Rabu, 07 Mei 2014

Melirik Bisnis Bunga Hias Kalangan IRT




Kini banyak cara kreatif untuk menghasilkan uang bagi kalangan ibu rumah tangga (IRT). Bukan hanya dengan bisnis menjahit, salon atau kuliner, seperti yang biasanya dilakukan oleh kaum ibu. Namun kini beberapa IRT di Kota Jambi,tertarik dengan usaha bunga hias. Meski membutuhkan waktu yang lumayan panjang, namun bisnis ini mulai menggeliat dan menawarkan keuntungan yang lumayan.

Berbisnis bunga hias, memang bukan jenis usaha baru di tengah masyarakat. Hanya dengan membeli puluhan anak tanaman hias dengan harga miring, merawat dengan telaten dan tinggal menunggu selama beberapa bulan atau bahkan tahun bagi beberapa jenis tanaman, harganya bisa melonjak menjadi berpuluh kali lipat.

Pebisnis tinggal meraup untung yang lumayan.  Di Kota Jambi, usaha ini mulai merambah ke sektor rumah tangga. Jika untuk berbisnis bunga, biasanya harus
disediakan lahan kosong yang cukup luas, di kota tersebut bisnis bunga yang dilakukan di halaman atau pun di teras rumah.

Di Kota Jambi, bisnis bunga mulai dilirik oleh kalangan ibu rumah tangga yang bekerja atau yang memiliki banyak koneksi. Biasanya mereka membeli puluhan bahkan ratusan jenis anak tanaman hias, lalu merawatnya dengan telaten. 

Setelah mulai tumbuh besar, bunga tersebut didandani dengan pot yang menarik dan indah dipandang. Pasalnya, para pembeli bunga biasanya adalah juga kalangan ibu-ibu rumah tangga yang menyukai keindahan.

Berbagai jenis bunga, mulai dari jenis sederhana yang harganya hanya puluhan ribu, sampai pada jenis bunga elit yang harganya mencapai belasan juta, menjadi stok para pebisnis rumahan ini. Jenis-jenis bunga yang biasanya menjadi stok para pebisnis rumahan ini, terdiri atas dua jenis, bunga hias dengan harga tinggi dan bunga dengan harga miring.

Jenis-jenis bunga mahal, diantaranya; Bougenville Belang Rp 850 ribu per-pohon, Maraudang Rp 1,5jt per-pohon, Beringin Korea yang harganya per-pohon rata-rata mencapai Rp 1,7 juta, Sikas Rp 3 juta per-pohon, Serut Rp 7 juta per-pohon. 

Sedangkan jenis bunga dengan harga miring, diantaranya; Berbagai jenis Keladi Agronema asal Thailand; Keladi jenis King of Siam dijual Rp 150 ribu, Keng Heng Rp 250 ribu, Pona Karmen Parigata Rp 250 ribu, Valentine nomor satu Rp 250 ribu sedangkan Palm Roy Rp 450 ribu. 

Berbagai jenis Anggrek dengan kisaran harga antara Rp 150 hingga Rp 200 ribu per-batang, Euphorbia Thailand Rp 175 ribu per-pohon, Euphorbia Lokal Rp 50 hingga Rp 100 ribu per-pohon, Beringin Putih Rp 85 ribu per-pohon, Bambu Florida Rp85 ribu per-pohon, Song India Rp75 ribu per-pohon, Walisongo Rp75 ribu per-pohon dan Lidah Mertua Rp75 ribu per-pohonnya.

Mereka tidak takut akan mengalami kerugian jika bunga-bunga mahal tersebut tidak dilirik pembeli. Karena selain melakoni jual beli bunga hias, para pebisnis ini juga sekaligus membuka pusat penyewaan bunga hidup. Beberapa diantara mereka bahkan menjalin kerjasama dengan event organizer acara-acara pesta yang ada di Jambi.

Memang, bunga-bunga berjenis anggun, mulai dari jenis yang kecil hingga yang besar dan rimbun, biasanya kini lebih disukai oleh banyak penyelenggara pesta, dibanding bunga plastik yang dulu kerap digunakan sebagai hiasan.

Ulan, Warga Mayang Kota Jambi, yang sudah menekuni usaha bisnis bunga sejak setahun belakangan, mengaku mendapat keuntungan yang lumayan dari usaha barunya tersebut. Jika beruntung, penghasilan dari menjual bunga hias, jauh lebih besar dari penghasilannya dari membuka toko mainan anak yang ia buka di luar kota.

 “Lumayan, dari beberapa pot saja, rata-rata saya mendapat omset sekitar Rp 1,5 juta
per-bulannya. Namun jika sedang hoki, omset bisa mencapai belasan bahkan puluhan juta per
bulannya”, ujar Ulan.

Ia mengaku tertarik menekuni bisnis bunga hias sejak setahun lalu, ketika itu beberapa relasi yang berkunjung ke rumahnya, memaksa untuk membeli bunga-bunga hias di teras rumahnya. 

Sejak itu ia mulai berpikir untuk mengembangkan hobi bertanam dan merawat bunganya tersebut menjadi bisnis rumahan yang tidak memerlukan banyak waktu, namun hasilnya lumayan. Hasil terbesar, diakui Ulan ia raup ketika Lebaran mendekat. Menjelang Lebaran lalu saja, Ulan mengaku meraup omset hingga Rp 30 juta lebih.

Lain lagi dengan Rahayu, seorang PNS di Kantor Gubernur Jambi. Tempat tinggalnya yang berlokasi di Perumahan Puri Mayang, salah satu kawasan perumahan elit di Kota Jambi, menjadi aji mumpung untuknya. 

Ia mengaku tidak terlalu susah mencari pembeli. Waktu luang yang ia miliki, selain ia gunakan untuk merawat bunga, juga ia gunakan untuk menawarkan bunga-bunga hias pada ibu-ibu rumah tangga di perumahan tersebut.

 “Biasanya tergantung lobi, kalau soal harga, mereka tidak rewel,” ujar Rahayu.
Alhasil, dari ratusan rumah yang ada di kompleks perumahan tersebut, banyak yang menjadi langganan tetapnya. Dan untung yang diperolehnya, bukan main. Setiap bulannya, omset yang dihasilkan oleh Rahayu rata-rata berkisar antara Rp 6 hingga Rp 7,5 juta.

Rahayu juga menjalin kerjasama dengan beberapa event organizer di kotanya. Jadi, di samping mendapat penghasilan dari penjualan bunga, ia juga mengeruk keuntungan minimal ratusan ribu tiap satu kali penyewaan bunga.

Setiap kali bunga-bunganya dipakai untuk satu acara yang digarap oleh event organizer tersebut, Rahayu bisa mengisi pundi-pundi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 4 juta, jika acara tersebut membutuhkan bunga yang banyak dan merupakan koleksi andalannya. Lumayan kan?

Meski hanya usaha sampingan yang berbentuk usaha rumahan, hasil yang didapatkan sangat lumayan bukan? Tinggal bagaimana keahlian pebisnis melakukan pemasarannya. Nah, mau coba-coba lakoni usaha ini? Siapa takut. (*/lee)
****

Tips Memulai Usaha Penyewaan Tanaman Hias

Peluang usaha penyewaan tanaman hias sampai sekarang masih berkibar. Kebutuhan sejumlah apartemen, mall, perkantoran dan hotel-hotel yang memerlukan tanaman hias masih menjadi pelanggan setia para pengusaha penyewaan tanaman hias. 

Ada beberapa jenis tanaman hias yang biasa disewakan. Misalnya tanaman hias berdaun indah (dracaena), aglonema, adenium, ficus, jenis palem-paleman, jenis bunga-bungaan seperti anthurium, anggrek bulan dan krisan. Konsumen yang membutuhkan jasa penyewaan tanaman hias ini biasanya tidak mau repot dengan perawatan tanaman hias yang kadang menyita waktu.

Jika mulai tertarik membuka usaha penyewaan tanaman hias ada beberapa hal yang harus disiapkan misalnya lahan atau tanah untuk membudidayakan tanaman hias, memiliki koleksi tanaman hias yang banyak dan digemari konsumen.

Tenaga kerja untuk merawat tanaman hias, tim yang akan mempromosikan usaha penyewaan tanaman hias dan kendaraan untuk membawa tanaman hias dari tempat usaha penyewaan ke tempat konsumen. Pada dasarnya, bisnis apapun itu duplikasi, semua orang bisa belajar dari para pengusaha penyewaan tanaman hias yang sudah sukses. 

Yang bisa ditiru adalah cara kerja dan bagaimana cara berpromosinya. Tapi, tetap harus memiliki perbedaan dengan para kompetitor lainnya. Misalnya, harga yang ditawarkan ke konsumen jauh lebih murah.

Variasi tanaman yang banyak sehingga konsumen leluasa memilih tanaman dan selalu update mengenai tanaman hias apa yang sedang digemari orang saat ini. Selain itu, pengetahuan terhadap tanaman hias juga diperlukan. Misalnya pengetahuan mengenai karakter tanaman hias, jenis-jenis tanaman hias dan perawatan tanaman hias.

Binalah hubungan baik dengan konsumen. Jadi, saat mengantarkan tanaman yang akan disewakan petugas tidak hanya meletakkan tanaman hias atau mendekorasinya saja. Tetapi menjalin komunikasi dan pertemanan dengan konsumen agar di kemudian hari jika terjadi hal-hal di luar dugaan ada orang yang bisa membantu.

Resiko penyewaan tanaman hias adalah tanaman yang disewakan bisa mati atau rusak. Untuk itu bisa dilakukan persediaan cadangan tanaman hias sebagai pengganti. Sediakan sedikitnya 10 jenis yang sama untuk satu jenis tanaman. Untuk menjaga tanaman hias yang disewakan, mintalah pekerja untuk mengecek kondisi tanaman seminggu sekali. 

Harga penyewaan tanaman hias sangat variatif. Untuk jenis tanaman hias tanpa bunga bisa dibandrol dengan harga Rp 20.000 per pot, harga bunga-bungaan seperti bunga krisan dan anggrek bulan biasanya dibandrol mulai Rp 75.000 per pot. Untuk tanaman sedang, per tanaman disewakan Rp 35.000 per pot. Tanaman besar Rp 125.000 per pot. Bisa juga dibuat daftar harga tanaman yang disewakan per minggu atau per bulan.

Tidak hanya untuk kebutuhan gedung perkantoran dan mall saja. Koleksi tanaman hias bisa juga disewakan untuk acara-acara yang sifatnya temporer misalnya acara pernikahan, dekorasi panggung musik dan karnaval tanaman hias. (net/lee)
***
Keuntungan Tanaman Hias

Peluang berbisnis tanaman hias harus diimbangi dengan kemampuan budidaya dan pemasaran. Budidaya yang efisien dan tehnik penjualan yang tepat akan memberikan keuntungan yang baik. Harga tanaman hias tidak ada patokan yang pasti, tergantung dari kebutuhan dan selera pasar. Harga juga dipengaruhi oleh tren dari tanaman hias itu sendiri.

1. Tanaman hias untuk taman/out door
Tanaman hias ini banyak ragamnya. Dari tanaman besar maupun tanaman kecil. Kebutuhan untuk taman cukup banyak, terutama pada pembangunan perumahan-perumahan baru, juga kebetuhan untuk taman-taman kota.

2. Tanaman hias in door
Untuk jenis tanaman hias ini biasanya ditanam dalam pot. Tanaman hias yang tahan dalam ruangan. Marketnya untuk kelas menengah keatas. Aglaonema, anthurium, sansevieria, tanaman indoor eksotis lainnya.

3. Sewa tanaman hias
Di kota-kota besar, seperti Jakarta, bandung, Surabaya, sistem sewa tanaman hias ini sudah menjadi tren. Terutama untuk perkantoran, rumah sakit, bank, atau untuk acara tertentu.

4. Bunga potong
Peluang usaha ini cukup besar dan terus terjadi peningkatan. Bunga potong di Indonesia sudah diusahakan sekala industri, namun demikian volume import setiap tahunnya juga terus meningkat. Krisan, mawar, carnition, lily, dll.

5. Bibit tanaman hias
Seiring dengan peningkatan kebutuhan tanaman hias, kebutuhan bibitpun meningkat pula. Di Indonesia masih sedikit usaha yang khusus fokus pada bibit ini, kecuali anggrek. (net/lee)
***
UKM Harus Mendapat Perhatian Pemerintah

Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi di Provinsi Jambi harus bangkit dan mendapatkan perhatian dari Pemerintah. UMKM penyumbang terbesar peyediaan lapangan kerja, untuk itu eksistensinya harus didukung. 

Skala prioritas pada legalitas usaha sudah saatnya tertib hukum yang dimulai dari perizinan terkecil, Merek produk UMKM. Seperti mana sudah layak masuk market regional nasional maupun ekspor.
Kadis Koperasi  dan UMKM Pemprovinsi Jambi H Mohammad  Rawi mengatakan, pihaknya  inventarisir sentra kerajianan, kemasan produk juga penting untuk diperhatikan. Promosi produk lewat media maupun pameran  akan dumaksimalkan.

Pihaknya juga belajar pembinaan UMKM dari  Jogjakarta-Bali-Lombok. Banyak program  pemerintah pusat melalui  Kementerian yang kebingungan penyaluran, termasuk juga dalam permodalan. Pihaknya akan jemput bola kesana. 

Pajak UKM 

Sementara pemberlakuan pajak bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jambi sudah bergerak. Sambail bersosialiasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 yang mengatur hal itu, dilakukan pula pendataan.

Kepala KPP Pratama Jambi Ahmad Zufri mengatakan, setiap pelaku UKM yang memiliki omzet hingga Rp 4,8 miliar akan dikenakan pajak PPh 1 persen dari omzet per bulannya selama satu tahun.
Sampai saat ini pun, menurutnya KPP Pratama Jambi masih melakukan pendataan serta sosialisasi peraturan tersebut, agar nantinya pelaku UKM tak terkejut saat didatangi pegawai pajak. Sayang walau menyebut jumlah UKM di Jambi banyak, namun angka pasti belum diketahui.

Mengenai kriteria pelaku UKM yang tidak dikenakan pajak, kata Ahmad adalah pelaku usaha yang tidak memiliki tempat usaha tetap, seperti pedagang keliling, penjual asongan, atau penjual makanan atau barang yang menggunakan tenda di pinggir jalan.

Begitu pula pelaku UKM yang belum setahun melakukan operasional usahanya sehingga belum diketahui omzetnya. Namun, katanya, tetap dilihat apabila sudah memiliki omzet, UKM tersebut sudah langsung membayar pajak penghasilannya. (lee)


Tidak ada komentar: