.

.
.

Jumat, 07 November 2014

Kemampuan Nelayan Jambi Tersendat

WAHDI SEPTIAWAN/ANTARA
PERSIAPAN: Sejumlah kru bersiap di sekitar Helikopter MI-171 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum terbang di landasan Bandara Sultan Thaha Jambi, beberapa hari lalu.
Ancam Kelangsungan Ekosistem Laut

JAMBI-Terbatasnya peralatan dan kemampuan yang dimiliki nelayan laut di Provinsi Jambi, membuat kelangsungan ekosistem laut terancam. Pasalnya kemampuan nelayan hanya mampu menangkap ikan di kawasan jalur satu. Sedangkan kawasan ini merupakan tempat perkembang biakan ikan sebelum ke laut lepas.

Hal itu di sampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi, Saipudin, Kamis (6/11). Menurutnya, kemampuan nelayan di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Tanjab Timur dan Tanjab Barat, hanya mampu menjangkau wilayah kelautan di jalur satu.


“Hal itu disebabkan minimnya alat tangkap yang dimiliki kebanyakan nelayan. Jika nelayan hanya mampu menangkap di jalur satu saja, maka di kawatirkan akan merusak kelangsungan ekosistem laut," katanya. 

Karena jalur itu, sambungnya terdiri dari kawasan pantai dan mangruv yang merupakan tempat dimana berbagai jenis ikan berkembangbang biak. Jika baru dijalur satu sudah di tangkap oleh nelayan, maka ikat tidak sampai ke laut lepas di zona dua, tiga dan zona ekonomi eksklusif (zee). 

DKP hanya bisa menghimbau kepada dua kabupaten yaitu Tanjabtim dan Tanjabbar untuk tidak menggunakan perahu kecil dalam menangkap ikan. Karena bakal merusak ekosistem laut dan tidak sesuai dengan visi misi kelautan berkelanjutan. (oyi/lee)

Tidak ada komentar: