MENUJU SAMOSIR SATU

MENUJU SAMOSIR SATU
NELSON SITANGGANG MENUJU SAMOSIR SATU

LBBJ

LBBJ
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Wednesday, 15 September 2010

Penyandra Bocah Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Jambi, BATAKPOS

Joko (32), seorang pelaku penyanderaan bocah berusia 3,5 Tahun Bernama Abil Pradipa Warga Jl H Juanda No 8 Mayang Jambi nyaris tewas dikeroyok massa Rabu (15/9) siang. Pelaku berinisial Joko (32) nekat menyandra Abil Pradipa di rumahnya Warga Jl H Juanda No 8 Mayang Jambi dan meminta uang tebusan kepada orang tua korban puluhan juta rupiah.


Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bobyanto Adoe saat membujuk pelaku Joko dengan memberikan permintaan pelaku Rp 15 juta. Foto Tribunjambi.com

Menurut saksi mata Arminah, pelaku tiba-tiba disekap oleh pelaku dan meminta tebusan kepada orangtuanya. Saat menyandra, pelaku juga mengetahui nomor telepon orang tua korban (Gunawan-Siti Sarifah).

“Kita sempat panic, karena pelaku mengancam membunuh korban jikia tidak memenuhi permintaan pelaku. Namun warga langsung melaporkan hal itu ke pada Poltabes Jambi. Polisi berhasil menangkap pelaku dan membebaskan korban. Kondisi korban sempat shok akibat kejadian tersebut,”katanya.

Menurut Arminah yang merupakan kakak kandung Siti Sarifah, polisi sempat memberikan tembakan peringatan kepada korban dan menyerah. Saat hendak dibawa polisi, pelaku nyaris tewas dihakimi warga setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Jambi Komisaris Polisi Hendri Posma Lubis, Rabu (15/9) mengatakan, ayah korban merupakan seorang pemborong. Polisi masih menyelidiki motif pelaku melakukan penyanderaan tersebut. Kini pelaku masih mendekam di Mapolresta Jambi.

Dilumpuhkan Polisi

Awalnya pagi itu, Joko berpura-pura menjadi tamu dirumah korban. Saat itu Gunawan tidak berada dirumah karena sudah berangkat kerja. Dan, Joko disambut oleh Siti yang merasa curiga kepada Joko yang mengaku pernah bekerja satu tahun dengan suaminya. Padahal, ia tidak pernah melihat Joko selama ini.

Namun, belum sempat Siti menelepon suaminya, Joko langsung mengejar Siti yang masuk ke dalam kamar dan langsung menodongkan badik.

Saat itulah terjadi perlawanan yang dilakukan Siti yang sempat di sekap pelaku. Namun, Siti berhasil lari dengan cara menggigit tangan pelaku, dan Siti langsung berteriak. Karena teriakan itu, warga langsung berdatangan ke rumah korban. Tapi, saat warga datang, pelaku sudah memegang anaknya dan menyanderanya. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap bocah itu, warga pun mundur. Tidak lama polisi datang. Selain jajaran Polresta Jambi, juga anggota dari Polda tampak di tempat kejadian. Bahkan Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bobyanto Adoe, juga langsung turun memimpin di lapangan.

Pukul 09.45 WIB, setelah negosiasi selesai dilakukan, pelaku baru mau keluar kamar dan menuju mobil yang telah disiapkan polisi.

Ketika berada di luar rumah, Joko langsung merapat ke dinding di samping pintu utama rumah. Saat itulah petugas Densus 88 yang bersiaga berusaha mengalihkan perhatian Joko. Petugas berusaha mengajukan pertanyaan kepada Joko agar perhatiannya terpecah. Ketika Joko merespon pertanyaan tersebut dengan cara mengalihkan perhatiannya kepada petugas yang bertanya, maka petugas Densus yang berada di sisi kanan Joko langsung menyergap lengan kanan Joko yang menggenggam badik. Begitu badik diamankan, petugas lain langsung meringkus Joko dan menyelamatkan Abil.

Joko berhasil diringkus. Petugas polisi yang bersiaga langsung membentuk pagar betis untuk menyelamatkan Joko dari amuk massa saat di giring ke mobil petugas.

Ratusan warga yang sejak kejadian memadati lokasi, sempat memanas. Bahkan terdengar teriakan bunuh, tembak saja dari warga.

Untuk membubarkan massa yang sempat merangsek dan memukuli Joko, petugas melepaskan 11 tembakan ke atas.

Pukul 10.00 WIB, pelaku yang sudah dilumpuhkan langsung dibawa ke Polresta Jambi. 20 menit setelah itu, Siti dan Gunawan juga dibawa polisi untuk dimintai keterangan. Sementara itu Abil, anak mereka dibawa ke rumah pamannya di daerah pall X. Menurut Yanto, paman Abil, diduga pelaku masuk dari pintu belakang rumah Siti yang persis berada di belakang ruko di Jalan Ir H Juanda RT 29 nomor 87 pukul 08.00 WIB.

Usai kejadian, Gunawan, masih belum bersedia dimintai keterangannya. Namun, dirinya masih mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur anaknya selamat. Tidak hanya itu, anaknya juga tidak mengalami luka sedikit pun. Sehat dan tidak ada luka di tubuhnya,” ungkap Gunawan. ruk

Kehadiran PNS Pasca Lebaran Membaik

Jambi, BATAKPOS

Hari pertama dan kedua masuk kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah/2010 Masehi, Selasa-Rabu (14-15/9) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dinilai Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, cukup baik.

Wagub disela-sela melakukan inspeksi mendadak (Sidak), mengatakan, kehadiran PNS di Dinas/Instansi lingkup Pemerintah Provinsi Jambi pada hari pertama dan kedua masuk cukup baik.

“Beberapa dinas yang telah kita tinjau kehadiran pegawainya cukup bagus. Kalaupun ada yang tidak masuk itu dikarenakan cuti tahunan, cuti hamil/melahirkan dan sakit atau izin, demikian juga di rumah sakit umum Raden Mathaher Jambi, para pasien telah mendapatkan pelayanan dari para medis, termasuk para dokternya sebagaimana mestinya,”katanya.

Wagub Jambi didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Raden Mathaher Jambi dr. H. Ali Imron Mukhsin, SP.PD menyempatkan menyapa setiap pasien dan selalu memberikan semangat agar para pasien bersabar menerima cobaan, karena cobaan itu datangnya dari Allah SWT, dan bagi yang sabar tentu mendapatkan ganjaran pahala, dan harus rajin berobat guna mendapatkan kesembuhan.

Fachrori Umar mengatakan, PNS yang mangkir yang tidak dapat diterima alasannya maka akan diberikan sanksi mulai dari teguran lisan, tertulis dan seterusnya. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan Tunjangan Kesejahteraan Daerah (TKD) nya tidak dibayarkan. ruk

Kolam Renang, Jadi Tempat Hiburan Alternatif di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Hingga H+3 lebaran Idul Fitri 1431 Hijriyah, sejumlah tempat wisata di Kota Jambi masih ramai dikunjungi warga. Salah satu tempat wisata alternative bagi warga adalah kolam renang Tanggo Rajo Kotabaru Jambi. Selama libur lebaran, ribuan pengunjung berjubel memadati kolam milik Pemerintah Provinsi Jambi tersebut.

Kemudian obyek wisata lainya yang ramai dikunjungi yakni kebun binatang Taman Rimba Aneka Ria, di Paal Merah, wisata alam Kampoeng Rajo Kotabaru. Selain obyek wisata, pusat-pusat perbelanjaan yang menyediakan permainan digital juga diserbu warga khususnya remaja.

Di Kolam Renang Tanggo Rajo Kotabaru, ribuan warga rela antri di pintu loket pembelian karcis masuk. Mereka datang dari Kota Jambi dan beberapa kabupaten di sekitar kota, seperti Muaro Jambi dan Batanghari. Kendaraan warga pun memenuhi halaman parkir yang disediakan.

Kemudian di Taman Rimba Jambi, tahun ini terkesan berbeda dibanding tahun-tahun lalu. Pasalnya, tahun ini kebun binatang satu-satunya di Provinsi Jambi itu dihuni beberapa satwa baru, seperti sepasang harimau Sumatera, Piter dan Uni. Selain itu juga ada si Yanti, gajah Sumatera betina.

Kemudian taman wisata Kampoeng Rajo juga ramai dikunjungi warga sejak liburan lebaran. Meski karcis sedikit mahal (Rp 15.000 per orang) tak menyurutkan niat warga berekreasi di sana.

Keramaian juga tampak di sejumlah mal di Jambi seperti di Town Square (Jamtos). Suasana libur lebaran di Kota Jambi dan kota lainnya cukup aman.

Warga Ditemukan Tewas

Sementara itu, Cecep (21), warga Desa Pinang Merah Kecamatan Pamenang, Merangin, Jambi, yang hilang sejak Senin siang lalu, ditemukan tewas Rabu (15/9) siang oleh Tim Basarnas Jambi.

Data yang diperoleh BATAKPOS di Humas Polda Jambi, Rabu (15/9) menyebutkan, enam anggota Tim Basarnas Jambi tiba di Bangko, Rabu pagi tadi. Tim Basarnas menyisir pinggiran sungai. Tim membawa peralatan 1 unit perahu karet bermesin. Pencarian dibantu oleh warga menggunakan 2 unit perahu tempek.

Ketua Tim Basarnas, Mang Idin, mengatakan, korban tidak muncul ke permukaan sungai lantaran memakai celana jeans. Korban tenggelam biasanya akan timbul ke permukaan selang 3 hari.

Ayah korban, Sarimun, juga ikut mencari korban. Setiap hari paling sedikit 15 orang dari Desa Pinang Merah datang ke tempat hilangnya Cecep. Hingga saat ini belum ada pejabat Pemkab Merangin yang memberi keterangan seputar musibah di lokasi objek wisata tersebut. ruk

18 Tewas Selama Mudik Lebaran di Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 18 orang pemudik tewas dari 26 kasus kecelakaan lalulintas selama perjalanan mudik lebaran di Provinsi Jambi. Dari data Polda Jambi korban tersebut tercatat sejak 5-12 September.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Rabu (15/9) mengatakan, kasus 26 kejadian lakalantas itu terdapat di wilayah Polresta Jambi, Polres Merangin, Polres Tanjab Timur, dan Polres Tebo.

Dikatakan, dalam 26 insiden lakalantas tersebut, diketahui barang bukti yang di amankan sepeda motor 26 unit, kendaraan roda empat 14 unit, truck 3 unit dan Bus 1 unit. Semua kejadian lakalantas selama arus mudik tersebut, saat ini diproses oleh Polres Masing-masing.

Almansyah menghimbau kepada seluruh masyarakat Jambi yang akan menempuh arus balik mudik lebaran untuk lebih berhati-hati dan mentaati peraturan lalu lintas. Hal itu untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecalakaan. ruk

Gubernur Siasati Koordinasi SKPD Dengan “Coffee Morning”

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, akan mensiasati koordinasi dengan SKPD dengan program “coffe morning” di rumah dinas Gubernur Jambi setiap satu kali dalam sepekan. Koordinasi gaya baru ini diyakini mampu untuk meningkatkan kinerja SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus kepada BATAKPOS sebelum bertolak ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam rangka kunjungan kerja, Rabu (15/9).

Menurut dia, rapat dengan Muspida Provinsi Jambi dalam bentuk coffee morning yang bertempat di rumah dinas gubernur Jambi, yang tetap menggunakan absen, yang ditujukan untuk akselerasi pembangunan Jambi.

Tentang rapat kerja (Raker) camat se Provinsi Jambi, Gubernur menegaskan agar mulai tahun 2011, Raker camat yang sebelumnya dibagi dua, Jambi Bagian Barat dan Jambi Bagian Timur dihapuskan.

Usai mengulas rapat-rapat yang direncanakan, Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, para Asisten, para Staf Ahli, dan para Kepala Biro di lingkup Setda Provinsi Jambi membahas berbagai hal dalam pembangunan Jambi, di antaranya aset daerah, pelimpahan wewenang Gubernur kepada Wakil Gubernur.

Sementara Gubernur Jambi di Tanjung Jabung Timur akan didampingi Bupati Tanjabtim, Drs. H. Abdullah Hich, guna menyerahkan bantuan untuk fakir miskin dan lansia.

Kemudian melakukan peninjauan di beberapa proyek pembangunan, mulai dari meninjau jembatan Muara Sabak, meninjau pelabuhan Muara Sabak, meninjau Turap di Sabak Seberang dan meninjau Kampung Laut yang terkena musibah angin putting beliung beberapa waktu yangt lalu.ruk

Buronan Polres Toba Samosir Dibekuk di Jambi

Gorok Leher Pacar

Jambi, BATAKPOS

Seorang buronan Polres Toba Samosir dalam kasus pembunuhan, Carno (20) berhasil diciduk Polsek Jambi Selatan (14/09). Pemuda asal Desa Ambar Halim Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara itu .

Carno diketahui merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap kekasihnya Rasmi (17) Selasa (07/09) pekan lalu. Carno juga merupakan buronan Polres Tobasa.

Kapolsekta Jambi Selatan, AKP Waras Sundari, Rabu (15/9) mengatakan, penangkapan terhadap Carno dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari pihak kepolisian Toba Samosir Sumatera Utara. Melalui percakapan telepon seluler, pihak kepolisian Toba Samosir menyebutkan jika Carno di duga kuat melarikan diri menuju Kota Jambi.

“Informasi tersebut, kemudian dilengkapi lagi dengan ciri-ciri tersangka yang dimaksudkan. Dari informasi dan data mengenai ciri-ciri tersangka tersebut, anggota Polsekta Jambi Selatan langsung melakukan penyelidikan lapangan. Dari hasil penyelidikan tersebut, Selasa (14/9) pukul 10.00 WIB, Carno berhasil diamankan saat berada di Jalan Kartini Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi.

Menurut Waras, saat ditangkap, tersangka baru saja datang dari Toba Samosir. Carno ditangkap di rumah kakaknya dikawasan Pasir Putih Jambi Selatan. Carno merupakan buronan dari Polres Toba Samosir, dalam kasus pembunuhan terhadap Rasmi, pada Selasa (07/09) pekan lalu, di sebuah Lokasi Proyek PLTA.

"Penangkapan ini telah kita koordinasikan dengan pihak Polres Toba Samosir. Dan saat ini, pihak Polresta Toba Samosir, sedang dalam perjalanan menuju Jambi, untuk menjemput tersangka," katanya. ruk

Gubernur Minta Kebun Binatang Taman Rimba Disolek

Jelang Liburan Idul Fitri

Jambi, BATAKPOS

Jelang liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H/2010 M, Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) meminta UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) dibawah Dinas Peternakan Provinsi Jambi agar Kebun Binatang Taman Rimba Jambi disolek. UPTD itu juga diminta untuk membenahi sarana dan prasarana kebun binatang itu guna menarik minat wisatawan.

Hal tersebut dikatakan Hasan Basri Agus saat meninjau Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Selasa (7/9). HBA turut didampingi Ketua DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta, Walikota Jambi, dr. R. Bambang Priyanto, Kapolda Jambi, Bambang, beberapa Asisten Setda dan beberapa kepala SKPD Pemerintah Provinsi Jambi.

HBA bersama rombongan kini di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi melihat berbagai satwa, antara lain sepasang Harimau Sumatera yang telah menghuni kebun binatang Jambi sejak ulang tahun Jambi pada 6 Januari 2010 yang lalu, yang didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.

Sepasang Harimau Sumatera tersebut bernama Piter untuk yang jantan dengan umur 4,5 tahun dan yang betina bernama Uni (berumur 6,5 tahun). Gubernur dan rombongan juga melihat Yanti, gajah yang telah berumur 28 tahun dan sempat memberikan beberapa buah pisang untuk gajah itu. Selain itu, gubernur juga melihat satwa lain, yaitu buaya, beruang, ular, dan beberapa jenis burung.

HBA menyatakan bahwa satu-satunya kebun binatang di Jambi ini selama ini atau sebelumnya memang kurang terurus, tidak terurus dengan baik, namun setelah menjadi UPTD dibawah Dinas Peternakan Jambi, alhamdulillah sudah semakin terurus dan mengalami perkembangan yang lebih baik.

“Pengembangan dan pengelolaan kebun binatang ini akan terus ditingkatkan kedepan. Koleksi satwanya juga semakin ditambah, seperti mendatangkan Burung Air dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Mungkin, luasannya yang perlu ditambah lagi,”katanya.

Gubernur Jambi meminta para pengurus kebun binatang ini benar-benar menekuni pekerjaannya, ada rasa memiliki dan menyayangi kebun binatang tersebut, karena apabila ada rasa memiliki dan menyayangi kebun binatang dari para pengurusnya, insya Allah kebun binatang itu akan berkembang dengan baik.

“Pemerintah akan men-support, apalagi pihak pengurus kebun binatang sudah menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi, yakni dengan pemberian bantuan dari Bank Jambi, berupa kandang burung,”katanya.

Gubernur juga berharap agar pihak swasta juga berkontribusi dalam pengelolaan dan pengembangan kebun binatang ini, karena kebun binatang ini untuk kepentingan bersama, untuk anak-anak, terutama untuk generasi berikutnya. ruk

647 PNS Provinsi Jambi Disumpah

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs. Hasan Basri Agus, MM melalui Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, mengambil sumpah/janji 647 orang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi Selasa (7/9), bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi.

Acara pengambilan sumpah dan janji itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dra. AM. Firdaus, M.Si, Asisten III Setda Provinsi Jambi Drs. Satria Budhi, MM, Staf Ahli Khusus Gubernur Jambi Drs. H. Zunaidi T. Noor, MM, para Kepala Dinas/Instasni Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi dalam sambutan tertulisnya mengingatkan PNS yang baru dilantik, bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan asset utama dan memiliki peranan sangat penting dalam setiap organisasi. Karenanya setiap organisasi perlu membangun SDM aparaturnya secara professional dan memiliki kopetensi yang tinggi, dan mekanisme yang dilalui dalam membangun SDM, iyalah melalui sistem rekrutmen yang berbasis kopetensi.

Wakil Gubernur Jambi menambahkan, bahwa dalam birokrasi ada yang dinamakan GDN, (gerakan disiplin nasional), dan dalam GDN ada tiga B, atau tiga budaya, adapun tiga budaya tersebut adalah budaya tertib, budaya bersih dan budaya kerja, jelas Gubernur.

“Mulai dari tertib berpakain, tertib dalam melaksanakan tugas, kemudian bersih berpakain, bersih lingkungan, baik dirumah maupun ditempat kerja, seterusnya budaya kerja, laksanakan tugas sesuai dengan tugas yang menjadi tanggungjawabnya, yang pada akhirnya akan tercipta kinerja birokrasi yang berkwalitas dan akan menjadi panutan bagi masyarakat dimanapun berada,”katanya. ruk

Polda Jambi Telusuri Sindikat Perampok di Jambi

Pasca Ditangkapnya Gembong Perampok

Jambi, BATAKPOS

Jajaran Polda Jambi bekerjasama dengan Polres Muaro Jambi kini melakukan penyelidikan penelusuran sindikat pelaku perampokan bersenjata api dan senjata tajam pasca ditangkapnya seorang pelaku perampokan bernama Asnawi alias Kutup (36), Senin (6/9) malam.

Asnawi yang merupakan gembong perampokan yang sudah dua tahun buron itu, kini masih ditahan di Polres Muarojambi. Asnawi juga dikenal sebagai otak beberapa kasus perampokan di Jambi. Asnawi terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan polisi di bagian kaki, karena mencoba melawan saat ditangkap.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Selasa (7/9) mengatakan, komplotan Asnawi yang beranggotakan 5 orang dikenal sadis jika beraksi. Mereka tidak segan-segan menghabisi nyawa korbannya yang berusaha melawan. Asnawi alias Kutub dan sindikatnya selalu beroperasi malam hari.

“Setiap merampok Asnawi Cs punya ciri khas tersendiri. Mendobrak pintu dan langsung menembakan senjata api (senpi) satu kali. Tujuannya untuk menakuti korban. Setelah korban disekap, seluruh barang disikat habis sampai ludes,”katanya.

Asnawi ditangkap di kawasan Mayang Mengurai, Kota Jambi, Senin malam. Sebelumnya tim buser Satreskrim Polres Muaro Jambi juga membekuk dua anggota komplotan tersebut, Jamhuri dan Idrus, yang sudah diajukan ke meja hijau. Dua tersangka lainnya, Ismail dan Riko, masih dalam pengejaran.

Menurut pengakuan Asnawi kepada polisi, kelompoknya sudah merampok di tiga lokasi yakni di Paal VIII Jambi, Marosebo Batanghari, mereka berhasil menggondol 30 suku emas, 5 unit ponsel dan uang tunai Rp 400 ribu.

Kemudian mereka beraksi di wilayah Bathin XXIV Kabupaten Batanghari, Jambi. Yang terakhir kejadiannya di Keluruhan Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi. Aksi perampokan di Pematang Sulur memakan 1 orang korban tewas. Korbannya mati ditembak di bagian kepala.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Muaro Jambi, AKP Ricardo Condrat Yusuf mengatakan, akan tetap terus mengejar dua tersangka yang melarikan diri. Kawanan perampok sadis itu bakal dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 17 tahun penjara. Polisi juga masih mengusut asal-usul senpi yang mereka pakai. ruk

Penipuan SMS THR Mulai Marak di Jambi

Waspada

Jambi, BATAKPOS

Menjelang hari raya Idul Fitri 1431 Hijriyah kini marak penipuan lewat pesan singkat (SMS) dengan modus minta Tunjangan Hari Raya (THR). Kini berbagai cara dan modus dilakukan orang untuk mengeruk keuntungan pribadi walau harus merugikan orang lain. Seperti penipuan meminta Tunjangan Hari Raya (THR).

Ery Erianto (40) Senin (6/9) kepada wartawan mengaku menjadi korban penipuan permintaan THR gaya baru. Ceritanya, Jum’at pagi Ery mendapat pesan singkat (SMS) yang isinya seolah-olah dari orang tuanya yang tinggal jauh.

“Ini bapak, tolong isi pulsa bapak pada nomor yang baru ini, 0813xxxxxxxx. Segera. Ini saya sms pakai nomor 0819xxx, milik orang lain, begitu isi SMS-nya,”kata Ery.

Lantaran merasa punya tanggung jawab terhadap orangtua, tanpa konfirmasi lagi Ery minta petugas counter pulsa terdekat agar mengirim pulsa Rp 100 ribu ke nomor baru yang katanya milik bapaknya.

Karena kesibukannya sebagai pengusaha, hingga sore hari Ery tidak mengkonfirmasi pengiriman pulsa ke nomor baru itu. Ia percaya saja pulsa pasti sudah diterima oleh bapaknya.

Keanehan timbul ketika Erianto membeli makanan berbuka puasa. Dia mendapat sms yang sama dengan nomor yang lain lagi. Ia pun lantas mengontak nomor lama milik orangtuanya.

Disinilah THR gaya baru itu terkuak. Ternyata orangtuanya tidak pernah mengganti nomor ponselnya. Apalagi sampai minta pulsa. “Ini modus baru. Hitung-hitung kasih THR untuk anak yatim, Bang,” ujar Erianto.

Erianto menghimbau, bila ada warga menerima sms serupa, agar segera melakukan konfirmasi. “Cukuplah sayo bae bayar THR gaya baru itu. Ado-ado bae caro orang sekarang,” katanya. ruk

Pusat Perbelanjaan Diserbu Warga

H-5 Idul Fitri 1431 Hijriah

Jambi, BATAKPOS

H-5 Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jambi mulai diserbu warga untuk membeli kebutuhan lebaran. Pasar tradisional juga tak kalah beda dari pusat perbelanjaan lainnya. Situasi pasar di jambi kini penuh sesak oleh warga belanja.

Pengamatan BATAKPOS, Senin (6/9) siang, pusat perbelanjaan di kawasan Sipin, Pasar Rawasari, Mandala, Trona Mall, dipadati para pembeli. Bahkan jumlah pengunjung meningkat drastic dari hari-hari biasa. Bahkan jam buka pusat perbelanjaan ditambah hingga pukul 22.00 WIB dari pukul 21.00 wib biasanya.

“Kami sengaja hari ini untuk belanja berbagai kebutuhan lebaran, karena hari libur dan sudah mendapat gaji. Hari ini sangat tepat untuk belanja keperluan lebaran. Namun kini pengunjung sesak, jadi harus hati-hati, “ kata Irwan S, warga Kebun Handil, Kota Jambi, Senin (6/9).

Menurut dia, dengan padatnya pembeli saat ini, dirinya harus rela berdesakan dan sabar untuk menunggu antre di kasir. Warga kini berjubel untuk membeli kebutuhan lebaran.

Sementara itu, Ny Rusmida (34) warga Simpang Rimbo Kotabaru Jambi mengatakan, dirinya lebih memilih belanja di pasar tradisional untuk kebutuhan lebaran. Harga di pasar tradisional lebih murah dibandingkan di took dan pusat perbelanjaan.

Rusmida mengaku harga di pasar tradisional jauh lebih murah. Namun berbelanja di pasar tradisional harus lebih sabar dalam memilih dan menawarkan harga, termasuk rela berpanas-panasan.

Ida Serlina (27), pedangang di Pasar Siku Kota Jambi, mengatakan, sejak H-7 lebaran, penjualannya mengalami peningkatan sekitar 30 hingga 50 persen dari hari biasa. Warga banyak membeli kue-kue kering dan busana.

Situasi lalu-lintas di Kota Jambi kini juga mulai padat. Seperti kawasan Sipin Ujung, Kota Jambi, Pasar Rawasari Jambi, Thehok Jambi dan Jelutung Jambi. Senin (6/9) dari pagi hingga siang, kenderaan padat merayap.

Pemandangan serupa juga terlihat di sepanjang Jl Ir H Juanda, Mayang Mengurai. Sejumlah toko pakaian dan sepatu di kawasan tersebut diserbu ratusan pengunjung yang tidak ingin berbelanja kebutuhan lebaran ke pusat pertokoan di kawasan pasar.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boby IOR Adoe, turun langsung ke pos pengamanan Operasi Ketupat Siginjei 2010, di samping Tugu Juang. Ia datang sendirian dengan pakaian preman dan mobil Isuzu Panther plat hitam.

Di pos itu Boby sempat mengecek langsung fasilitas pos pengamanan, termasuk memeriksa kondisi mobil patroli milik Polsekta Telanaipura. Ia juga memberi pengarahan kepada petugas pos. ruk

Siasati Penjualan Kartu Lebaran Dengan Motif Budaya Jambi

PT Pos Indonesia Jambi

Jambi, BATAKPOS


Minimnya minat masyarakat untuk menggunakan kartu lebaran untuk berucap selamat kepada sahabat, keluarga, kerabat, membuat PT Pos Indonesia Cabang Jambi menggali ide. Walaupun kartu lebaran minim perhatian masyarakat, PT Pos Jambi justru mengeluarkan sejumlah kartu lebaran dengan kekhasan Budaya Provinsi Jambi sebagai penghiasnya.

Wakil Pimpinan PT Pos Indonesia Jambi, Ahmad Sumaryadi, Senin (6/9) mengatakan, tahun ini, PT Pos memproduksi 10 ribu lembar kartu lebaran sebagai salah satu upaya merayakan ramadan dan lebaran tahun ini. Hal ini baru tahun ini dilakukan dengan bekerjasama dengan Dinas Parawisata Provinsi Jambi.

“Awalnya ide untuk memproduksi kartu lebaran itu dari keberadaan tourism map yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Provinsi Jambi. Dalam tourism map tersebut, sejumlah benda cagar budaya, tempat rekreasi, dan kekhasan budaya Jambi digambarkan dengan gamblang. Melihat hal itu, PT Pos pun lalu memutuskan untuk memproduksi kartu lebaran dengan menggunakan kekhasan budaya Jambi sebagai penghias kartu,”katanya.

Disebutkan, pihaknya minta ijin kepada Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, dan direspon baik. Adapun hal ini juga bertujuan untuk memasarkan Provinsi Jambi yang mempunyai kekhasan budaya dan mempunyai tempat wisata yang menarik baik untuk wisatawan domestik ataupun luar negeri.

“Di antara tempat wisata yang menjadi penghias kartu lebaran PT Pos di antaranya adalah gambar wisata Gunung Kerinci, air terjun Semagi, Masjid Seribu Tiang, dan Jembatan Makalam. Sementara mengenai budaya Jambi, satu di antaranya adalah gambar Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD),”ujar Ahmad.

Disebutkan, tujuan lain PT Pos mengeluarkan kartu lebaran ini yaitu untuk mendorong budaya menulis yang kini sudah berkurang karena keberadaan alat telekomunikasi telepon gengam seluler (hand phone).

Menurut Ahmad, peminat kartu lebaran ini memang tidak seperti dulu. Kebanyakan, peminatnya adalah kolektor. Namun, dari 10 ribu lembar yang diproduksi, 4 ribu lembar di antaranya sudah terjual. Kartu lebaran ini diproduksi dalam jumlah terbatas. ruk

Harga Daging Mulai Merangkak Naik

Jambi, BATAKPOS

Harga daging dan ayam mulai Senin (6/9) mulai beranjak naik di beberapa pasar di Kota Jambi. Besaran kenaikan harga tidak cukup tinggi namun terjadi kenaikan secara bertahap dalam lima hari jelang lebaran. Harga daging diprediksi akan terus naik mengingat besarnya permintaan.

Dari pantauan, harga daging sapi mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kilogramnya. Sedangkan harga daging ayam mengalami kenaikan Rp 1.000-1.500, namun fluktuasi kenaikan banyak. Kondisi harga ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan sampai dengan H-1 Lebaran.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Hanif Lubis, Senin (6/9) mengatakan, harga daging sapi sampai Rp 80 ribu per kilo, kalau daging ayam Senin (6/9) Rp 28 ribu.

Kondisi ini memang benar adanya, mulai kemarin harga daging sapi di pasar-pasar Kota Jambi beranjak naik. Daging sapi per kilogramnya rata-rata Rp 75 ribu, sedangkan untuk daging ayam mencapai Rp 28 ribu.

Menurut beberapa pedagang, kenaikan itu dipengaruhi pasokan daging apakah aman atau tidak. Dikatakan mereka, kalau hukum permintaan berlaku untuk perdagangan daging menjelang Lebaran tahun ini.

“Sampai hari ini harga Rp 75 ribu per kilo, pembelian masih stabil saja. Walaupun harga naik sampai sekitar Rp 5 ribuan pembeli masih datang mengalir walaupun belum menemui puncaknya seperti Lebaran tahun lalu,” kata Suhendro (45), pedagang daging sapi di kios dalam Pasar Angso Duo Jambi. ruk

Gubernur Intruksikan Operasi Pasar Jelang Idul Fitri

Jambi, BATAKPOS

H-3 Idul Fitri 1431 Hijriyah, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengintruksikan stafnya untuk melakukan operasi pasar (OP) guna menekan kenaikan harga sembako. Kini harga sembako mulai meningkat sehingga perlu dilakukan operasi pasar.

Hal itu dikatakan Hasan Basri Agus, didampingi Ketua DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta, Walikota Jambi, dr. R. Bambang Priyanto, Kapolda Jambi, Bambang, beberapa Asisten Setda dan beberapa kepala SKPD Pemerintah Provinsi Jambi, serta beberapa orang dari pegawai Pemerintah Provinsi Jambi saat meninjau OP di tiga pasar di Kota Jambi, Selasa (7/9).

Ketiga pasar yang ditinjau Gubernur Jambi dan rombongan adalah, Pasar Angso Duo, Pasar Baru (Talang Banjar), dan Pasar Keluarga. OP ini bertujuan untuk mengetahui harga-harga berbagai komoditi terutama yang banyak dibutuhkan masyarakat pada saat Idul Fitri secara langsung di pasaran.

Dalam hal mana pemerintah mengharapkan harga relatif stabil dan kalaupun ada kenaian harga, kenaikan tersebut tidak terlalu tinggi, namun masih dalam ambang batas kewajaran.

Tanpa mengesampingkan harga komoditi yang lain, harga komoditi yang paling ditekankan dalam OP ini adalah harga daging sapi, dengan pertimbangan bahwa biasanya kebutuhan masyarakat akan daging (umumnya daging sapi) meningkat tajam pada masa Idul Fitri.

Dari hasil pantauan, harga beberapa komoditi dalam OP tersebut adalah sebagai berikut : a) Di Pasar Angso Duo, daging sapi Rp 70.000,- per Kilogram (Kg), cabai merah Rp 24.000,- per Kg, bawang merah Rp 12.000,- per Kg, bawang putih Rp 24.000,- per Kg, daging ayam potong Rp 32.000,- per Kg.

Kemudian ikan baung Rp 35.000,- per Kg, ikan patin Rp 12.000 per Kg, dan udang gala Rp 90.000,- per Kg. b) Di Pasar Baru, Talang Banjar, harga relatif sama dengan harga di Pasar Angso Duo, dengan harga daging sapi pada kisaran Rp 70.000,- sampai 75.000,- per Kg.

Selanjutnya di Pasar Keluarga Jambi, daging sapi Rp 75.000,- per Kg, daging kerbau Rp 80.000,- per Kg, daging ayam potong variatif dari Rp34.000,- sampai 39.000,- per Kg, daging ayam kampung Rp 60.000,- per Kg (hidup Rp 55.000,- per Kg), dan cabai merah Rp Rp 26.000,- per Kg.

Menanggapi adanya daging dari Australia, gubernur menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Dinas Peternakan Provinsi Jambi, bahwa daging itu memiliki label dan masih tetap dibawah kendali pemerintah, karena pemerintah tidak menginginkan adanya daging oplosan, apalagi kalau sampai daging yang ada di pasaran tercampur dengan daging yang menurut Agama Islam haram.

Terhadap harga berbagai komoditi di Pasar Baru, Talang Banjar, gubernur berujar bahwa harga-harga relatif sama dengan harga di pasar Angso Duo, dengan harga daging ayam potong Rp 32.000,- sampai 33.000,- per Kg.

“Dari pihak Statistik juga mengecek harga, harga cabai bahkan turun jauh, harga ini cukup bagus, yang mana sebelumnya masyarakat menjerit akan mahalnya harga cabai”, kata HBA. ruk

Penyandra Bocah Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Jambi, BATAKPOS

Seorang pelaku penyanderaan bocah berusia 3,5 Tahun Bernama Abil Pradipa Warga Jl H Juanda No 8 Mayang Jambi nyaris tewas dikeroyok massa Rabu (15/9) siang. Pelaku berinisial J (32) nekat menyandra Abil Pradipa di rumahnya Warga Jl H Juanda No 8 Mayang Jambi dan meminta uang tebusan kepada orang tua korban puluhan juta rupiah.

Menurut saksi mata Arminah, pelaku tiba-tiba disekap oleh pelaku dan meminta tebusan kepada orangtuanya. Saat menyandra, pelaku juga mengetahui nomor telepon orang tua korban (Gunawan-Siti Sarifah).

“Kita sempat panic, karena pelaku mengancam membunuh korban jikia tidak memenuhi permintaan pelaku. Namun warga langsung melaporkan hal itu ke pada Poltabes Jambi. Polisi berhasil menangkap pelaku dan membebaskan korban. Kondisi korban sempat shok akibat kejadian tersebut,”katanya.

Menurut Arminah yang merupakan kakak kandung Siti Sarifah, polisi sempat memberikan tembakan peringatan kepada korban dan menyerah. Saat hendak dibawa polisi, pelaku nyaris tewas dihakimi warga setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Jambi Komisaris Polisi Hendri Posma Lubis, Rabu (15/9) mengatakan, ayah korban merupakan seorang pemborong. Polisi masih menyelidiki motif pelaku melakukan penyanderaan tersebut. Kini pelaku masih mendekam di Mapolresta Jambi.

Dilumpuhkan Polisi

Awalnya pagi itu, Joko berpura-pura menjadi tamu dirumah korban. Saat itu Gunawan tidak berada dirumah karena sudah berangkat kerja. Dan, Joko disambut oleh Siti yang merasa curiga kepada Joko yang mengaku pernah bekerja satu tahun dengan suaminya. Padahal, ia tidak pernah melihat Joko selama ini.

Namun, belum sempat Siti menelepon suaminya, Joko langsung mengejar Siti yang masuk ke dalam kamar dan langsung menodongkan badik.

Saat itulah terjadi perlawanan yang dilakukan Siti yang sempat di sekap pelaku. Namun, Siti berhasil lari dengan cara menggigit tangan pelaku, dan Siti langsung berteriak.

Karena teriakan itu, warga langsung berdatangan ke rumah korban. Tapi, saat warga datang, pelaku sudah memegang anaknya dan menyanderanya. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap bocah itu, warga pun mundur. Tidak lama polisi datang. Selain jajaran Polresta Jambi, juga anggota dari Polda tampak di tempat kejadian. Bahkan Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bobyanto Adoe, juga langsung turun memimpin di lapangan.

Pukul 09.45 WIB, setelah negosiasi selesai dilakukan, pelaku baru mau keluar kamar dan menuju mobil yang telah disiapkan polisi.

Ketika berada di luar rumah, Joko langsung merapat ke dinding di samping pintu utama rumah. Saat itulah petugas Densus 88 yang bersiaga berusaha mengalihkan perhatian Joko.

Petugas berusaha mengajukan pertanyaan kepada Joko agar perhatiannya terpecah. Ketika Joko merespon pertanyaan tersebut dengan cara mengalihkan perhatiannya kepada petugas yang bertanya, maka petugas Densus yang berada di sisi kanan Joko langsung menyergap lengan kanan Joko yang menggenggam badik. Begitu badik diamankan, petugas lain langsung meringkus Joko dan menyelamatkan Abil.

Joko berhasil diringkus. Petugas polisi yang bersiaga langsung membentuk pagar betis untuk menyelamatkan Joko dari amuk massa saat di giring ke mobil petugas.

Ratusan warga yang sejak kejadian memadati lokasi, sempat memanas. Bahkan terdengar teriakan bunuh, tembak saja dari warga.

Untuk membubarkan massa yang sempat merangsek dan memukuli Joko, petugas melepaskan 11 tembakan ke atas.

Pukul 10.00 WIB, pelaku yang sudah dilumpuhkan langsung dibawa ke Polresta Jambi. 20 menit setelah itu, Siti dan Gunawan juga dibawa polisi untuk dimintai keterangan. Sementara itu Abil, anak mereka dibawa ke rumah pamannya di daerah pall X. Menurut Yanto, paman Abil, diduga pelaku masuk dari pintu belakang rumah Siti yang persis berada di belakang ruko di Jalan Ir H Juanda RT 29 nomor 87 pukul 08.00 WIB.

Usai kejadian, Gunawan, masih belum bersedia dimintai keterangannya. Namun, dirinya masih mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur anaknya selamat. Tidak hanya itu, anaknya juga tidak mengalami luka sedikit pun. Sehat dan tidak ada luka di tubuhnya. ruk