.

.
.

Selasa, 11 November 2014

Diskusi & Workshop FFI Digelar Tujuh Kota Besar di Indonesia


JAMBI-Masyarakat Jambi bisa bertepuk dada karena bangga. Kenapa tidak, dari banyaknya kota-kota besar di Indonesia, Kota Jambi didaulat sebagai salah satu kota untuk pemutaran film dan diskusi festival film Indonesia (FFI) tahun 2014.

“Setelah Serang Banten kita yang jadi lokasi selanjutnya. Bengkulu adalah daerah lainnya yang terpilih di Sumatera," terang Anton Oktavianto, Ketua Panitia Pelaksana, kemarin.

Lalu kenapa Jambi? Kata Anton, karena Jambi memiliki forum film Jambi (FFJ) selaku media bagi  pecinta dunia audio visual di Kota Jambi. Yang beranggotakan komunitas seni khususnya film dan videography maupun photography yang ada di Provinsi Jambi.


Diketahui, acara diskusi ini  juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak perfilman dan publik secara luas, untuk ikut merayakan perayaan film Indonesia. Serta berbagi pengetahuan dan membuka jaringan kerja perfilman melalui program diskusi dan workshop. Dan yang paling utama adalah mempromosikan acara FFI 2014.

“Sasaran kita adalah pembuat film, Komunitas Film dan Kine Klub. Pelajar dan mahasiswa Serta masyarakat umum pencinta film," terang Anton lagi.

Juga untuk meningkatkan profesionalisme para pemerhati, penggemar dan penggiat film iberbagai bidang. Di mana bertujuan  untuk kepentingan dan pengabdiannya kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

Dan hal terpenting yang perlu digaris bawahi dalam ajang road show FFI 2014 ini adalah bahwa film adalah karya seni dan alat terpenting bagi kehidupan kebudayaan. Baik bagi Jambi bahkan Indonesia pada umumnya. Karena banyak manfaat positif yang bisa di terjemahkan dalam industry film itu sendiri.

Baik secara ekonomi, social, pendidikan, kebudayaan yang mengarah pada kesejahteraan Bangsa. Apresiasi dan penghargaan pada sebuah karya film, merupakan bagian dari berkembangnya dunia perfilman itu sendiri. (oyi/lee)



Tidak ada komentar: