan mengadakan Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Gathering Mekanik ini dihadiri puluhan mekanik dari 20 bengkel motor di Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM bersama Sales Area Manager Pertamina Lubricants Sumbagsel Pandi Pakolo pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM bersama Sales Area Manager Pertamina Lubricants Sumbagsel Pandi Pakolo dan Para Pemilik Bengkel pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Suasana acara Gathering Mekanik 2018, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih



Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM  pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Suasana acara Gathering Mekanik 2018, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih



Suasana acara Gathering Mekanik 2018, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

 Sales Area Manager Pertamina Lubricants Sumbagsel Pandi Pakolo pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


MC Acara Hengky Damanik dari PT Vazzasindo Arga Mulia pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Direktur PT Vazzasindo Arga Mulia Awal JD Damanik SE MM (paling kanan) foto bersama dengan para penerima hadiah doorprize pada acara Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Jurnalis Dapat Hadiah Doorprize. PT Pertamina Lubricants bersama Distributor Resminya PT Vazzasindo Arga Mulia di wilayah Jambi, kembali menunjukkan eksistensinya di wilayah Provinsi Jambi dengan dengan mengadakan Gathering Mekanik, Senin (27/8/2018). Gathering Mekanik ini dihadiri puluhan mekanik dari 20 bengkel motor di Kota Jambi.

Sumber: Jambipos Online