SELAMAT IDUL FITRI 1435H

SELAMAT IDUL FITRI 1435H
Dari Ir P Bernhard Panjaitan MM-Kadishub Provinsi Jambi

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA
SELAMAT DATANG PRESIDEN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA

Thursday, 1 July 2010

Pdt Jaharianson Saragih MTh, PHd Ephorus GKPS Periode 2010-2015


Pematangsiantar.Blogcom

Hari ini, Jumat (2/7/2010) Sinode Bolon Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) ke-40 akan memilih Majelis Gereja, Ephorus, dan Sekretaris Jenderal (Sekjend) periode 2010-2015. Dalam pengajuan nama calon, masing-masing distrik (ada 7 distrik) akan mengajukan 4 nama calon, dan kemudian peserta sinode memilih calon terkuat.

Ephorus GKPS demisioner, Pdt Belman Purba Dasuha, mengatakan, untuk pemilihan Majelis Gereja, setiap distrik mengajukan 4 nama calon. Nantinya, peserta sinode akan memilih 2 Majelis Gereja per distrik, dan dihasilkan 14 Majelis Gereja periode 2010-2015.

“Sementara untuk pengajuan calon Ephorus, setiap distrik juga mengajukan 4 nama calon, dan peserta sinode memilih calon terkuat. Demikian halnya dengan pemilihan Sekjend GKPS," ujar Pdt Belman, yang tidak mencalonkan diri lagi sebagai Ephorus GKPS karena usianya sudah 60 tahun. Sementara untuk calon Ephorus maksimal berusia 55 tahun.

Pdt Belman yang Laporan Pertanggungjawabannya diterima peserta Sinode, berharap siapapun nantinya yang terpilih sebagai pemimpin GKPS, itu merupakan pilihan terbaik untuk meneruskan visi dan misi GKPS. Nantinya Ephorus GKPS terpilih, katanya, dapat menjadi penerang dalam persoalan masyarakat dan bisa menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Semua yang dipilih adalah pendeta yang juga hamba Tuhan. Karenanya dia akan diberkati Tuhan dalam bekerja. Karenanya, peserta sinode harus memilih dengan menggunakan iman agar seluruh proses pemilihan berjalan damai dan menghasilkan pimpinan GKPS yang benar-benar terbaik," katanya.

Di tempat lain, Sekjend GKPS demisioner, Pdt M Rumanja Purba mengatakan, melalui Sinode Bolon GKPS ke-40, diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada peserta dan jemaat GKPS, bahwa GKPS memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendampingi warga gereja dan masyarakat.

“Artinya, GKPS dapat menumbuhkan iman dan tegas dalam menghadapi perkembangan zaman. Diperlukan pemimpin GKPS yang mempunyai visi dan misi yang jelas serta berkemampuan melaksanakannya dengan baik. Saya percaya Sinode Bolon GKPS dapat menetapkan figur pimpinan pusat terbaik untuk menerima mandat yang mulia ini," katanya.

Hal senada dikatakan perutusan kaum perempuan, Damertina Saragih. Menurutnya, salah satu upaya menjadikan GKPS lebih baik adalah dengan adanya perutusan kaum perempuan untuk turut peserta Sinode Bolon. Sebab, katanya, peran kaum perempuan sangat strategis dalam mengaplikasikan hasil Sinode Bolon.

"Selama ini aspirasi kaum perempuan memang selalu diadopsi meski harus disampaikan melalui perutusan lain. Tapi sekarang kaum perempuan sudah ditempatkan pada sinode dan ini sangat positif," kata Damertina seraya mengatakan perutusan kaum perempuan tidak sekadar peserta, tetapi mampu memberi masukan demi kemajuan GKPS.

Dalam pemilihan, Jumat (2/7/2010) terpilih sebagai Ephorus yakni Dosen Sekolah Tinggi Theologia Abdi Sabda Medan, Sumatera Utara, Pdt Jaharianson Saragih MTh, PHd.

Sementara untuk Sekjen GKPS ada empat nama yang bersaing ketat. Ke-empat Calon Sekjen GKPS itu yakni Pdt Jontor Situmorang, Pdt El Imanson Sumbayak, Pdt Jameldin Sipayung dan Pdt. Pandapotan Haloho. (Berbagai Sumber-Asenk Lee Saragih-Jambi).

KPU Tetapkan Pasangan Hasan Basri Agus- Fachrori Umar Pemenang Pemilukada Provinsi Jambi


Jambi, BATAKPOS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi menetapkan pasangan Hasan Basri Agus-Fachrori Umar (HBA-FU) sebagai pemenang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Jambi dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Provinsi Jambi rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan perolehan suara Pemilikada Provinsi Jambi 2010 di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Rabu (30/6).

Pasangan HBA-FU yang diusung Partai Demokar, Golkar, PKS dan PDK memperoleh suara terbanyak total 607.030 (40,04 %) suara, urutan kedua pasangan Madjid Muaz-Abdullah Hich 384.012 (25 %) suara, urutan ketiga Zulfikar Achmad-Ami Taher 297.363 (19 %) suara dan urutan terakhir pasangan Safrial MS-Agus Setyanegoro 206.646 (12,5%) suara.

Suara sah Pemilukada Provinsi Jambi 19 Juli lalu yakni 1.495.051 suara dan suara tidak sah 42.252 suara. Sementara jumlah daftar pemilih tetap yakni 2.231.632 pemilih. Sementara 31,69 persen atau 600 ribu lebih dari total pemilih tidak menyalurkan hak suara alias "golongan putih" (golput).

Rapat Pleno dihadiri anggota KPU se Provinsi Jambi dan KPU Provinsi Jambi, Muhammad Yasir Arafat, Azhar Mulia SE, Pahmi S Ag, Kasrianto S.Pd dan Nuraida Fitri Habi A.Ag serta para saksi dari empat pasangan calon gubernur.

Rapat Pleno KPU Jambi berjalan lancar dan tertib. Sementara itu tiga pasangan calon gubernur boikot pada Pleno penetepan pemenang Pemilukada Provinsi Jambi tersebut. Hadir pada rapat Pleno itu Ketua DPRD Provinsi Jambi, Efendi Hatta, Wakapolda Jambi, Kajati Jambi.

Seluruh saksi dari pasangan calon menerima hasil Pleno KPU Jambi tentang hasil Pemilukada Provinsi Jambi. KPU Provinsi Jambi menetapkan pasangan Hasan Basri Agus menjadi Gubernur Jambi ke 12 Periode 2010-2015.

Nama-nama Gubernur Jambi, Djamin Datuk Bagindo (1956-1957), H. M. Joesoef Singedekane (1957-1966), H. A. Manaf (1966-1968), R.M. Nur Atmadibrata (1968-1974), Djamaludin Tambunan (1974- 1979), Eddy Sabara (1979-1980-Pejabat Gubernur), Masjchun Sofwan (1979- 1989).

Kemudian Gubernur Jambi Abdurrachman Sayoeti (1989-1999), Zulkifli Nurdin (1999-5 Januari 2005), Sudarsono Harjosukarto (5 Januari 2005-3 Agustus 2005 Pejabat Gubernur), Zulkifli Nurdin (3 Agustus 2005-Agustus 2010) dan Hasan Basri Agus (Agustus 2010-2015). ruk

Sengketa Kepemilikan Pulau Berhala Tugas Gubernur Jambi yang Baru

Jambi, BATAKPOS
Sengketa kepemilikan Pulau Berhala antara Provinsi Jambi dengan Provinsi Kepulauan Riau menjadi tugas Gubernur Jambi Periode 2010-2015 (Hasan Basri Agus). Penyelesaian sengketa kepemilikan Pulau Berhala tersebut makin jauh dari harapan. Bahkan 10 tahun (1999-2010) periode Zulkifli Nurdin jadi Gubernur Jambi dinilai belum mampu menyelsaikan sengketa tersebut.

Ketua Tim Lima yang dibentuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Hasip Kalimudin Syam, Rabu (30/6) kepada wartawan mengakui belum menemui titik terang terhadap persoalan penyelesaian kepemilikan status Pulau Berhala.
Menurutnya, salah satu faktornya adalah persoalan Gubernur Kepri, Ismet Ali Abdullah yang sudah habis masa jabatannya, kemudian Ismet pun saat ini terlilit persoalan hukum.

Perumahan Warga Sungai Itik, Kabupaten Tanjabtim yang dibangun Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

“Namun kita tetap berjuang untuk mendapatkannya. Semoga Gubernur Jambi yang baru menfokuskan program guna menyelesaikan sengketa kepemilikan tersebuit. Selama ini tim lima sudah melakukan berbagai langkah dan cara untuk memenangkannya, namun kendala-kendala terus didapati,”katanya.

Disebutkan, semua utusan yang dibentuk oleh dua provinsi ini sama-sama memiliki dan memaparkan data-data yang kuat. “Namun muda-mudahan Pulau Berhala tetap milik Jambi. Kita optimis akan hal itu,’’katanya.

Terpisah, Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin mengaku pesimis bisa mendapatkan kepemilikan Pulau Berhala itu sebelum masa jabatannya berakhit. Hal ini dinilai gubernur cukup beralasan karena perebutan Pulau Berhala bukan merupakan masalah yang mudah.

“Saya tak yakin hal ini bisa selesai hingga akhir masa jabatan saya nanti. Karena itu bukan merupakan hal yang mudah. Pihak Kepri maupun pihak Jambi sudah melakukan kesepakatan untuk membentuk tim. Hingga saat ini, tim ini masih terus bekerja untuk menyelesaikan dan mencari jalan tengah yang bisa diterima kedua belah pihak,”katanya.

Menurut Zulkifli Nurdin, kedua belah pihak melalui tim sudah sering melakukan pertemuan, baik di setiap daerah hingga difasilitasi oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Departemen Dalam Negeri. Namun belum ada kesepakatan konkret yang dapat disetujui pihak Jambi maupun Kepri. ruk

Sarjana Penggerak Pembangunan Desa Diperlukan

Jambi, BATAKPOS

Sarjana penggerak pembangunan di pedesaan (SP-3) sangat dibutuhkan dalam mengangkat perekonomian desa. Lambannya pembangunan ekonomi suatu daerah karena perekonomian ditingkat pedesaan kurang merata. Jadi sudah saatnya dibutuhkan SP-3 di Provinsi Jambi.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Kesejahteraan Sosisial (Asisten II) Setda Provinsi Jambi Ir. Havis Husaini, M. Si, saat melepas 30 orang SP-3 angkatan XXI Provinsi Jambi tahun 2010, bertempat di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Rabu (30/6).

Menurut Zulkifli Nurdin, permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini semakin berat dan kompleks, khususnya di daerah pedesaan. Hal ini dapat dicermati dengan beberapa indikator antara lain pebangunan yang tidak merata atara satu desa dengan desa yang lainnya.

“Kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Sulitnya koordinasi dan informasi, sehingga akan menjadi faktor penghambat bagi laju pembangunan di pedesaan. Kondisi kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini, lapangan kerja yang semakin sulit di peroleh, pertumbuhan angkatan kerja yang meningkat, rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM), dan peluang serta kesempatan kerja yang semakin sulit diperoleh. Peran SP-3 sangat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut,”katanya.

Disebutkan, SP-3 merupakan salah satu program strategis dalam mengatasi dan memecahkan permasalahan tersebut, khususnya di daerah pedesaan. Dengan program SP-3, para sarjana dapat mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat pedesaan. ruk

BPK RI Ragukan Aset Provinsi Jambi Senilai Rp 1,2 Triliun

Jambi, BATAKPOS

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi menemukan asset Provinsi Jambi senilai Rp 1,2 Triliun tak jelas peruntukannya. Aset tanah mencapai Rp 945,66 miliar, asset peralatan mesin senilai Rp 246 miliar dan asset lainnya senilai Rp 11 miliar pada Draf Keuangan Pemprov Jambi tahun 2009.

Temuan BPK RI Perwakilan Jambi telah diserahkan kepada DPRD Provinsi Jambi dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan BPK RI Perwakilan Jambi, Rabu (30/6).

Ketua BPK RI Perwakilan Jambi, Sumardi, Rabu (30/6) mengatakan, penyerahan temuan itu sesuai dengan ketentuan pasal 23 E UUD1945 pasal 6 ayat (1) UU no 15 tahun 2004, yaitu mengenai hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2009 kepada DPRD Provinsi.

Disebutkan, berdasarkan draf keuangan Pemprov Jambi tahun 2009 yang terdiri dari laporan realisasi APBD, laporan aliran kas dan catatan laporan keuangan yang telah disampaikan ke BPK RI 21 April 2010, dengan berdasarkan draf LKPD tersebut maka BPK RI perwakilan Provinsi Jambi telah melakukan pemeriksaan.

BPK RI menemukan ada aset Pemprov Jambi yang di data tidak sesuai yaitu aset tanah pada neraca per 31 Desember sebesar Rp 945,96 miliar. Berdasarkan hasil invetaris barang, tidak dapat di yakini karena pemprov masih mencatat aset tetap tanah exs departemen sosial dan departemen penerangan yang telah di serahkan kepemerintah kabupaten selain aset tanah senilai Rp 945,96 miliar.

Kemudian masih ada di temukan peralatan dan mesin yang di sajikan pada neraca per 31 Desember 2009 sebesar Rp 246,02 miliar tidak dapat di yakini kewajaranya. Ada beberapa diantaranya dengan nilai Rp 11,87 miliar.

Disebutkan, tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI, bahwa dari 9 LHP dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 terdapat 158 temuan pemeriksaan meliputi 386 rekomendasi.

Telah ditindak lanjuti sesuai dengan rekomendasi sebanyak 285 rekomendasi ( 73,83 %) namun belum sesuai dengan rekomendasi sebanyak 66 rekomendasi (17,,10%) dan belum di tindak lanjuti sebanyak 35 rekomendasi (9,07 %).

Sekda Provinsi Jambi, AM Firdaus mengatakan, pihaknya akan mengintruksikan setiap SKPD bahwa hasil dari audit BPK RI akan ditindak lanjuti. ruk

PSB di Sekolah Swasta Kurang Diminati

Jambi, BATAKPOS

Penerimaan Siswa Baru (PSB) di sekolah swasta kurang diminati. Kini sekolah swasta masih kesulitan untuk mendapatkan siswa baru. Minimnya PSB di sekolah swasta karena sekolah Negeri menambah jumlah kuota PSB.

Kepala SMA Nusantara, Jaya Kasumantri SPd, Selasa (29/6) mengatakan, sekolah swasta hanya jadi cadangan saja bagi siswa baru yang tidak diterima di sekolah negeri. Padahal sekolah swasta juga berkualitas.

Disebutkan, sekolah swasta membuka pendaftaran sampai dengan tahun pelajaran baru akan dimulai. Rata-rata sekolahan swasta masih membuka pendaftaran siswa baru sampai dengan hari terakhir sebelum siswa tahun ajaran baru 2010-2011 dimulai.

Hal senada juga dikatakan, Kepala SMA Al Falah, Syafli Makmur. Menurutnya, jumlah bangku kosong di SMA Al Falah masih terdapat 120 atau tiga kelas. Jumlah keseluruhan pendaftar yang bisa diterima sebagai siswa di SMA Adhyaksa adalah 160 orang.

Hingga Selasa (29/6) baru terisi 40 atau satu kelas. Jumlah tersebut baru sepertiga dari total jumlah kelas yang disediakan yaitu empat buah.

Di SMA Nusantara sendiri, mempunyai kuota 200 siswa untuk SMA dan 200 siswa untuk SMK. Sampai saat ini di SMA baru terisi 105 siswa dan di SMK 65 siswa. Sedangkan di SMA Al Falah baru 48 siswa diterima dari jumlah kuota 144.

Disebutkan, separuh lebih bangku kosong dari keseluruhan kuota, atau jumlah daya tampung sekolah yang ditentukan. Bangku kosong yang masih tersedia akan menjadi sasaran rebutan lulusan SMP, dan sederajat yang tidak lolos tes di SMA negeri.

”Sekolah swasta diprediksi akan kebanjiran pendaftar yang merupakan muntahan dari siswa yang tidak diterima PSB di sekolah negeri,”katanya.

Beberapa sekolah swasta yang masih membuka pendaftaran antara lain, SMA Adhyaksa, Nusantara, dan Al Falah, SMK Yadika Jambi, Xaverius dan swasta lainnya. ruk

Bupati Dinilai Belum Serius Berantas PETI

Jambi, BATAKPOS

Para bupati di Provinsi Jambi dinilai belum serius memberantas praktek Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Hingga kini PETI masih marak daerah Provinsi Jambi. Praktek PETI kini sudah membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari tercemar dan kritis.

Hal itu dikatakan Gubernur H Zulkifli Nurdin kepada wartawan, Selasa (29/6) menanggapi masih maraknya PETI di Jambi, khususnya di Kabupaten Saronagun, Bungo, Tebo, Batanghari dan Muarojambi.

”Kita minta kepada bupati dan walikota agar mengawasi PETI ini. 'PETI tak boleh lagi ada di Jambi ini. Keberadaan PETI ini akan merusak lingkungan. Sedangkan apabila lingkungan rusak akan merugikan generasi mendatang,”katanya.

Zulkifli Nurdin juga mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan hidup agar tetap terjaga dengan baik. ''Sewaktu saya mendampingi presiden pada acara di Copen Hagen, saya melihat hampir semua negara sudah berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Jambi juga harus bisa,”katanya.

Pengamat lingkungan di Jambi, Drs GM Saragih Msi yang juga Dosen Universitas Batanghari Jambi, mengatakan, melihat dari aspek lingkungan, PETI harus dibrantas.

Praktek PETI hanya menguntungkan kelompok tertentu. Sehingga kepala daerah harus berkomitmen memberantas PETI di Provinsi Jambi. Pelaku PETI umumnya berasal dari luar daerah Provinsi Jambi, seperti Pulau Jawa. ruk

Safrial Siregar Maju di Pemilukada Tanjabar


Kalah di Pemilukada Gubernur

Jambi, BATAKPOS

Setelah kalah di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Jambi 19 Juni lalu, H Safrial M Siregar kini maju di Pemilukada Kabupaten tanjung Jabung Barat (Tanjabar) 21 Oktober mendatang. Safrial yang kini menjabat Bupati Tanjabar tetap maju berpasangan dengan Wakil Bupati Tanjabar, M Yamin.

H Safrial M Siregar kepada BATAKPOS, Senin (28/6) mengatakan, dirinya maju menggunakan PDI-P selaku kader murni PDIP. Pihaknya telah mendaftarkan diri di DPC PDIP Tanjabar.

”Saya akan tetap mengandeng M Yamin, mengingat hampir lima tahun keduanya memiliki kesamaan visi. Saya mungkin melanjutkan dengan Pak Yamin. Kami sudah berkomunikasi, dan kami sepakat untuk melanjutkan lima tahun mendatang,” katanya.

Disebutkan, selain kesamaan visi, sulitnya mencari pasangan yang akur selama lima tahun, adalah pertimbangan dasar Safrial tertarik berduet kembali dengan Yamin.

Safrial yang didukung PDIP lima tahun lalu, juga dipastikan akan kembali didukung PDIP, sembari berharap adanya dukungan dari partai lain.

Ketua DPC PDIP Tanjabar, Mulyani Siregar mengatakan, PDIP yang memiliki tujuh kursi di DPRD Tanjabar tetap akan membuka pendaftaran bagi calon lain. ruk

Porprov Jambi Ajang Mencari Atlet Nasional


Jambi, BATAKPOS

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIX 2010 yang dilaksanakan di Kota Jambi dari tanggal 1 Juli hingga 10 Juli mendatang sebagai ajang mencari atlet berprestasi ditingkat Nasional dan internasional. Porprov Jambi yang diikuti 3.512 atlet tersebar di 24 cabang olahraga (cabor).

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Hazrin Nurdin, Senin (28/6) mengatakan, ajang Porprov Jambi kali ini untuk mencari atllet persiapan Pra PON mendatang. Jumlah 3.512 atlet yang akan turun itu, 2.351 di antaranya adalah atlet putra dan 1.161 atlet putri.

Disebutkan, tidak semua kabupaten/kota peserta Porprov XIX/2010 ikut di 24 cabang olahraga yang dipertandingkan. Hanya Kota Jambi dan Kabupaten Merangin yang menurunkan semua atletnya di 24 cabor.

Kontingen terbesar adalah Kota Jambi yang juga tuan rumah even ini. Kontingen Kota jambi menurunkan 437 atlet. Adapun Kota Sungaipenuh sebagai peserta terbaru mengirimkan total 152 atlet dari 15 cabang yang akan diikuti.

Cabor yang diharapkan bisa lolos di Pra PON mendatang yakni Renang, Tinju, Silat, Dayung, Polo Air dan Atletik.

Perkuat Timnas

Sementara itu, sebanyak sembilan atlet polo air Kota Jambi dipastikan akan memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia pada Kejuaraan Asia U-19 di Bogor, Jawa Barat, Oktober 2010 mendatang.

Di bawah kepelatihan Olsen Tiger, sembilan atlet Kota Jambi itu mampu berprestasi meraih medali perak untuk putra dan perunggu untuk putri saat berlaga di Kejuaraan Nasional Polo Air (U-19) di Bogor beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Pengurus Cabang PRSI Kota Jambi, Hamid Jufri, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan maka ada Sembilan pemain, lima putra dan empat putri yang akan masuk dalam program pemusatan latihan nasional (pelatnas) polo air untuk menghadapi Kejuaraan Asia U-19 di Bogor. ruk

PU Provinsi Jambi Tempati Kantor Baru

Jambi, BATAKPOS

Karyawan Pekerjaan Uumum (PU) Provinsi Jambi menempati kantor baru yang megah di komplek Kotabaru, Jambi. Mulai Jumat (25/6) seluruh aktifitas PU Provinsi Jambi telah berlangsung di kantor baru sejak diresmikan Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin, Kamis (24/9).

Pengamatan BATAKPOS, Jumat (25/6) aktifitas perkantoran sudah berjalan normal. Namun sebagian karyawan masih beres-beras ruangan kantor. Gedung PU Provinsi Jambi yang lama berlokasi di Jl. Sultan Thaha dekat Rumah Dinas Gubernur Jambi kurang memadai lagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi Ir. Nino Guritno didampingi Kabid Binamarga PU Provinsi Jambi, Ir Bernhard Panjaitan MM Jumat (25/6) mengatakan, peresmian kantor Dinas PU Provinsi Jambi sengaja dilakukan sesederhana mungkin dengan alasan efisiensi biaya.

”Terbangunnya gedung kantor tersebut merupakan hasil kerjasama yang baik antara Gubernur Jambi dengan DPRD Provinsi Jambi. Kita ucapkan terimakasih kepada gubernur dan DPRD Provinsi Jambi,”katanya.

Menurut Nino, dasar pertimbangan dibangunnya gedung kantor yang baru ini adalah, satu, gedung kantor Dinas PU Provinsi Jambi yang sebelumnya berlokasi di Jalan Sultan Thaha akan disatukan dengan gubernuran (rumah dinas gubernur Jambi).

”Jadi gedung sebelumnya bisa diperuntukkan untuk keperluan lain. Kemudian gedung yang tersebar sangat tidak efisien secara manajemen,”katanya.

Gubernur Jambi, H. Zulkifli Nurdin menyampaikan bahwa pembangunan kantor baru ini sekaligus pula membuktikan perhatian Pemerintah Provinsi Jambi yang sangat besar untuk meningkatkan kinerja Dinas PU Provinsi Jambi.

“Keyakinan ini sangat beralasan mengingat infrastruktur selain berperan penting dalam menunjang perekonomian daerah, infrastruktur PU dan Permukiman juga diyakini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat”, katanya. ruk

Kota Jambi Paling Banyak Golput Pemilukada Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Sikap apatis warga pemilih di Kota Jambi terhadap pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) ternyata paling tinggi. Angka golongan putih (golput) Pemilukada Provinsi Jambi 19 Juni lalu mencapai 152.650 mata pilih dari 402.307 daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Jambi. Angka patsisipasi masyarakat di Kota Jambi memilih 250.025 orang atau hanya 62,15 persen.

Ketua KPU Kota Jambi Ratna Dewi, Jumat 25/6) mengatakan, tigkat partisipan ini lebih rendah dibanding Pemilu Legislatif, Pilpres dan Pemilukada Walikota tahun lalu. Dirinya juga membantah kalau sosialisasi KPU dalam Pemilukada Gubernur Jambi Periode 2010-2015 itu kurang maksimal.

”Tingginya angka warga yang tidak mencoblos disebabkan banyak factor. Misalnya pekerjaan, bertepatan hari libur. Pencoblosan hari Sabtu, untuk beberapa kelompok masyarakat adalah hari libur. Jadi mereka lebih mementingkan libur keluar daerah atau luar negeri. Sementara bagi buruh atau kuli, hari Sabtu mereka gajian,” ujar Ratna.

Disebutkan, KPU Kota Jambi telah memplenokan hasil rekap suara dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Rapat pleno menetapkan calon gubernur no urut 2, Hasan Basri Agus-Fahrori Umar (HBA-Fahrori) berhasil mengungguli kandidat lainnya.

Rekapitulasi Pleno KPU Kota Jambi, pasangan Zulfikar Achmad-Ami Taher (ZA-AMI) mendapat 19.938 suara, HBA-Fachrori 123.797 suara, Madjid Muaz-Abdulah Hich (MM-Hich) 63.523 suara dan pasangan Safrial-Agus Setyonegoro 32.188 suara.

Secera terpisah, Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin secara eksplisit mengakui kemenangan pasangan HBA-FU yang diusung Demokrat, Golkar dan PDK. Menurutnya, kemenangan HBA-FU merupakan kehendak rakyat. Dia meminta semua masyarakat untuk mendukung pasangan tersebut.

‘’Sudah saya katakan, siapapun yang menjadi pemenang harus kita dukung beramai-ramai. Saya berharap tidak ada pihak-pihak yang melakukan protes tanpa alasan dan bukti yang kuat. Kalau tanpa bukti-bukti yang benar, janganlah melakukan protes. Dan sampai sekarang saya lihat tidak ada yang melakukan protes, semoga Pemilukada Provinsi Jambi berlangsung aman,’’ katanya. ruk

Musim Kemarau di Jambi Juli-September Perlu Diwaspadai


Jambi, BATAKPOS

Musim kemarau singkat di Provinsi Jambi diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Juli hingga September. Kemarau singkat kali ini dipengaruhi oleh masih panasnya suhu muka laut di sebelah Barat Sumatera dan tekanan rendah di Samudera Hindia.

Kemarau ini juga perlu diwaspadai agar jangan sampai terjadi pembakaran hutan dan lahan perkebunan di Provinsi Jambi. Jika musim kemarau tiba, pembakaran lahan dan hutan sering dimanfaatkan warga untuk membuka lahan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi (BMKG) Jambi, RL Tobing kepada BATAKPOS di Jambi, Jumat (25/6) mengatakan, suhu dan tekanan tersebut akan menimbulkan pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jambi. Walaupun hujan berintensitas rendah dan sedang ini terjadi selama kemarau hanya bersifat lokal.

"Hujan bisa terjadi pada saat kemarau, walaupun hujan tidak merata. Seperti di Telanaipura hujan, dan di daerah Kota Baru tidak hujan. Seharusnya kemarau singkat ini sudah dimulai sejak Mei lalu,”katanya.

Diperkirakan, kemarau bisa diwaspadai jangan sampai menimbulkan titik api yang dapat mengganggu jarak pandang penerbangan. Seperti yang terjadi sebelumnya, kemarau juga bisa menyurutkan debit Sungai Batanghari.

"Musim penghujan pada tahun-tahun sebelumnya sudah terjadi pada pekan ketiga Oktober. Namun, pada tahun ini terjadi kemunduran. Saat ini, Jambi memasuki masa transisi," katanya.

Menurut RL Tobing, selama masa transisi, kondisi cuaca cenderung ekstrem. Hal tersebut terlihat dalam sepekan terakhir, suhu sangat tinggi pada siang hari, lalu beberapa kali terjadi angin kencang serta hujan deras menjelang sore.

Kencangnya angin bahkan sampai mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di Kota Jambi dan atap rumah terbang di Kabupaten Muaro Jambi baru-baru ini.

Musim Tanam

Mundurnya musim penghujan, pihak BMKG Jambi mengimbau petani untuk menyesuaikan jadwal tanam mereka. Sebaiknya petani ikut mengundurkan waktu tanamnya.

Dalam pantauan di sentra penanaman padi Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, para petani belum menebar benih padi. Hamparan sawah tadah hujan masih dipenuhi dengan rumput liar. Hanya sebagian kecil petani yang tetap menanami lahan mereka dengan sayuran yang dapat dipanen dalam jangka pendek.

Sementara itu BMKG Provinsi Jambi hingga kini masih mengalami kekurangan alat deteksi cuaca maupun alat deteksi gempa. Peralatan operasional banyak yang rusak akibat sering padamnya aliran listrik dari PLN. Pihak BMKG Jambi meminta Pemerintah Pusat untuk memenuhi sarana alat BMG menyusul Provinsi Jambi merupakan daerah Gempa.

Kepala BMKG Provinsi Jambi, RL.Tobing, mengaku telah melaporkan permasalahan yang dihadapi BMG Jambi kepada Ketua dan 15 Anggota Komisi V DPR RI saat kunjungan kerja ke Jambi, Desember 2009 lalu.

“Kita sangat mengaharapkan kedepan bisa terpenuhi segala kekuarangan alat deteksi tersebut. Karena alat tersebut penting guna mendeteksi perubahan cuaya di Provinsi Jambi,”katanya.

Disebutkan, ada empat permasalahan prioritas yang dihadapi BMKG Jambi saat ini. Pertama karena sering terjadi pemadaman listrik, menimbulkan kerusakan alat operasional, jaringan peramatan masih belum representative jika dibandingkan dengan luas Provinsi Jambi, perlu dirintis pembangunan radar cuaca, stasiun meteorology maritime dan stasion geofisika, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tersedia masih terbatas. ruk

Dua Anggota DPRD Kota Jambi Bakal Ditahan

Jambi, BATAKPOS

Dua oknum Anggota DPRD Kota Jambi yakni Zulkifli Somad (PKB) dan Ridwan Wahab (Demokrat) yang kini jadi tersangka dana korupsi gratifikasi (permintaan uang) dari CV Usaha Sehat Bersama (USB) segera akan ditahan. Keduanya dua hari terakhir intensif diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Zulkifli Somad, mantan Ketua DPRD Kota Jambi dua periode itu, telah diperiksa berulangkali. Hal yang sama juga dilakukan kepada Ridwan Wahab. Kedua tersangka ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jambi dalam dugaan pemerasan terhadap Pimpinan CV Usaha Sehat Bersama (USB) Safrudin sebesar Rp 500 juta.

Ridwan Wahab diperiksa hingga malam hari Rabu kemarin. Ridwan tiba di Kejati pukul 14.00 WIB dengan sedan warna ungu B 150 VP didampingi pengacaranya Sondang SH.

Mengenakan baju safari abu-abu Ridwan membawa setumpuk buku.

Sedangkan Zulkifli Somad yang seharusnya diperiksa Selasa (22/6) terpaksa ditunda karena ZS mengalami diare. Somad mengaku sering buang air besar terus dan menunda pemeriksaan dirinya.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Andi Herman, Kamis (24/6) mengatakan, kedua tersangka kini diperiksa intensif. Kamis (24/6) ZS kembali melakukan pemeriksaan terkait gratifikasi senilai Rp 500 juta lebih.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Jambi, Arif Munandar SE telah menyerahkan dokumen yang mesti dilengkapinya. ”Saya hanya menyerahkan dokumen yang diminta penyidik untuk melengkapi dokumen pemeriksaan,”katanya.

Menurut kabar di Kejati Jambi, kedua tersangka bakal segera ditahan jika bukti-bukti sudah lengkap. Kedua tersangka itu juga terlibat dalam kasus modus serupa yang kini ditangani Polda Jambi. ruk

Kapolres Batanghari dan Dir Reskrim Polda Dimutasi

Jambi, BATAKPOS

Direktur Reskrim Polda Jambi, Kombes Pol Drs Nanang Hardiyanto dan Kapolres Batanghari, AKBP Franky Parapat dimutasi ke Mabes Polri. Posisi Direskrim Polda dijabat AKBP Drs Dul Alim MH dan Kapolres Batanghari oleh AKBP Tjahyono Saputro.

Pergantian kedua jabatan di Polda Jambi itu juga seiring dengan pergantian Kapolda Jambi Brigjen Pol Sulistiono yang dimutasikan Mabes Polri sebagai Pati pada staf ahli Kapolri digantikan oleh Kepala Biro Program dan Anggaran Deputi Perencanaan dan Pengembangan Polri Brigjen Pol Dadang Garnida.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah disela-sela penyambutan Kapolda Jambi yang baru di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (23/6).

Serah terima jabatan Dirreskrim dan Kapolres Batanghari dilakukan, Rabu (23/6) dihadiri Kapolda Jambi para pejabat-pejabat utama Polda Jambi. Brigjend Sulistiyono MSi dalam sambutannya mengatakan, serah terima dan alih tugas ini tidak hanya merupakan potret regenerasi dan promosi. Tetapi sebagai perjalanan karir memulai lambaran dan tanggung jawab baru. ruk

Pohon Jelutung Mulai Dibudidayakan di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Pohon Jelutung yang merupakan pohon khas Jambi mulai dibudidayakan di Jambi. Sebanyak 214.240 batang bibit Jelutung telah ditanam ratusan petani yang tergabung dalam Persatuan Petani Jambi (PPJ) di areal seluas 792 hektare di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi.

Penamanan bibit Jelutung tersebut pertama dimulai pada 6 Januari lalu dan dilakukan secara bertahap. Lokasi penanaman merupakan areal kemitraan antara PPJ dengan PT Wira Karya Sakti (WKS).

Guna merealisasikan penanaman Jelutung di lahan gambut, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jambi membantu bibit sebanyak 174.240 batang. Budidaya pohon Jelutung kini mulai digalakkan mengingat pohon itu kini sudah langka.

Demikian dikatakan Ketua PPJ, Irmansyah kepada BATAKPOS di Jambi, Kamis (24/6). Menurut dia, penanaman bibit Jelutung dilakukan seluruh anggota PPJ yang mencakup empat kabupaten, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muarojambi, Batanghari dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Penanaman itu dilakukan secara bergiliran. Penanaman terakhir Juni ini mengerahkan semua anggota. Penanaman pohon Jelutung cocok ditanam di daerah rawa-rawa, dan secara ekonomi lebih menguntungkan dari pada tanaman perkebunan lainnya,”kata Irmansyah.

Disebutkan, proses penanaman tidak ada kendala berarti yang dialami anggota. Hanya saja, persoalan adalah klaim yang dilakukan masyarakat sekitar terhadap lahan seluas 792 hektare tersebut.

Kasi Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi, Meslan Saragih SH mengatakan, satu hektar kebun jelutung, per tahun, bisa menghasilkan sampai 13,5 juta dari getahnya. Jika jelutung sudah tak menghasilkan getah, saat diameter pohon sudah mencapai 50 cm, pohonnya bisa ditebang untuk dijadikan kayu.

”Dalam satu hektar kebun jelutung bisa menghasilkan 117 juta. Lahan rawa, apalagi yang rawa gambut, sangat tidak layak untuk dijadikan kebun sawit. Oleh sebab itu lahan rawa yang sudah terbuka harus ditanami dengan tanaman asli yang bisa tumbuh di rawa-rawa. Jelutung adalah salah satu jenis tumbuhan asli yang cocok ditanam di lahan rawa,”katanya. ruk

Tiga Kontraktor di Jambi Dinilai Tak Becus Kerjakan Proyek

Jambi, BATAKPOS

Sedikitnya tiga kontraktor di Provinsi Jambi yang sering memenangkan tender proyek di Kimpraswil Provinsi Jambi dinilai tak becus dalam mengerjakan proyek. Tiga kontraktur yang dinilai itu yakni PT.Salman Putra Seranan (SPS), PT.Surtan Putra Jambi (SPJ) dan PT.Rafi Lestari Indah (RLI). Ketiga kontraktor yang sering memenangkan tender, disinyalir dalam mengerjakan proyek selalu amburadul.

Demikian dikemukakan Ketua LSM Garansi Jambi, H Nasroel Yasir, kepada BATAKPOS, Rabu (23/6). Menurutnya, ketiga kontraktor tersebut dinilai tidak layak untuk mendapatkan proyek di Provinsi Jambi.

"Banyak proyek yang dikerjakan ketiga kontraktor tersebt di Provinsi Jambi ini yang amburadul. Proyek hanya selesai seratus persen pada berita acara. Namun pada kenyataan dilapangan, seluruh proyek yang dikerjakan terkesan asal jadi. Kini sejumlah proyek tersebut bermasalah,"katanya.

Disebutkan, PT.SPS pernah mendapat proyek irigasi di Bului Kerinci senilai Rp.1.289.948.000. Proyek yang dikerjakan PT.SPS tersebut amburadul dan dinilai tidak sesuai bestek.

Kemudian PT.SPJ dengan proyek DAM Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, juga dinilai tidak dikerjakan dengan prosedur bestek yang sebenarnya. Proyek tersebut telah diresmikan oleh dinas terkait. Namun, belum beberapa bulan difungsikan, DAM sudah roboh.

Sementara proyek jalan yang dikerjakan PT.Rafi Lestari Indah di Jalan Sungai Penuh Tapan menuju batas Sumatera Barat senilai Rp.1.492.646.00 juga mengalami kondisi yang sama. Pekerjaan jalan tersebut juga tidak sesuai dengan spek. Kini kondisi jalan cukup memprihatinkan.

Menurut Nasroel Yasir, Kepala Dinas PU Provisi Jambi, Ir Nino Guritno selaku penanggung jawab anggaran harus bertanggung jawab terhadap jalannya proyek tersebut.

Disebutkan, proyek irigasi merupakan proyek di PU Provinsi Jambi yang sering bermasalah. Hal itu karena minimnya pengawasan dari DPRD Provinsi Jambi. Dirjen PU Pusat diminta turun ke lokasi meninjau langsung proyek irigasi yang menggunakan APBN. ruk