SELAMAT IDUL FITRI 1435H

SELAMAT IDUL FITRI 1435H
Dari Ir P Bernhard Panjaitan MM-Kadishub Provinsi Jambi

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA
SELAMAT DATANG PRESIDEN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA

Monday, 22 November 2010

50 Kecamatan Jadi Percontohan Penerimaan Rp 1 Miliar

Jambi, BATAKPOS


Sebanyak 50 kecamatan di Provinsi Jambi menjadi pilot project (percontohan) dalam Program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake). Tujuh fraksi DPRD Provinsi Jambi menyepakati program tersebut.

Dana sebanyak Rp 50 miliar dialokasikan untuk kecamatan yang menjadi pilot project tersebut. Jumlah tersebut berubah dari jumlah semula Rp 104,241 miliar setelah dilakukan pembahasan anggaran.

“5o kecamatan ini jadi pilot project dulu. Nanti kita uji coba dahulu di 50 kecamatan di kota kabupaten se Provinsi Jambi. Sementara setiap kabupaten akan mendapat jatah lima kecamatan. Namun kecamatan mana saja yang akan masuk list, masih dalam uji kelayakan. Dana juga ada untuk penelitian di kecamatan,”kata Gubernur Hasan Basri Agus (HBA), Senin (22/11).

Disebutkan, program ini dilakukan uji cobda dan penelitian terlebih dahulu supaya untuk ke depannya tidak memberikan masalah. Setelah ada pilot project tahun depan akan dipakaikan secara penuh.

Sebelumnya, Program Samisake direncanakan untuk 131 kecamatan, dan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 104 miliar lebih. Namun setelah dilakukan pembahasan anggaran maka disepakati program mengambil sampel 50 kecamatan, sementara dana yang dianggarkan Rp 50 miliar. ruk

Praktek Esek-esek Masih Marak di Jambi

Pengidap HIV/AIDS di Jambi Mencapai 172 Orang

Jambi, BATAKPOS

Praktek prostitusi dengan modus bisnis panti pijat makin marak di Jambi. Praktek esek-esek ini modusnya bermacam-macam. Mulai dari pijat tradisional, salon plus karaoke, dan perawatan tubuh. Bahkan bisnis ini sangat menggiurkan.

Bisnis panti pijat tradisional misalnya. Sebulan, pengusaha bisnis ini bias meraup untung berkisar Rp 30 juta. Salah satunya panti pijat tradisonal di kawasan Simpang Gado-gado, Payoselincah, Jambi Timur, menawarkan pijat plus.

Seorang pemijat, Desy (25) bukan nama sebenarnya kepada BATAKPOS, Senin (22/11) mengatakan, bahwa bisnis panti pijat cukup menggiurkan di Jambi. Dia mengaku, dalam satu bulan bisa memperoleh pendapatan berkisar Rp 15 juta.

“Dalam sehari bisa sampai dapat tamu 10. Tapi kalau lagi sepi, hanya satu hingga tiga tamu. Tiap tamu, dikenai biaya kamar dan tips untuk pemijat. Biaya kamar Rp 50 ribu per jam, belum termasuk minuman. Jika ditambah minuman, rata-rata Rp 60 ribu yang harus dikeluarkan seorang tamu satu memijat di tempat itu,”katanya.

Disebutkan, tamu juga sering memberi tips kepada pemijat. Besarnya bervariasi dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu dari seorang tamu. Cuma, termasuk “jasa plus” yang telah diberikan kepada sang tamu,”ucapnya.

DK (30), seorang pengelola panti pijat tradisional kawasan Simpang Gado-gado Payoselincah, mengaku usaha itu sudah lama digelutinya. Keuntungannya lumayan. Namun, dia menolak membeber berapa sebenarnya keuntungan yang dia raup tiap bulan.

Di panti pijat di kawasan Kebun Handil Kotabaru, juga berlangsung praktek esek-esek di balik usaha pijat tradisional itu. Tarifnya sama, Rp 100 ribu hinga Rp 60 ribu satu jam pemakaian kamar.

Fasilitasnya cukup lengkap. Tiap kamar disediakan dipan ukuran 3, pintu dari tirai tebal, plus air conditioner (AC). Rp 60 ribu sudah cukup untuk beristirahat satu jam di tempat itu.

Rasti, (26), seorang pemijat yang mengaku asal Sukabumi mengatakan, sebagai pemijat satu hari, rata-rata dia bisa menerima tamu sebanyak tiga sampai empat orang. Jika sepi, paling seorang.

Hampir semua tamu, katanya, menginginkan layanan plus-plus. Soal layanan itu, dia tak mematok harga. Biasanya, kata dia, Rp 100 ribu per sekali plus.

Menurut Rasti, tamu yang datang ke panti pijat tempat dia bekerja rata-rata 150-30 orang. Diasumsikan, jika seorang tamu membayar Rp 60 ribu, dikalikan 20 tamu, itu berarti pengelola bisa meraup untung sebesar Rp 1,8 juta. Dikalikan lagi satu bulan, keuntungannya mencapai Rp 30 juta lebih.

Jumlah PSK Meningkat

Maraknya praktek prostitusi terselubung di Kota Jambi, juga semakin bertambahnya wanita pekerja seks komersial (PSK) di Kota Jambi. Peningkatan itu memicu tingginya jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Jambi.

Menurut data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Jambi, tahun 2009 jumlah PSK di Kota Jambi mencapai 391 orang. Sedangkan tahun 2010, bertambah menjadi 496 orang. Para PSK tersebut tersebar di wilayah Kota Jambi.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Jambi, Kaspul mengatakan, PSK itu beroperasi di sejumlah warung remang-remang, hotel melati, panti pijat, diskotik, pub, karaoke, dan mal. “Rata-rata pertumbuhan PSK di Kota Jambi lima hingga 10 persen per tahun.

“Para PSK ini kebanyakan berasal dari wilayah Pantura, Indramayu, dan Tasikmalaya. Sedangkan dari wilayah Bekasi hanya sekitar 20 persen. Jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) atau biasa disebut ODHA di Kota Jambi dalam setahun terakhir juga meningkat,”ujarnya.

Menurut Kaspul, data resmi di Disosnaker Kota, tercatat mencapai 172 orang (158 HIV dan 14 AIDS). Penderita menurut golongan umur yang paling banyak terdapat pada usia 20-29 tahun yang jumlahnya mencapai 136 orang.

PSK menempati urutan kedua penderita HIV dengan jumlah 44 orang. Sedangkan, urutan pertama ditempati pelajar dan mahasiswa yang mencapai 74 orang. Kelompok berisiko mengidap HIV/AIDS, seperti PSK, pelaku heteroseksual, dan pengguna narkoba jarum suntik masih takut untuk melakukan test HIV.

“Sekitar 70 persen penyakit HIV/AIDS karena narkoba jarum suntik. Sementara jumlah panti pijat yang berdiri di Kota Jambi telah mencapai 25 buah. Dari jumlah itu, enam di antaranya tidak mengantongi izin alias illegal,”katanya. ruk

Masuk CPNS Jalur Ilegal di Jambi Dipatok Rp 85 Juta

Jambi, BATAKPOS

Sudah merupakan rahasia umum, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu ada jalur illegal alias menyogok. Bahkan untuk tariff illegal ini di jambi rata-rata para calo mematok dari Rp 65 juta hingga Rp 85 juta, tergantung dari latar belakang pendidikan dan jurusan CPNS yang diinginkan.

Bahkan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, wartawan diberikan diskon 50 persen untuk masuk CPNS. Sementara di Jambi banyak oknum tim sukses kepala daerah yang bergerilnya mencari “mangsa” CPNS dengan tariff Rp 75 juta.

“Saya jamin bias masuk CPNS di Muarojambi dan Provinsi Jambi. Tapi dengan tarif Rp 85 juta. Saya jamin masuk,”ujar Pinondang Hutabarat yang mengaku dekat dengan sejumlah kepala daerah di Jambi.

Menurut Pinondang, dirinya sudah pernah memasukkan CPNS di Muarojambi dan Tanjung Jabung Timur. Dirinya bias menjamin tapi dengan imbalan minimal Rp 85 juta.

Sementara itu, Bupati Kerinci, Murasman mengaku kedatangan banyak orang yang meminta bantuan agar diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun dia mengaku berani dengan tegas menolak keinginan mereka karena tidak ingin pelaksanaan seleksi CPNS penuh rekayasa.

“Memang banyak yang datang ke rumah minta bantuan jadi PNS. Namun dengan tegas saya katakan tidak. PNS bukanlah satu-satunya pekerjaan di dunia ini,”katanya.

Hal senada juga dialami Wakil Bupati Bungo, Sudirman Zaini. Dia mengaku ada sejumlah orang datang dan meminta tolong kepada dirinya agar diloloskan menjadi PNS.

Rahasia umum tariff masuk CPNS di Jambi yang berkisar hingga Rp 85 juta bukan isapan jempol semata. Bahkan hal itu fakta namun sulit untuk diungkapkan.

“Wartawan asal Kerinci banyak berlomba jadi CPNS. Dan hal itu terwujud dengan bayaran hanya Rp 30 juta. Sementara orang umum dipatok Rp 85 juta. Dan wartawan harian di Jambi asal kerinci sudah banyak jadi CPNS,”kata Haramen, seorang wartawan harian di Jambi. ruk

Gubernur Dukung Pertumbuhan Seni Budaya Melayu Jambi


Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus,MM menyatakan bahwa pemerintah akan memberi dukungan penuh untuk pengembangan seni budaya Melayu Jambi. Dukungan pemerintah ini diwujudkan dengan memberikan bantuan senilai Rp 3,6 milyar untuk pembangunan renovasi gedung di Taman Budaya yang terbakar beberapa bulan lalu.

Pemerintah juga mendorong didirikannya Perguruan Tinggi Seni di Provinsi Jambi. Pernyataan ini disampaikan HBA saat membuka secara resmi Festival Seni Tradisional Melayu Jambi tahun 2010, bertempat di Gedung Olah Seni ,Taman Budaya Provinsi Jambi, Senin (22/11).

“Terima kasih kepada Rektor Unja, Panitia Pelaksana, rekan mahasiswa tercinta atas inisiatif serta kreasinya melaksanakan Festival Seni Tradisional Melayu Jambi, ini merupakan suatu asset yang harus kita kembangkan ke depan, dan memang diharapkan budaya Melayu Jambi akan dikembangkan dari semua aspek, seni, budayanya. Sebagai apresiasi saya pada 2011, gedung Taman Budaya akan dikucurkan dana Rp 3,6 milyar,”katanya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa pemerintah mendorong perkembangan budaya Melayu Jambi untuk semakin dikenal di tingkat nasional bahkan tingkat internasional salah satu upaya pemerintah ini adalah dengan mendirikan Perguruan Tinggi Seni di Provinsi Jambi.

“Pemerintah mendorong didirikannya Perguruan Tinggi Seni, saya sudah melakukan pertemuan dengan rector Unja dan sudah ada inisiatif beliau untuk mendirikan fakultas sastra dan seni. Saya berharap hal ini akan mengakomodir dan saya juga sudah bertemu dengan Rektor Unbari juga mendirikan perguruan tinggi sastra dan budaya,”katanya.

Disebutkan, dengan digelarnya acara ini diharapkan mampu mengangkat seni budaya Jambi festival ini merupakan upaya untuk menggali akar seni Melayu Jambi, yang selama ini sudah hampir luntur.

“Dapat kita lihat, budaya Melayu Jambi yang asli, saat ini sudah jarang sekali terlihat dan terekspos. Sehingga, generasi muda banyak yang tidak mengetahui bagaimana budaya Melayu Jambi ini sebenarnya,”ujarnya.

Rektor Universitas Jambi Kemas Arsyaad Somad,SH.M.Hum menyatakan bahwa perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab untuk menggali potensi budaya Jambi, sebagai kekayaan intelektual yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Perguruan Tingi memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Melayu Jambi.Dan hal ini juga sebagai bentuk dukungan Perguruan Tinggi terhadap pemerintah dalam mengembangkan kebudayaan Melayu Jambi”jelasnya.

Ketua Panitia Dwi Surya Hartati menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan oleh Universitas Jambi yang memiliki tugas dan fungsi mengawal perkembangan kebudayaan dan kesenian secara ilmiah, akan tetap berada di depan sebagai pioner.

“Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendata kembali potensi-potensi budaya dan kesenian tradisi dari berbagai pelosok daerah di provinsi Jambi, serta sebagai upaya mendapatkan sebuah jati diri melayu Jambi.Dengan adanya festival ini, diharapkan muncul potensi-potensi khas dari berbagai daerah di pelosok Provinsi Jambi, yang nantinya bisa dijadikan diri khas budaya Melayu Jambi, dan kemudian dikembangkan di tataran nasional maupun internasional,” jelasnya.

Acara yang berlangsung 22-25 November ini ini merupakan tidak hanya dalam bentuk perlombaan, namun juga dengan kegiatan workshop dimana pengamat akan memberikan pendapatnya dan merekomendasikan hal-hal tertentu kepada peserta.

Untuk cabang yang diperlombakan dalam festival tersebut, yaitu, mendongeng atau bertutur, teater tradisi dan nyanyian. Dimana, dalam cabang tersebut, harus menyajikan karya asli. Selain itu, dalam festival tersebut, nantinya akan diadakan eksebisi seni. Dimana peserta yang tampil adalah, Unit Kreatifitas Mahasiswa (UKM) seni dalam Unja, sanggar seni dan kelompok yang diundang panitia. ruk

Ribuan Pelanggan Datangi Kantor PLN Jambi

Jambi, BATAKPOS

Ribuan pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jambi mendatangi Kantor PLN Jambi guna membayar rekening listrik pasca rusaknya sistem online di kantor pos tempat mereka bisa membayar listrik. Ribuan pelanggan juga protes akibat antrian yang cukup panjang.

Pelanggan juga protes terhadap kinerja PLN yang kurang tanggap darurat dalam menangani kerusakan online pembayaran rekening listrik tersebut.

Manager PLN Rayon Telanaipura, Rustam Arifin, Sabtu (20/11) mengatakan, sebagian pelanggan biasanya membayar rekening listrik di kantor pos, karena bisa sekaligus membayar tagihan PDAM. Tapi karena ada perubahan sistem komputer di kantor pos, pembayaran listrik hanya bisa dilayani di kantor cabang PLN.

Disebutkan, perubahan sistem antara lain meliputi penggantian sistem MDP menjadi sistem Cim@k. Perubahan dilakukan oleh PLN Cabang Palembang. Pihak PLN Cabang Jambi tidak tahu hingga kapan sistem bisa digunakan kembali, karena PLN Jambi hanya pengguna.

Lantaran hanya sebagai pengguna (user), jika terjadi gangguan bisa memperbaiki cuma PLN Palembang. PLN Jambi hanya bisa menunggu sampai sistem baru bisa digunakan.

Antrean juga terjadi akibat banyak pelanggan sudah terbiasa dengan “budaya” membayar listrik pada tanggal batas akhir pembayaran. Padahal, pembayaran sudah bisa dilakukan sejak tanggal 3 setiap bulan.

Akibat membludaknya pelanggan, pihak PLN Jambi terpaksa menambah jam kerja hingga pukul 6 sore. Selain di PL Jambi, para pelanggan juga bisa membayar tagihan listriknya di PLN ranting, seperti di Muara Bulian, Kuala Tungkal dan Muara Sabak.

Rustam mengungkapkan, untuk masa mendatang PLN Jambi akan membuat sistem pay point bank (PPB) , guna menghindari salah catat angka meteran). Selain itu juga akan diterapkan sistem prabayar untuk memudahkan pelanggan.

Budinson Purba SP, pelanggan dari Telanaipura, Kota Jambi, mengaku sangat terganggu oleh adanya perubahan sistem tersebut. Ia biasa membayar rekening listrik di kantor pos, tapi karena ada gangguan dirinya terpaksa antri ber jamjam. ruk

Gubernur Jambi Sampaikan Visi Jambi di Kampus IPDN Jatinagor

Sumedang, BATAKPOS

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus menyampaikan kuliah umum kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang bertajuk “Dimensi Kepemimpinan Menuju Jambi Emas 2015” di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatingangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/11).

Gubernur Jambi menceritakan secara singkat pengalaman karirnya di dunia birokrasi, khususnya sebagai alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, sekarang menjadi IPDN.

“Belum hilang dari ingatan saya, bagaimana pengalaman saya yang memulai karir di Birokrasi setelah menyelesaikan kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, yang kini menjadi IPDN. Sulitnya saya bertugas di kantor lurah dan menghadapi berbagai karakter masyarakat dengan latar belakang yang berbeda. Kemudian meningkat menjadi sekretaris kecamatan, menjadi Camat, Asisten, Sekda, menjadi Bupati sampai menjadi Gubernur Jambi saat ini,”katanya.

Disebutkan, pengalamannya sebagai motivasi semangat para praja agar mau kerja keras dan belajar sungguh-sungguh dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan sehingga apa yang dicita-citakan dapat tercapai.

Empat kunci sukses yang diberikan HBA, yakni pertama, memiliki kemauan yang keras dalam bekerja dan belajar, kedua, memegang prinsip untuk tidak cepat puas dengan hasil yang telah dicapai saat ini, ketiga, bersifat empathy (peduli terhadap lingkungan sekitar), dan keempat, seorang pemimpin yang sukses adalah jangan memiliki sifat dendam.

Menurut HBA, beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius dalam pembangunan Provinsi Jambi antara lain, terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur, belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam, belum meratanya pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Kemudian belum tumbuhnya agro industri, angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin, belum optimalnya sinergisitas percepatan pembangunan daerah.

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pembangunan maka visi Pembangunan Provinsi Jambi yang dirumuskan adalah “Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera” atau Jambi Emas 2015.

Dalam upaya untuk mewujudkan visi tersebut, ada misi tujuan yakni, meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur pelayanan umum, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan Berbudaya.

Selanjutnya, meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat berbasis Agribisnis dan Agroindustri, meningkatkan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Optimal dan Berwawasan Lingkungan, meningkatkan Tata kelola Pemerintahan yang baik, Jaminan Kepastian dan Perlindungan Hukum serta Kesetaraan Gender.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jambi memberikan sumbangan berupa 3 (tiga) unit laptop untuk mendukung kegiatan perkuliahan di Kampus IPDN.

Kuliah umum oleh Gubernur Jambi kepada Praja IPDN turut dihadiri oleh Guru Besar IPDN, Prof.Erliana Hasan beserta staf di jajaran Kampus IPDN, Asisten III, Kepala BKD, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, serta Praja IPDN dari masing-masing tingkatan. Ruk
Pin Kehormatan : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus mendapatkan pin kehormatan IPDN dari Rektor IPDN di Kampus IPDN Jatingangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/11).





Kuliah Umum : Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus saat memberikan kuliah umum di Kampus IPDN Jatingangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/11).

Masyarakat Batak di Jambi Kekurangan Tempat Gedung Pesta

Jambi, BATAKPOS

Masyarakat Batak di Jambi kini masih kesulitan untuk mendapatkan gedung pesta yang bisa digunakan untuk acara Adat Batak. Sulitnya mendapatkan gedung karena acara atau pesta Adat Batak di Jambi kian banyak, khususnya perkawinan dan Pesta adapt Batak lainnya.

Gedung pesta yang sering digunakan masyarakat Batak di Jambi baru ada tiga yakni Gedung Budi Mulia Mayang Jambi, Sopu Godang HKBP Kotabaru Jambi dan Gedung Carles Simanjuntak Paal V Kotabaru Jambi.

Staf pengelola Sopo Godang HKBP Jambi, St br Siahaan kepada BATAKPOS, Jumat (19/11) mengatakan, jadwal pemakaian Sopo Godang HKBP hingga Maret 2011 sudah mulai padat. Bahkan jadwal pemakaian Nopember-Desember 2010 sudah penuh.

Disebutkan, sudah selayaknya pengusaha orang Batak di Jambi berinvestasi dibidang gedung pertemuan khusus masyarakat Batak ini, Karena jumlah masyarakat Batak dan pesta adapt kian hari kian meningkat.

Sementara itu Sy R Tondang mengatakan, kini untuk mencari gedung pertemuan untuk masyarakat Batak sudah mulai sulit. Untuk acara Pesta Bona Taon marga kini sudah mulai mencari tempat, bahkan antrian tanggal pemakaian sudah berderet. ruk

Anggota DPR Hasil PAW Sosialisasi Diri

Jambi, BATAKPOS

Anggota DPR-RI asal Jambi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Chairul Naim M Anik SH MPH yang dilantik Pergantian Antar Waktu (PAW) 3 Nopember lalu dari Ratu Munawaroh kini mulai sosialisasi diri di Provinsi Jambi.

Sosialisasi diri mulai dari pendukungnya di Muara Bulian, Batanghari, Jambi. Chairul Naim mengadakan tatap-muka dan ramah-tamah di rumah Havid Manan, di Kompleks SMA Muara Bulian. Ia datang untuk mengisi masa reses.

Menurut Chairul Naim, pada 2009, seluruh suara yang didapatnya, 14.326, belum mampu membawanya duduk sebagai wakil rakyat di DPR-RI. Ia kalah suara dengan Ratu Munawaroh dan HA Bakri. Namun Chairul Naim ikhlas menerima kekalahan.

Duduknya Chairul Naim menggantikan Ratu Munawarah dianggap anugrah dari Allah SWT. “Saya datang kesini untuk memenuhi komitmen saya. Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh pendukung yang selama ini belum sempat saya temui. Saya mohon doa restu supaya dapat bekerja baik, mengemban tugas sebagai anggota Komisi-II secara benar,” ujarnya.

Chairul Naim juga minta jangan sampai terputus komunikasi dengan masyarakat Jambi dan siap dihubungi kapan saja. ruk

Hutang Dibayar Nyawa Anak

Jambi, BATAKPOS

Seorang balita bernama Russel Wen Colter (3,7) tewas karena disandera dan dianiaya pria paruh baya yang juga kenalan ibu korban. Bocah itu tewas dianiaya pria paruh baya karena sang ibu korban terlilit hutang sebesar seratus juta rupiah.

Sebelum tewas, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Asia Medika Jambi. Namun nyawanya tak tertolong karena bocah itu mengalami luka lebam disekujur tubuh.

Mengetahui anaknya tewas, sang ibu pun menangis histeris dan mengaku sangat menyesal karena meninggalkan buah hatinya tersebut kepada rekannya sebagai jaminan utangnya.

Unriani (38) warga Binjai Utara, Medan ini, tak henti-hentinya menangis di ruang instalasi gawat darurat rumah sakit Asia Medika Jambi, Kamis (18/11) petang.

Betapa tidak, anak kedua Unriani ini akhirnya tewas setelah berusaha mendapatkan pertolongan di pihak rumah sakit. Russel Wen Colter (3.7) harus meregang nyawa akibat disandera dan dianiaya oleh Pousun (34) warga Galang, Sumut (Medan) yang tidak lain adalah rekan ibunya sikorban.

Menurut pengakuan Unriani, dirinya memang sengaja menitipkan Russel kepada Pousun karena dirinya terjerat hutang sebesar seratus juta dan berencana akan mengembalikan uang Pousan tersebut setelah ia kembali dari Makasar.

Selain menitip Russel agar Pousan percaya, dirinya juga meminjamkan mobil Nissan Grand Livina miliknya ke pelaku. Namun belum sempat ia mendapatkan uang, ia telah menerima kabar bahwa anaknya sakit dalam asuhan pelaku. Setelah kembali dan menemui anaknya di Jambi, ia pun kaget, karena melihat kondisi Russel sangat mengkhawatirkan.

Ditubuh bocah berusia tiga tahun ini terdapat luka lebam dan bagian perutnya bengkak, selain itu ditangan korban juga terdapat luka bekas sulutan rokok.

Akibat luka yang dialami Russer, nyawapun Russel tidak dapat tertolong lagi sekitar satu jam setelah dirawat akhirnya ia meninggal. Malang nasib Russel, ia harus menanggung siksa pelaku akibat Unriani ibunyabelum bisa melunasi hutangnya kepada pelaku.

Untuk mengetahui penyebab kematian Russel, pihak kepolisian Polresta Jambi sendiri langsung melakukan visum luar pada korban dan membawa jasad korban ke kamar mayat rumah sakit umum Raden Mattaher Jambi.

Sementara itu petugas kepolisian yang mendapat laporan terjadi penganiyaan tersebut langsung melakukan pencarian tersangka yang diduga berada di sebuah gudang kayu di RT 24, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur.

Disana, petugas Polisi menemukan sebuah mobil Nissan Grand Livina warna hitam dengan nomor Polisi BK 212 RU yang sudah ditinggalkan oleh pelaku.

Didalamnya ditemukan makanan, minuman, peralatan mandi, dan ikat pinggang yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya Russel.

Hingga berita ini diturunkan petugas kepolisian Polresta Jambi masih terus mencari tersangka karena diperkirakan tersangka masih berada di Kota Jambi.

Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Jambi Komisaris Polisi (Kompol) Henri Posma Lubis, Jumat (19/11) mengatakan tidak ada motif penculikan dalam kasus ini. Ini murni penganiayaan bukan penculikan.

“Hal tersebut didasarkan karena sebelumnya mereka berangkat bersama, sebelum Unriani pergi ke Makassar untuk menagih utang. Dari hasil pemeriksaan dokter ada tanda-tanda kekerasan dan diduga dilakukan Pousun," kata Hendri.

Disebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara peristiwa ini didasari utang piutang, dan pihaknya saat ini sedang mencari tersangka yang melarikan diri. “Kita sudah sebar anggota kita untuk mencari tersangka, diduga tersangka masih berada di Kota Jambi,”katanya. ruk

Menangis : Unriani (38) ibu korban saat melihat jenajah anaknya Russel Wen Colter saat hendak divisum dokter RS Asia Medika Jambi, Kamis (18/11) petang. Foto batak pos/rosenman manihuruk.

Pengrajin di Jambi Dapat Bantuan Rp 5 Juta Per Kelompok

Jambi, BATAKPOS

Kelompok pengrajin di Provinsi Jambi mulau tahun 2011 mendapat bantuan modal sebanyak Rp 5 juta per kelompok dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Bantuan tersebut guna memacu pertumbuhan industri kreatif di Provinsi Jambi yang merupakan roda perekonomian masa depan. Bantuan permodalan ini akan dikucurkan di setiap kecamatan dalam Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus,MM mengatakan hal itu kepada BATAKPOS, disela-sela Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Kamis (18/11). Menurutnya, pada tahun 2011 ini ada dana khusus dari pemerintah yang akan membantu Rp 5 juta per kelompok di setiap Kabupaten/Kota.

“Setiap kecamatan akan kita bantu. Hal ini dilakukan untuk membantu pengembangan industry rumah tangga terutama industry kecil. Khususnya pengrajin-pengrajin yang berada di desa Kabupaten/kota,”katanya.

Disebutkan, potensi yang mereka miliki inilah yang harus kita kembangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin Provinsi Jambi.

“Program ini tidak berdiri sendiri tetapi termasuk dalam program Satu Miliar Satu Kecamatan (samisake), program bedah rumah, sertifikat gratis, dan bantuan kepada UMKM. Dana yang telah disiapkan untuk pengembagan ini sekitas Rp 2,5 milyar,”katanya.

Menurut Hasan Basri Agus, setiap kelompok terdiri dari 10 orang dalam program tahun 2011 yang akan datang melalui dinas koperasi dana ini akan diberikan. Dana ini kurang lebih sejumlah Rp 2,5 milyar.

Gubernur Jambi juga menyatakan harapannya terhadap industry kecil yang jika dikembangkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu para pengrajin dituntut untuk dapat terus berinovasi untuk menciptakan produk yang lebih baik dan bervariatif. ruk