PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA
SELAMAT DATANG PRESIDEN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA

Thursday, 19 April 2012

Mantan Bupati dan Sekda Tanjabtim Jadi Tersangka Kasus Damkar

Jambi, BATAKPOS

Sudah Tersangka.

Diduga Kuat Bakal Calon Tersangka.


Mantan Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Abdullah Hich ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) senilai Rp1,1 miliar lebih pada 2004 oleh Kejaksaan Negeri Muarasabak. Selain Abdullah Hich, mantan Sekda Tanjabtim, Syarifuddin Fadhil dan mantan Kepala Bappeda Tanjabtim, Suparno.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muarosabak, Bambang Permadi didampingi Kasi Pidsus Kejari Muarosabak, Fauzan SH di Muarosabak, Rabu (18/4) mengatakan, ketiga mantan pejabat Tanjabtim itu resmi ditetapkan sebagai tersangka Selasa (17/4).

Disebutkan, penetapan Abdullah Hich sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. Selain resmi menetapkan tersangka, Kejari Muarasabak juga langsung menerbitkan surat cekal bagi tersangka. Alasannya, dikhawatirkan tersangka pergi atau melarikan diri keluar negeri.

Selain Abdullah Hich, Kejari Muarasabak juga menetapkan Syarifuddin Fadhil dan Suparno sebagai tersangka. Kejari Muarasabak juga mengincar keterlibatan sejumlah pihaknya lainnya.

“Setidaknya, ada dua orang lagi yang diindikasikan terlibat dalam kasus ini. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti lainnya. Identitas kedua calon tersangka masih dirahasiakan. Kami masih akan melakukan penyidikan lebih lanjutan, jadi beum bisa diekpose,”katanya.

Empat Mantan Kepala Daerah di Jambi Terancam Tersangka

Seperti diberitakan sebelumnya, empat mantan kepala daerah (Bupati/Walikota) di Provinsi Jambi terancam jadi tersangka dalam kasus pembelian mobil pemadam kebakaran (Damkar) era Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno.

Penyidik kejaksaan di empat daerah di Provinsi Jambi saat ini tengah mengitensifkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mobil Damkar. Kasus ini setidaknya telah menjerat mantan Mendagri Hari Sabarno sebagai terpidana yang divonis 2,5 tahun penjara.

Pejabat yang terancam tersangka itu yakni mantan Walikota Jambi Arifien Manap, mantan Bupati Tebo Madjid Muaz, mantan Bupati Tanjabtim Abdullah Hich (sudah tersangka) dan mantan Bupati Batanghari Abdul Fattah dan kini kembali terpilih menjadi Bupati Batanghari.

Empat kepala daerah ini diduga ikut terlibat dalam pengadaan mobil damkar yang disinyalir menyalahi prosedur dan terindikasi mark up harga. Meski belum menetapkan tersangka, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi.

Kasipenkum dan Humas Kejati, Andi Azhari mengatakan, penanganan kasus damkar Kota Jambi senilai Rp 2 miliar lebih ini hampir rampung. Sejumlah saksi pun telah diperiksa, termasuk mantan Walikota Jambi, Arifien Manap. Bahkan sudah mengarah kepada calon tersangka.

Sementara penanganan kasus damkar di Tebo kini hanya tinggal mengambil kesimpulan dan menunggu data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak Kejari Tebo menunggu alat bukti dari KPK.

Disebutkan, kasus ini melibatkan empat mantan kepala daerah tingkat II yang ada di Jambi. Kasus ini bermula saat bekas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Depdagri membuat radiogram nomor 027/1496/OTDA tertanggal 12 Desember 2002.

Radiogram itu berisi perintah kepada sejumlah daerah termasuk Jambi, untuk melaksanakan pengadaan mobil pemadam kebakaran tipe V80 ASM yang diproduksi oleh PT Istana Sarana Raya milik Hengky Daud. Dalam kasus ini, penyidik KPK akhirnya menetapkan mantan Mendagri Hari Sabarno sebagai salah satu tersangka.

Hari Sabarno diduga ikut memuluskan proyek tersebut sehingga sejumlah kepala daerah mengambil mobil Damkar dari PT Istana Sarana Raya. Atas perbuatannya itu, Hari Sabarno disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 5 ayat (2) dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Korupsi. RUK

Gubernur Himbau TP PKK Turut Berantas Buta Aksara Al-Quran dan HIV Aids di Jambi

Jambore PKK Se Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus saat bertindak sebagai inpektur upacara pembukaan Jambore PKK Tingkat Provinsi Jambi. Foto-foto batakpos/rosenman manihuruk.

(Kire ke kanan) Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Yusniana Hasan Basri, Ny. Dewi Syahrasaddin, istri Ketua DPRD Provinsi Jambi Ny Effedi Hatta br Sembiring.


(Kanan ke kiri) Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Perwakilan Polda Jambi.


Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Yusniana Hasan Basri saat pemotongan balon udara tanda dibukanya Jambore PKK Provinsi Jambi.

Perwakilan PKK Pusat saat melakukan pemotongan pita balon udara.

Peserta defile Jambore PKK se Provinsi Jambi.


Gubernur Jambi Drs Hasan Basri Agus, MM, menghimbau Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) turut serta memberatas buta aksara Al-Quran, HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang di Provinsi Jambi.

Jumlah buta aksara Al-Quran di Provinsi Jambi kini mencapai 25.000 orang. Kemudian jumlah penderita atau terinveksi HIV Aids di Provinsi Jambi mencapai 5400 orang dan peredaran narkotika dan obat terlarang Jambi masuk urutan ke enam di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gubernur Jambi dalam arahannya saat menbuka secara resmi Jambore PKK tingkat Provinsi Jambi, di halaman Badan Dilat Provinsi Jambi, Rabu (18/4). Jambore ini dilaksanakan di Badan Diklat Daerah Provinsi Jambi, dari tanggal 17 hingga 19 April 2012.

Turut hadir pada kesempatan ini Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachori Umar, M. Hum, Ketua BKOW Provinsi Jambi, Hj. Rohimah Fachrori Umar, Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta beserta istri, para Kepala Biro, Kantor dan Badan Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, serta para kader PKK dari kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

“Saya sangat mengharapkan bantuan dari ibu-ibu PKK untuk bersama-sama pemerintah membantu mengentaskan anak-anak yang beragama Islam dari buta aksara Al-Quran, kemudian penanganan penderita HIV/AIDS, dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang,” kata Hasan Basri Agus.

Seusai pembukaan acara dilanjutkan dengan menyaksikan defile kontingen, temu wicara Gubernur bersama Ketua DPRD Provini Jambi, dan Ketua TP PKK Provinsi Jambi, dengan kader PKK se –Provinsi Jambi, yang juga diikuti oleh pare Ketua TP PKK kabupaten/kota, kecamatan, desa dan kelurahan se-Provinsi Jambi.

Defila dari PKK Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tebo, Bungo, Merangin, Sarolangun dan Kabupaten Kerinci.

Kemudian Gubernur Jambi dan rombongan juga berkesempatan meninjau pelaksanaan lomba foto dan lomba foto kegiatan PKK, lomba membuat alat permainan edukatif (APE), dan lomba masak serba ikan serta pelaksanaan pameran.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Yusniana Hasan Basri, menyampaikan, melalui jamboree PKK ini diharapkan adanya peningkatan semangat dan kinerja para kader PKK dalam mewujudkan Keluarga Sejahtera yang beriman dan bertaqwa menuju Jambi EMAS (Ekonomi Maju Aman, Adil dan Sejahtera) tahun 2015.

Ny. Dewi Syahrasaddin, selaku ketua penyelenggara jamboree PKK se Provinsi Jambi menyapaikan, bahwa jambore ini bertujuan untuk meningkatan wawasan, pengetahuan dan persahabatan serta saling bertukar informasi dan pengalaman kader dalam pelaksanaan gerakan PKK.

Jambore ini diikuti 626 orang peserta, masing-masing terdiri dari ; TP PKK Provinsi Jambi 60 orang.TP PKK kabupaten/kota 110 orang, Ketua TP PKK Kecamatan 132 orang. Ketua TP PKK Desa/kelurahan 33 orang, kader PKK se-Provinsi Jambi 220 orang dan Kepala BPM-PP dan sebutan lain 11 orang.

Selama pelaksanaan jambore akan dilaksanakan beberapa loba diantaranya lomba pidato, lomba foto kegiatan tentang kegiatan 10 program PKK tahun 2011 dan 2012, lomba defile, lomba penyuluhan tentang penegahan KDRT dan trafficking, lomba senam lansia, lomba hafalan ayat-ayat pendek, lomba cipta APE tumbuh aktif taggap yang menggunakan bahan lokal (limbah) dan murah didapat, menarik dan aman bagi anak-anak serta mampunyai unsure mendidik.

Kemudian lomba pemetaan UP2K-PKK yang diikuti oleh pengutus Pokja II TP PKK kabupaten/kota. Selanjutnya lomba design busana dengan bahan lokal dan batik khas daerah, lomba cipta menu beragam, bergizi berimbang dan aman berbasis sumber daya lokal.

Selanjutnya lomba masak serba ikan, lomba mengisi kartu menuju sehat berwawasan gender, lomba-lomba gembira merliputi yel-yel tentang PKK, lomba poco-poco, dan lomba joget balon, pameran. RUK

Tergiur Tawaran Anak Bisa Masuk CPNS, H Tampubolon Ditipu Rp 20 Juta

Jambi, BATAKPOS
Mengadu : H Tampubolon yang mengaku mantan wartawan Suarapembaruan di Jambi saat mengadukan masalahnya tentang penipuan calo CPNS oleh Lubis (mengaku wartawan Jambi Pos) kepada sejumlah wartawan di komplek Kejati Jambi, Rabu (18/4). Foto batakpos/rosenman manihuruk

Seorang orang tua yang mengaku bernama H Tampubolon (60) bersama istrinya br Siregar tampak cemas dan bingung saat menanyakan sejumlah wartawan dan LSM yang tengah istirahat di komplek Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Rabu (18/4) sore. Dengan nada bertanya H Tampubolon terus menayakan keberadaan Lubis yang mengaku seorang wartawan tabloid Jambi Pos di Jambi.

“Ada kenal ngak dengan wartawan marga Lubis, katanya badannya agak pendek. Kami sudah mencarinya di Kota Jambi sudah hampir empat bulan. Katanya Lubis ini tinggal di Komplek TAC Kota Jambi. Wartawan yang mengaku Jambi Pos itu telah menipu anak dan “hela” (menantu) saya Rp 20 jutaan,”kata H Tampubolon saat membuka percekapan dengan BATAKPOS, Rabu (18/4).

H Tampubolon menceritakan kronologis penipuan yang dilakukan Lubis terhadap menantunya Nainggolan dan borunya Rotua br Tampubolon. Nainggolan merupakan seorang guru SD di di SD STUD Taman Raja Merlung, Tungkal Ulu. Sementara Rotua br Tampubolon adalah guru honorer di SD Simpang Rambutan Tungkal Ulu, Tanjabar.

“Tahun lalu Hela saya Nainggolan dijanjikan oleh Lubis ini bisa jadi kepala sekolah di SD STUD Taman Raja Merlung, Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Si Lubis ini mengaku tim suksesnya Bupati Tanjabar Usman Ermulan, jadi bisa mengatur posisi kepala sekolah,”kata H Tampubolon menirukan ucapan Lubis kepada Nainggolan.

Kemudian Nainggolan bersama istrinya Rotua br Tampubolon memberikan uang kepada Lubis Rp sebanyak Rp 20 juta sebagai jaminan agar Nainggolan bisa jadi kepala sekolah dan Rotua br Tampubolon bisa jadi CPNS di Tanjabar. Namun setelah ditunggu setahun, janji tersebut tak kunjung terealisasi.

“Hela saya Nainggolan sudah curiga terhadap Lubis ini karena terus mengumbar janji. Kemudian Hela saya ini meminta bantuan saya untuk mencari keberadaan si Lubis ini di Jambi. Saya juga sudah menelepon Pemimpin Redaksi Jambi Pos, Daniel Sijan untuk memastikan Lubis itu apakan wartawan Jambi Pos, ternyata Lubis bukan wartawan Jambi Pos,”kata H Tampubolon.

H Tampubolon juga beberapa kali menghubingi telepon Lubis lewat bantuan telepon wartawan yang tengah duduk di komplek Kejati Jambi tersebut, namun tak diangkat.

Menurut H Tampubolon, Lubis ini juga mengaku-ngaku kepada menantunya Nainggolan, kalau Lubis itu adalah keluarga dari Kapolresta Jambi Kombes Pol Syamsudin Lubis. “Jika Lubis ini tidak mengembalikan uang menantu dan boru saya itu, dia akan saya laporkan ke Polisi. Ini sudah penipuan. Saya minta media untuk bisa mempersempit ruang gerak Lubis itu dengan pemberitaan ini,”katanya. RUK

Aksi Damai AJI Kota Jambi Tolak Kriminalisasi Pers

Jambi, BATAKPOS

Puluhan wartawan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi, menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk penolakan kriminalisasi pers, di depan Mapolda Jambi, Rabu (18/4). AJI Kota Jambi menolak kekerasan serta kriminalisasi terhadap jurnalis dan perusahaan pers yang terjadi di Sumedang, Selasa (17/04). Aksi damai itu dibawah pengawalan aparat kepolisian.

Sekjen AJI Kota Jambi, Fahrul Rozi, Rabu (18/4) mengatakan, pihaknya meminta Kapolda Jambi Brigjen Pol Anang Iskandar agar kasus di Sumedang tidak terjadi di tempat lain, khususnya di Jambi.

AJI Jambi juga menuntut agar Kapolres Sumedang, AKBP Eka Satriya Bhakti yang dinilai arogan meminta maaf kepada pers. Aksi solidaritas ini, kata Fahrul, dilakukan terkait tindakan arogan Kapolres Sumedang Selasa (17/04) yang menggiring seluruh awak media Harian Sumedang Ekspres, Grup Jawa Pos ke kantor polisi.

Ini karena Sumedang Ekspres dinilai mencoreng nama baik kepolisian ketika mengikuti Pawai Karnaval HUT Kota Sumedang Jawa Barat.

Saat karnaval itu, di mobil Harian Sumedang Ekspres ditempel kliping koran ukuran besar dengan tulisan 'Oknum Polisi Ngamuk' yang terbit pada 4 April lalu. Dampak dari itu Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bhakti dan jajarannya tidak senang dengan poster yang dianggap sebagai suatu penghinaan sehingga seluruh jajaran Sumedang Ekspres diproses di Mapolres dan dikenakan pasal penghinaan. RUK