MENUJU SAMOSIR SATU

MENUJU SAMOSIR SATU
NELSON SITANGGANG MENUJU SAMOSIR SATU

LBBJ

LBBJ
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Monday, 20 May 2013

Gubernur Jambi Maknai BBGRM X dan HKG PKK Ke-41 Tingkat Provinsi Jambi













Di Kabupaten Bungo

Jambi, Bute Ekspres


Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) dan Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Yusniana Hasan Basri beserta Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jambi menghadiri dan memaknai acara Peringatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) X dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-41 Tingkat Provinsi Jambi yang dipusatkan di lapangan Serunai Baru Desa Sungai Mengkuang Kecamatan Rimbo Tengah, Kamis (16/5/13).

Tema BBGRM ke-X dan HKG PKK ke-41 tahun ini adalah “Melalui Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK Kita Bangkitkan semangat gotong royong serta gerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan masyarakat menuju Jambi EMAS 2015”.

Rangkain pencanangan BBGRM X dan HKG-PKK ke-41, Gubernur Jambi beserta Hj. Yusniana Hasan Basri dengan didampingi oleh Bupati Bungo beserta isteri dan rombongan, Gubernur Jambi pimpin Gotong Royong Massal di Taman Puspa Ragam (Lapangan Semagor) Kabupaten Bungo.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj Yusniana Hasan Basri beserta rombongan melakukan  peninjauan dan penebaran benih ikan pada Kelompok Tani  Ikan Kelompok Sumber Rejeki Dusun Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Kampanye  berslogan “Ayo  Makan Ikan agar Sehat Kuat dan Cerdas” juga dilakukan Hj Yusniana Hasan Basri.

Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus (HBA) bersama Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar menghadiri Wisuda XV STAI YASNI Muara Bungo, Kamis (16/5) bertempat Hotel Semagi.

Sebagai institusi pendidikan Islam STAI YASNI mencetak sarjana yang bergerak sesuai dengan dasar ilmu yang diraih sewaktu kuliah, mengedepankan karakter yang beradab menjadi harapan menuju kemajuan umat. “Gelar sarjana bukanlah akhir dari pendidikan, kembangkan Ilmu dan terus berbuat untuk kemajuan umat,”ujar HBA.


Gubernur Jambi HBA berharap melalui peringatan ini nilai-nilai gotong royong yang ada, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dapat dilestarikan secara berdayaguna dan berhasil guna untuk memperkuat integrasi sosial masyarakat yang pada gilirannya akan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan serta nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kolektifnya berdasarkan rasa kebersamaan dengan memperhatikan keaneka ragaman, menuju penguatan integrasi sosial.

Sebelumnya Bupati Bungo menyampaikan dengan momentum peringatan BBGRM dan HKG-PKK tahun ini dapat memberikan semangat dan motivasi baru untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan semangat kegotong royongan sudah sepantasnya digelorakan kembali, karena kegotong royongan merupakan warisan leluhur bangsa kita.

Ketua Umum TP PKK Pusat dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi Ibu Hj. Yusniana Hasan Basri mengatakan Peringatan HKG PKK Ke-41 Tahun 2013 untuk memberikan motivasi dan semangat bagi Kader PKK agar  terus giat melaksanakan tugas dan fungsinya yang utama yaitu berusaha memberdayakan dan mensejahterakan keluarga. 

Tema Peringatan HKG PKK tahun ini adalah “ Mari Kita Wujudkan Keluarga yang Mandiri dan Sejahtera melalui Hari Kesatuan Gerak PKK”, tema ini mengandung makna bahwa peringatan HKG PKK ini diharapkan kita terus berupaya untuk mewujudkan keluarga yang mandiri dan sejahtera, melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. (srg)

Walikota Jambi Dorong Program Pelayanan Kesehatan Sentuh Warga Miskin

Walikota Jambi dr R.H Bambang Priyanto (kanan) melakukan langsung pemeriksaan kesehatan gratis  kepada usia lanjut. Foto-foto rosenman saragih

Wakil Walikota M Sum Indra didampingi Kadinkes Kota Jambi, drg polisman Sitanggang M Kes (kiri) saat melakukan fogging di permukiman warga Kota Jambi.
HUT Kota Jambi Ke-67 (17 Mei 1946-17 Mei 2013)

Jambi, Bute Ekspres

Pelayanan kesehatan dan penerapan pendidikan kepada masyarakat Kota Jambi menjadi program prioritas pasangan Walikota Jambi dr.H.R Bambang Priyanto - M Sum Indra saat kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Jambi beberapa tahun lalu. Program prioritas itu kini sudah berjalan dengan baik, dan terus harus dimaksimalkan lagi. Program keduanya kini sudah menyentuh warga kurang mampu di Jambi.

Mengatasi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jambi yang sempat mengkwatirkan, kini mampu diatasi dan mengalami penurunan. Jumlah kasus DBD Tahun lalu sebanyak 174 pasien dengan jumlah korban meninggal 10 orang. Namun kini hanya ada 28 kasus DBD yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota Jambi.

Walikota Jambi dr R Bambang Priyanto mengatakan, program yang dilakukan mengatasi DBD diantaranya, pengukuhan para Juru Pemantau Jentik ( JUMANTIK ) sebanyak lima orang untuk di setiap Kelurahan dalam Kota Jambi. Pengukuhan dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Jambi oleh Walikota Jambi dr.H.R Bambang Priyanto di dampingi Sekda  Kota Jambi Ir. Daru Pratomo dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, Para Camat serta Lurah, dan Kepala Puskesmas maupun Pembantu se Kota Jambi.

Guna meningkatkan peran Kader Posyandu dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat di Kota Jambi, maka Pemerintah Kota Jambi dengan leading sektornya dari Dinas Kesehatan Kota Jambi menyerahkan bantuan transport Kader Posyandu dan menyerahkan piagam Kader yang telah mengabdi selama 25 tahun atau lebih yang dikemas dalam acara Sehat Bersama Kader bekerja sama dengan TP PKK Kota Jambi berlangsung di lapangan Kantor Walikota Jambi, Selasa (14/5/13).

Hadir dalam acara tersebut Walikota Jambi dr. HR Bambang Priyanto, Ketua TP PKK Kota Jambi Ibu Roro Endah Nirwani didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Jambi Ibu  Luthfi Chalisyah, Staf Ahli, Asisten, Kepala SKPD serta para undangan dan Kder Posyandu se Kota Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi drg. Polisman Sitanggang, M.Kes, selaku Ketua Panitia kegiatan menyampaikan sebagai wujud terima kasih Pemerintah Kota Jambi dan Dinas Kesehatan Kota Jambi atas dedikasi para Kader Posyandu Kota Jambi yang berjumlah 2.225 Kader yang tersebar di 445 Posyandu Kota Jambi.

Tahun 2013 ini melalui APBD anggaran Dinas Kesehatan Kota Jambi diberikan uang transport sebesar Rp. 50.000 per bulan, meningkat dari tahun 2012 dimana uang transport yang diberikan sebesar Rp. 25.000,-.

Sedangkan Ketua TP PKK Kota Jambi Ibu Roro Endah Nirwani menjelaskan bahwa tenaga sukarelawan kesehatan di Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan dapat untuk memberikan panduan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Posyandu juga memberi vaksinasi dan makanan suplemen kepada bayi dan balita, Posyandu juga menjadi media deteksi dini kasus - kasus malnutrisi dan kekurangan gizi pada bayi dan balita. 
Walikota Jambi dr. HR Bambang Priyanto juga sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan para Kader Posyandu, dimana dalam sambutannya Walikota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi sangat berterima kasih atas keikhlasan Ibu - ibu yang dalam kesibukannya, di samping sebagai ibu rumah tangga, masih mempunyai  semangat tinggi untuk memajukan Kota Jambi melalui kegiatan Kader Posyandu.

Untuk itu tidaklah berlebihan kiranya jika pada acara Sehat Bersama Kader ini Pemerintah Kota Jambi memberikan penghargaan berupa bantuan transport dan piagam penghargaan terhadap Kader yang telah mengabdi selama 25 tahun atau lebih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, drg Polisman Sitanggang M Kes mengatakan, adapun tujuan dari pengukuhan 310 kader JUMANTIK itu untuk melibatkan masyarakat dalam menurunkan kasus DBD dengan cara turun langsung ke rumah - rumah warga.

Pemerintah Kota Jambi khususnya Dinkes Kota Jambi juga menerima bantuan kendaraan ambulance melalui program coorporate social responsibility (CSR) dari PT. Pertamina Jambi dalam program tersebut.

Menurut Polisman Sitanggang, setidaknya ada lima prioritas pelayanan masyarakat yang harus terus ditingkatkan. Diantaranya pemberantasan DBD, pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan balita, pelayanan terpadu di Posyandu serta pelayanan layananan Jamkesmas dan Jamkesda dengan tepat sasaran.

Sementara itu dana Jamkesmas yang terealisasi di Kota Jambi tahun 2011 sebesar Rp 390.309.200  atau 16,02 persen dari Rp 2,6 miliar dana Jamkesmas yang disediakan Pemerintah Pusat.

Menurut Polisman Sitanggang, serapan dana Jamkesmas Rp 390.309.200  peruntukan klaimnya terdiri dari kunjungan rawat jalan 58.870 pasien, rawat inap 386 pasien, rujukan 5.263 pasien dan persalinan 170 pasien.

Disebutkan, dikembalikannya dana Jamkesmas itu karena data yang digunakan masih data tahun 2008. Pihaknya melakukan ferivikasi data penerima Jamkesmas di Jambi April 2012 bekerjasama dengan BPS Jambi.

Menurutnya, dana Jamkesmasda sebesar Rp 2 miliar lebih juga dikembalikan ke kas daerah karena tidak digunakan. Kini ada sekitar 41 ribu warga penerima Jamkesmasda sesuai data dari Askes Jambi.

“Minimnya klaim  dana Jamkesmas dan Jamkesmasda di Kota Jambi karena adanya juga dana Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) dari Program Pemerintah Provinsi Jambi untuk masyarakat miskin di Jambi. 
Dalam menunjang kesehatan masyarakat, Walikota Jambi dr.H.R Bambang Priyanto juga tidak segan-segan melakukan pemeriksaan secara langsung pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal itu didukung latar belakang Walikota Jambi adalah seorang dokter.

Dalam rangka HUT Kota Jambi Ke-67, Pemkot Jambi melakukan rangkaian kegiatan yakni Gerak Jalan Santai 11 Mei 2013, Lomba Kebersihan SKPD dan Kelurahan, Tarik Tambang dan Lari Karung (11/5/2013), Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah (11/5/13).

Kemudian Lomba Masak Nasi Goreng (11/5), Pameran Produk UMKM & Pasar Murah (13 – 17/5/13), Pameran Buku/Book Sale, Karya Otomotif & Lomba Karya Tulis Pelajar (14 – 16/5/13), Pawai Budaya (18/5/13), Hiburan Rakyat (18/5/13) malam, Lomba Perahu Tradisional/Naga dan Panjat Pinang (19/5/13), Nuansa Melayu Jambi & Gebyar Diskon (15 – 21/5/13) dan Sidang Paripurna Istimewa, Senin (20/5/13), Upacara HUT Pemkot Jambi di Sekolah – Sekolah Senin (20/5/13).  (srg)

KPU Tetapkan DPT Pilwako Jambi

Jambi, Beritaku

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi menggelar rapat pleno terbuka Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Pemilih Terdaftar terinci TPS per kecamatan dalam Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi Periode 2013-2018 di Ruang Aula Bappeda Kota Jambi, Kamis (16/5/13).

Rapat Pleno terbuka dihadiri sebanyak 40 Ketua dan Anggota PPK, Perwakilan Tim Kampanye Keempat Pasangan Walikota-Wawako, Panwaslu Kota Jambi, Unsur Pemerintah Kota Jambi dan stakeholders pilwako lainnya.

Ketua KPU Kota Jambi, Ratna Dewi mengatakan, kepada masyarakat yang masih menemukan warga yyang belum didata ddalam DPT, maka pleno ini adalah kesempatan terakhir warga dapat melaporkan nama-nama yang belum terdaftar tersebut dengan disertai bukti pendukung berupa dokumen kependudukan yang sah, serta mendapatkan rekomendasi dari Panwaslu setempat.

Beberapa tim bakal calon pasangan calon wali kota Jambi hadir juga tampak hadir di sana. Seperti tim dari pasangan Empat pasangan calon Walikota Jambi Periode 2013-2018 itu yakni pasangan Sum Indra dan dr. Maulana, Effendi Hatta, SE dan Drs. H Asnawi AB, MM, H.Syarif Fasha, ME dan Drs.H. Abdullah Sani, M.Pd.I dan pasangan Bambang Priyanto dan Yeri Nuthalib. Hingga berita ini dituliskan, belum ada data DPT yang valid dari hasil pleno tersebut.

Menurut Ratna Dewi, tahapan selanjutnya, penetapan nomor urut pasangan calon yang akan bertarung pada pesta demokrasi 29 Juni 2013 mendatang, akan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2013.

“Pada Hari Sabtu 18 Mei ini sekalian pemberitahuan desain surat suara, foto yang sudah diserahkan saat pendaftaran nanti itu akan kita tayangkan, kita konfirmasi kembali kepada calon,”kata Ratna Dewi.

Mengenai teknis pencetakan surat suara dan proses tender surat suara dilakukan oleh sekretariat KPU Kota Jambi. “Komisioner tidak ikut campur,”ujarnya.

Disebutkan, untuk debat kandidat, akan dimulai 20 Mei mendatang. Debat tahap pertama ini yang menjadi panelisnya adalah Prof.DR.Siti Zuhro dan tahap kedua pada 25 Mei, pakar ekonomi politik Ihsanudin Noorsy. Sementara ketiga itu panelis lokal. srg


KPU Kota Jambi Undi Nomor Urut Pasangan Cawako

Bambang Priyanto No Urut 1
Sum Indra Nomor Urut 2
SY Fasya Nomor Urut 3

Efendi Hatta Nomor Urut 4
Jambi, Beritaku

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi akan melakukan pencabutan undian nomor urut pasangan calon walikota setelah menetapkan empat pasangan calon dalam rapat pleno KPU Kota Jambi, Selasa kemarin. Pencabutan undian itu akan dilakukan Sabtu 18 Mei 2013 di KPU Kota Jambi.

Ketua KPU Kota Jambi, Ratna Dewi, Rabu (15/5/13) mengatakan, KPU Kota Jambi telah menetapkan empat pasangan kandidat calon walikota dan wakil walikota Jambi yang memenuhi persyaratan.

Disebutkan, berdasarkan pleno KPU Kota Jambi sudah memutuskan tidak ada permasalahan administrasi ke empat pasangan kandidat yang sudah mendaftar. Begitu juga dari hasil tes kesehatan juga tidak ada masalah.

Setelah menetapkan persyaratan administrasi tidak ada masalah, maka pada 18 Mei 2013 nanti akan dilakukan penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota. Pada penetapan nanti sekaligus pencabutan nomor urut calon.

Empat pasangan calon Walikota Jambi Periode 2013-2018 itu yakni pasangan Sum Indra dan dr. Maulana (Nomor Urut 2), Effendi Hatta, SE dan Drs. H Asnawi AB, MM (Nomor Urut 4), H.Syarif Fasha, ME dan Drs.H. Abdullah Sani, M.Pd.I (Nomor Urut 3) dan pasangan Bambang Priyanto dan Yeri Nuthalib (Nomor Urut 1).

Pasangan Sum Indra dan dr. Maulana didukung 5 (lima) Partai Politik Kota Jambi Hasil Pemilu Tahun 2009, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), dengan total Persentase Perolehan Suara Sah Parpol tersebut 46.600 Suara Sah (20,08%) dan/atau Persentase Perolehan Kursi DPRD Parpol tersebut 7 Kursi (15,56%).

Kemudian pasangan Effendi Hatta, SE dan Drs. H Asnawi AB, MM didukung dua Partai Politik Kota Jambi Hasil Pemilu Tahun 2009, yakni Partai Demokrat (22,22%) dan Partai Hanura (8,89%) dengan total Persentase Perolehan kursi 31,11%.

Selanjutnya pasangan H.Syarif Fasha, ME dan Drs.H. Abdullah Sani, M.Pd.I di dukung tujuh partai yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Barnas dan Partai Indonesia Sejahtera (PIS), dg total Suara Sah Hasil Pemilu Tahun 2009 yakni 71.538 (30,83%) dan/atau 16 kursi DPRD Kota Jambi (35,56%)

Sementara pasangan Bambang Priyanto dan Yeri Nuthalib didukung dua partai yakni Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa dengan persentase perolehan kursi pada pemilihan legislatif 2009 PKS 11,11% dan PKB 4,44 % dengan total persentasi jumlah 15,56 %.

Ada 18 Partai Politik Kota Jambi Hasil Pemilu Tahun 2009, yang tidak memberikan dukungan secara tertulis kepada empat bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Jambi yang telah mendaftar ke KPU Kota Jambi.

Partai tersebut yakni PPPI ,PPRN, PKPI, PKBIB/PPIB, P Kedaulatan, PPI,PNI-M,PKP,PMB,PPDI,PRN,PDS,PNBKI, P Patriot, PKDI, PKNU, P Buruh, P Merdeka total Perolehan Suara Sah ke delapan belas partai politik tersebut adalah 30.621 atau 13,20%.Srg

Kejati Jambi Segera Periksa Bupati Batanghari Sebagai Tersangka Korupsi Damkar

Jambi, Beritaku

Kejaksan Tinggi (Kejati) Jambi akan segera memeriksa Bupati Batanghari, Abdul Fatah sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Batanghari 2004 dengan kerugian negara Rp 651 juta. Abdul Fatah ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan sprindik tertanggal 26 Maret 2013.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, T Suhaimi didampingi Wakajati Jambi JW Purba Pakpak SH MH dan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Masyrobi,  Rabu (15/5/13) kepada wartawan mengatakan, Bupati Batanghari tersebut akan melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat. 
“Pemeriksaannya akan diagendakan dalam waktu dekat inilah. Bupati Batanghari ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Batanghari 2004 dengan kerugian negara Rp 651 juta,”katanya.

T Suhaimi mengatakan perkara telah diambil alih Kejati Jambi, bukan Kejaksaan Negeri Muara Bulian, dengan alasan supaya tidak terjadi konflik interest atau konflik kepentingan di dalamnya.

“Kita ambil alih, Pak. Boleh kan. Supaya tidak ada konflik interest. Pelan tapi pasti. Penyidikan, telah berjalan sejak 26 Maret 2013, tertanggal dikeluarkannya sprindik. Saat ini pihak kejaksaan tengah mengumpulkan bukti, saksi, dan ahli. Delapan saksi, disebutkan telah diperiksa. Jumlahnya sesuai berita acara pemeriksaan yang lama, dengan isi perbuatan Abdul Fattah terkait kasus dugaan korupsi,”katanya.

Disebutkan, satu di antara saksi yang diperiksa adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Batanghari yang sekarang menjabat Bupati Muarojambi, Burhanuddin Mahir. “Sudah pernah diperiksa itu kemarin,”kata Suhaimi.

Disebutkan, untuk keperluan penyidikan, pemeriksaan pejabat negara semisal bupati tidak perlu menggunakan izin presiden, karena sudah ada surat keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengaturnya. Namun kalau penahanan, perlu surat izin Presiden.

Kuasa hukum Abdul Fattah, Melly Cahlia, terkait sprindik dan status tersangka, kepada wartawan mengatakan akan mengikuti proses hukum sesuai ketentuan. “Terhadap penetapan sebagai tersangka tidak masalah, karena itu adalah wewenang kejaksaan,”katanya.

Dalam salinan sprindik kasus dengan kerugian negara Rp 651 juta itu, nama Abdul Fattah resmi ditetapkan menjadi tersangka. Dia disebut melanggar pasal dakwaan primair Pasal 2 subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dengan penetapan Abdul Fattah sebagai tersangka, menjadikan jumlah pejabat di Kabupaten Batanghari yang terlibat dalam kasus korupsi yang menyebabkan kerugian Negara sekitar Rp651 juta itu menjadi tiga orang.

Jauh sebelumnya, pihak kejaksaan hanya menetapkan dua tersangka yang terlibat, yakni Usman T, mantan Kepala Dinas Perkotaan Kabupaten Batanghari dan Syargawi, mantan Pemimpin Proyek pengadaan mobil damkar.

Kedua anak buah Abdul Fattah ini oleh dalam sidang 20 Maret 2013 lalu dijatuhi vonis majelis hakim tipikor Jambi, tiap-tiap 14 kurungan penjara dan membayar kerugian Negara Rp325 juta.

Pengamat hukum yang juga Dosen Universitas Jambi DR Sahuri menyayangkan lambannya sikap Kejati Jambi dalam memeriksa Abdul Fattah. Menurutnya, jika Sprindik sudah dikeluarkan oleh Kejagung dan minta agar Kejati dan Kejari untuk melaksanakan, maka pihak terkait yakni Kejati dan Kejari segera melaksanakan apa yang diperintahkan dalam sprindik tersebut.

Sahuri juga mengingatkan agar semua pihak waspada adanya praktik jual beli hukum dalam kasus ini. “Lambatnya waktu pelaksanaan sprindik yang tertanggal 26 Maret bisa  menimbulkan dugaan adanya jual beli hukum, diduga adanya koordinasi antar lembaga tertentu dengan yang bersangkutan,”kata Sahuri. srg
Sprindik jakti jambi tgl 26 maret 2013 abdul fatah ditetapkn sbg trsangka dalm kasus damkar 2004